Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Krisis Generasi, Buah dari Sistem Sekuler yang Mematikan Moral
OPINI

Krisis Generasi, Buah dari Sistem Sekuler yang Mematikan Moral

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
07 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Vera Ulva Theana, S.E., CBMT.
(Pemerhati Ibu dan Anak)

TanahRibathMedia.Com—Fenomena keterlibatan pelajar dalam peredaran narkoba, pesta miras, hingga aksi pembunuhan sadis bukan lagi sekadar kenakalan remaja biasa. Ini adalah kegagalan sistemis dari tatanan sekuler yang sengaja menjauhkan agama dari kehidupan publik.

Ketika standar kebahagiaan direduksi hanya pada kepuasan materi dan kesenangan jasmani, maka nilai-nilai moral akan luluh lantak, menyisakan generasi yang cerdas secara intelektual tetapi keropos batin dan kehilangan arah hidup yang hakiki. Sistem pendidikan saat ini hanya berfokus mencetak tenaga kerja untuk kebutuhan pasar kapitalistik, tetapi abai dalam membangun fondasi akidah yang kokoh.

Akibatnya, pelajar tumbuh tanpa benteng pertahanan mental yang kuat. Saat menghadapi tekanan sosial atau konflik pertemanan, mereka cenderung mengambil jalan pintas yang destruktif. Mulai dari pelarian ke zat adiktif hingga tindakan kriminal yang melampaui batas kemanusiaan karena hilangnya fungsi kontrol iman dalam diri mereka.

Fakta Kriminalitas Pelajar

Realitas di lapangan menunjukkan bahwa anak usia sekolah kini telah menjadi aktor aktif dalam tindak kejahatan berat. Remaja SA (23) dan RR (17) diringkus di Musi Rawas saat sedang melakukan aktivitas transaksi narkoba jenis sabu pada Sabtu (18-4-2026) dini hari (Tribunnews.com, 19-4-2026). Satpol PP Kota Metro menggerebek rumah kos di Metro Barat dan mendapati tujuh remaja putri sedang pesta minuman keras setelah menerima laporan warga yang resah (Liputan6.com, 20-4-2026).

Selain informasi peredaran sabu dan pesta miras di atas, pembunuhan sadis pun terjadi. Dua remaja YA (16) dan AP (17) ditangkap kepolisian Polres Cimahi karena membunuh seorang siswa SMP berinisial ZAAQ (14) hanya karena motif sakit hati akibat pemutusan pertemanan (Tempo.com, 16-2-2026).

Mandulnya Hukum Sekuler dan Hilangnya Junnah

Kekacauan ini adalah bukti nyata bahwa sekularisme gagal menjaga akal dan nyawa manusia. Dalam sistem ini, negara seringkali bersikap permisif terhadap hal-hal yang merusak moral selama dianggap menguntungkan secara ekonomi. Sanksi hukum yang diberikan pun sering kali tumpul karena terbentur aturan hak anak atau usia di bawah umur, sehingga tidak melahirkan efek jera (zawajir). Hal ini membuat para remaja "berani" melakukan tindak kriminal karena merasa terlindungi oleh celah hukum. Padahal, akar masalahnya adalah ketiadaan standar halal-l dan haram dalam perilaku.

Allah Swt. berfirman, "Barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta." (TQS. Thaha: 124).

Penghidupan yang "sempit" inilah yang kita rasakan sekarang, krisis generasi yang akut akibat berpalingnya sistem negara dari syariat Allah.

Konstruksi Solusi Islam Kafah

Islam tidak memberikan solusi tambal sulam, tetapi menyeluruh yang melibatkan tiga pilar utama:

1. Peran Keluarga
Orang tua wajib menanamkan akidah Islam sebagai asas berpikir anak sejak dini. Keluarga harus menjadi madrasah pertama yang membentuk kepribadian Islam, di mana anak memahami bahwa setiap perbuatannya akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah, bukan sekadar takut pada hukuman manusia.

2. Peran Masyarakat
Islam mewajibkan adanya budaya amar makruf nahi mungkar. Masyarakat tidak boleh individualis atau abai terhadap kemaksiatan di lingkungannya. Kontrol sosial masyarakat harus kuat untuk memastikan lingkungan pergaulan tetap kondusif dan bersih dari pengaruh narkoba maupun pergaulan bebas.

3. Peran Negara (Sistem Hukum dan Pendidikan)
Pendidikan: Negara wajib menerapkan kurikulum pendidikan berbasis akidah Islam yang mencetak pribadi saleh (taat) dan muslih (pemurni lingkungan). Pendidikan diarahkan untuk menjaga akal (hifzhu al-'aql) dan nyawa (hifzhu an-nafs).

Hukum yang Adil: Dalam Islam, sanksi (uqubat) diberlakukan secara tegas bagi siapa pun yang sudah balig. Status "di bawah umur" dalam hukum sekuler sering disalahgunakan. Islam melihat kedewasaan dari sisi biologis dan pemikiran (baligh).

Jika seseorang sudah baligh dan melakukan tindak kriminal (seperti membunuh atau mengedar narkoba), maka ia dikenai sanksi yang berat sesuai syariat tanpa memandang usia kronologis belasan tahun. Hukuman ini berfungsi sebagai jawabir (penebus dosa) bagi pelaku dan zawajir (pencegah) bagi orang lain. Hanya dengan kembali pada aturan Islam kafah, nyawa dan masa depan generasi dapat terlindungi. Perubahan sistemis dari sekularisme menuju kedaulatan syariat adalah kebutuhan mendesak agar harapan yang sempat redup dapat menyala kembali dalam naungan keberkahan Allah Swt. 

Wallahualam bissawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Momentum Kartini, dari Gelapnya Kapitalisme Menuju Cahaya Islam Gemilang

Tanah Ribath Media- Mei 07, 2026 0
Momentum Kartini, dari Gelapnya Kapitalisme Menuju Cahaya Islam Gemilang
Oleh: Lisa Herlina (Kontributor Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Peringatan hari Kartini ke 147 di Medan, perempuan dari berbagai latar ta…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us