Repostase
Mubalighah Depok: Dengan Meneladani Rasulullah saw., akan Tercapai Kebebasan Hakiki
TanahRibathMedia.Com—Mubalighah Kota Depok Ustazah Nurjanah Zein menegaskan, untuk mencapai kemerdekaan atau kebebasan yang hakiki harus dengan meneladan Rasulullah saw.
“Mengenai kebebasan hakiki yang dibawa oleh Rasulullah ialah, mengesakan hanya kepada Allah,” ungkapnya dalam Forum Kajian Keluarga Sakinah: Rasulullah Teladan dalam Meraih Kemerdekaan, Ahad (23-8-2026) di Depok.
Kebebasan hakiki yang dibawa Rasulullah saw., terangnya, adalah menaati segala firman-Nya, seperti yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 31yang artinya: “Katakanlah (Muhammad), jika kamu mencintai Allah, maka cintailah aku. Niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah maha pengampun dan penyayang.”
Ia pun mempertanyakan, apakah saat ini umat benar-benar telah mencintai Rasulullah saw. dengan mengikuti ajarannya (ittiba’) serta telah merdeka dari penghambaan kepada manusia.
“Akan tetapi pada saat ini apakah kita sudah benar-benar mencintai Rasulullah, dengan benar-benar ittiba (mengikuti) terhadap ajarannya? Apakah kita sudah merdeka dari penghambaan terhadap manusia?" tanyanya dengan tegas.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk merefleksikan pertanyaan tersebut, umat perlu berpikir dengan penuh kesadaran tentang makna kemerdekaan yang sebenarnya.
“Apakah kita sudah benar-benar merdeka, ketika hukum yang dijalankan oleh manusia di seluruh dunia saat ini bukan hukum buatan Sang Khaliq. Padahal Rasulullah sudah mencontohkannya sejak 14 abad yang lalu, ketika beliau hijrah dari Makkah ke Madinah (Yastrib) agar terbebas dari penghambaan terhadap manusia, melainkan hanya menghamba kepada Allah semata,” bebernya.
Ia mengajak umat untuk memaknai kemerdekaan dan hari lahir Rasulullah saw. dengan penuh kesadaran, yakni kesadaran sebagai seorang Muslim yang hanya menghambakan diri kepada Allah Swt. saja.
“Semoga setelah kajian ini kita semua benar-benar merenung serta bermuhasabah, agar kemudian mau menjadi umat yang menegakkan syariat Islam, sebagai bentuk ittiba kita kepada Rasulullah. Sebagai bentuk kebebasan atau kemerdekaan yang sesungguhnya,” pungkasnya.[] Aulia Rakhim
Via
Repostase
Posting Komentar