OPINI
Kemenangan Iran, Akankah Mampu Mengalahkan Hegemoni Global?
Oleh: Wida Nusaibah
(Pemerhati Masalah Global)
TanahRibathMedia.Com—Perang Iran dengan AS beserta sekutunya menunjukkan, bahwa Iran berani melawan Amerika Serikat dan sekutunya Israel. Hal itu membuktikan bahwa AS dan Israel tidaklah sekuat yang dibayangkan oleh dunia sebagai negara adidaya dan adikuasa. Buktinya, mereka cukup sulit mengalahkan satu saja negeri muslim seperti Iran. Bahkan, Iran telah mengklaim kemenangannya.
Iran mengumumkan kemenangan dengan menyebutkan "kekalahan bersejarah dan telak" bagi AS dan rezim Israel setelah 40 hari perang. Setelah AS mengumumkan terpaksa menerima proposal 10 poin dari Iran yang mencakup gencatan senjata permanen, pencabutan semua sanksi, dan penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut (Viva.co.id, 8-4-2026).
Perang itu juga menunjukkan, bahwa AS tidak mampu memaksa negara-negara pendukungnya seperti penguasa negeri-negeri muslim yang bersekutu dengannya untuk ikut terlibat langsung perang melawan Iran. Lalu, jika Iran benar-benar meraih kemenangan dalam perang ini akankah memberikan dampak positif bagi seluruh dunia yang berada di bawah hegemoni Amerika dengan ideologi kapitalis demokrasinya?
Tidak Ada Persekutuan Sejati dalam Kapitalisme
Sejatinya tidak ada persekutuan permanen bagi negara yang menerapkan ideologi Kapitalis, yang ada hanyalah kepentingan sejati. Penguasa negeri-negeri muslim mendukung AS karena khawatir terganggu perekonomian negaranya maupun kekuasaan politiknya. Sungguh, kepentingan dunia lebih dipilih meskipun harus dengan mengabaikan nasib saudara seimannya. Padahal, ikatan yang berdiri di atas kepentingan adalah sangat lemah. Sebab, ketika kepentingan tersebut hilang maka lenyap lah pula ikatan tersebut.
Pilihan para penguasa negeri muslim tersebut telah melemahkan ikatan antar umat Islam di dunia. Pilihan tersebut merupakan sebuah bentuk pengkhianatan pada persatuan umat Islam, karena menyebabkan umat semakin merasakan mustahil untuk mewujudkan persatuan umat Islam yang tegak di atas akidah, bukan tegak di atas kepentingan. Padahal, persatuan umat Islam di seluruh dunia memiliki potensi luar biasa untuk membentuk kekuatan global yang akan dapat menyingkirkan hegemoni global AS dan sekutunya.
Kesatuan Negeri-Negeri Muslim Penting untuk Mengalahkan Hegemoni Global
Jika pun Iran benar-benar menang dan AS mundur dari perang ini, bukan berarti bahwa AS dan ideologi yang diembannya telah mati pula dan digantikan oleh ideologi yang diemban oleh Iran. Kemenangan Iran tidak serta merta merontokkan hegemoni global oleh ideologi kapitalis. Semua itu lantaran Iran tidak mengemban Islam sebagai ideologi. Maka wajar jika Iran belum melihat bahwa akar permasalahannya adalah akibat berkuasanya sistem Kapitalis, sehingga Iran hanya melihat bahwa AS - Israel menyerangnya, maka Iran harus melawannya, bukan melenyapkan kekuasaan kapitalisnya.
Wajar pula akhirnya Iran berperang atas nama nasionalisme, yakni demi kepentingan negaranya sendiri, bukan demi kepentingan agama Islam. Sebab, Iran melawan AS karena diserang terlebih dulu, bukan untuk membebaskan Palestina maupun umat Islam lainnya, apalagi untuk menegakkan Islam sebagai ideologi dunia.
Oleh karena itu, umat Islam harus sadar bahwa tidak boleh hanya berharap pada satu negeri, yakni Iran untuk melenyapkan hegemoni global negara kafir adidaya. Umat juga harus melihat bagaimana Iran menggandeng China maupun Rusia dan Korea yang notabene merupakan pengemban ideologi sosialis. Bagaimanapun, sifat sebuah ideologi pasti akan disebarkan. Seharusnya Iran menyadari bahwa China dan Rusia pun punya misi itu, menyebarkan ideologinya. Padahal, sungguh jelas bahwa sosialis dengan Islam merupakan ideologi yang bertentangan, tidak mungkin disatukan.
Pelajaran penting dari perang antara Iran dengan AS dan sekutunya adalah pentingnya mewujudkan kesatuan umat Islam di dunia di bawah satu kepemimpinan umat Islam yang akan menerapkan sistem Islam secara menyeluruh dalam bingkai sebuah institusi negara Khilafah.
Kesatuan umat yang hakiki adalah dengan bersatunya negeri-negeri muslim di bawah satu kepemimpinan, yakni Khilafah yang akan membebaskan penderitaan negeri-negeri muslim yang terjajah. Khilafah Islam dengan dakwah dan jihad menjadikan akidah Islam sebagai landasan sehingga akan menjadi rahmat bagi seluruh alam. Oleh karena itu, Khilafah penting segera ditegakkan.
Wallahu a'lam bishawab.
Via
OPINI
Posting Komentar