TAUSIAH
Batasan
Oleh: Mega Sucitra
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Ketika kita masih kecil, orangtua kita mungkin sering memberikan batasan-batasan.
"Jangan berenang di tempat yang dalam, nanti bisa tenggelam!"
"Jangan pegang stop kontak, nanti bisa kesentrum!"
"Jangan jajan sembarangan, nanti bisa sakit!"
Masih banyak batasan lainnya. Sekilas terlihat menjengkelkan. Namun apakah orangtua kita memberikan batasan-batasan itu karena mereka benci kita? Tentu tidak. Justru sebaliknya, mereka memberikan batasan-batasan tersebut karena mereka sayang terhadap anaknya. Mereka tidak mau terjadi hal-hal buruk menimpa orang yang mereka sayangi. Mereka sudah tahu bahwa jika batasan tersebut kita langgar maka akan ada ancaman atau bahaya yang bisa menimpa kita. Karena mereka memiliki ilmu atau bahkan sudah lebih berpengalaman dibandingkan kita.
Begitupun Allah Swt. yang memberikan batasan-batasan terhadap hamba-Nya. Allah Swt. berfirman dalam Q.S. Al-Ma'idah ayat 87:
...وَلَا تَعْتَدُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِيْنَ
"...dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."
Allah Swt. memberikan batasan-batasan larangan agar kita tidak berbuat maksiat karena Allah Swt. tahu bahwa ketika kita melanggar batasan-Nya tersebut maka akan ada mudhorat yang bisa menimpa kita.
Allah Swt. berfirman:
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰۤى اِنَّهٗ كَا نَ فَا حِشَةً ۗ وَسَآءَ سَبِيْلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sungguh (zina) itu suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk." (Q.S. Al-Isra': 32)
Bukan hanya zinanya saja yang diharamkan, tapi Allah juga mengharamkan segala aktivitas yang dapat menghantarkan kepada pintu zina, seperti pacaran, ikhtilat, khalwat, dan lain sebagainya. Allah mengharamkan segala bentuk aktivitas yang dapat mengantarkan kepada pintu zina semata-mata bukan untuk mengekang, tapi karena Allah tahu apa dampak buruk dari perbuatan tersebut.
Di ayat lain Allah Swt. berfirman:
.... ۘوَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا...
"...Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba..." (Q.S. Al-Baqarah:275)
Allah mengharamkan riba bukan hanya sekedar membatasi transaksi muamalah saja, tapi karna Allah tahu bahwa dampak buruk dari riba tersebut benar-benar akan menyengsarakan umat manusia.
Allah Swt. juga berfirman:
يَسْــئَلُوْنَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَا لْمَيْسِرِ ۗ قُلْ فِيْهِمَاۤ اِثْمٌ کَبِيْرٌ وَّمَنَا فِعُ لِلنَّا سِ ۖ وَاِ ثْمُهُمَاۤ اَکْبَرُ مِنْ نَّفْعِهِمَا...
"Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya..." (TQS. Al-Baqarah ayat 219)
Allah Swt. mengharamkan meminum khamar bukan semata-mata karena tidak suka hambanya bersenang-senang dengannya. Tapi karena Allah tahu bahwa ketika seseirang meminum khamar maka akal sehatnya akan hilang, dan ketika hilang akal sehat maka akan terbukalah pintu-pintu kemaksiatan lainnya yang bisa menyengsarakan dirinya sendiri maupun orang lain.
Begitupun juga batasan-batasan syariat lainnya yang semuanya itu pasti mengandung kemaslahatan dan dapat menjauhkan dari kemudharatan bagi umat manusia. Adanya batasan-batasan dalam syariat bukan semata-mata untuk mengekang, tapi justru karna kasih sayang Allah Swt. yang teramat besar terhadap hamba-Nya. Allah Mahaluas Ilmu-Nya, sedangkan ilmu kita amatlah terbatas.
Via
TAUSIAH
Posting Komentar