Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Getah Kezaliman Tak Pandang Bulu
OPINI

Getah Kezaliman Tak Pandang Bulu

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Mei, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Enha
(MIMÙ…_Muslimah Indramayu Menulis) 

TanahRibathMedia.Com—Kota Mangga gaduh. Senin (4/5), Jalan Jendral Sudirman sempat ditutup, dan dilakukan rekayasa arus lalu lintas, disebabkan adanya unjuk rasa di depan gedung Pengadilan Negeri Indramayu. Rupanya, kasus tragedi pembunuhan satu keluarga di bulan Agustus tahun lalu, kembali memanas (Kompas.com, 4-5-2026). 

Pasalnya, usai sidang digelar pada Rabu (29-4-2026), seorang terdakwa bernama Ririn Rifanto berteriak dan mengejutkan publik dengan statement kontroversialnya. Bahwa, ia bukan pelaku pembunuhan namun dipaksa mengaku, dan disiksa sampai kakinya patah, serta mengklaim ada pelaku sesungguhnya. Narasi pun bergulir ke arah salah tangkap. Hal ini menjadi trigger terjadinya unjuk rasa, sebab perwakilan warga melihat adanya "drama" penggiringan opini dan framing sehingga mengaburkan perkara. 

Hingga saat ini, belum terlihat titik terangnya, proses persidangan pun masih berjalan. Warga, terutama pihak keluarga korban, berharap kebenaran terungkap, dan keadilan bisa ditegakkan. Sedikit flashback, delapan bulan lalu, tepatnya pada Kamis (28-8-2025) malam, satu keluarga dibantai di rumah mereka sendiri, yang terletak di Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, Indramayu. Total ada lima korban, dan dua di antaranya adalah anak berusia 7 tahun dan bayi 8 bulan. 

Di tengah kesimpangsiuran yang terjadi, agaknya perlu kita renungi mengapa kejahatan sekeji ini hadir di tengah masyarakat, bahkan bukan yang pertama kali. Beragam kasus kriminal mencuat. Siapapun bisa menjadi korban, orang dewasa, anak-anak sampai balita. Di manapun bisa terjadi, bahkan di tempat yang paling dirasa aman seperti rumah. Pagi, siang, petang, maupun dini hari saat sebagian orang Islam melakukan tahajud, para kriminal malah sedang beraksi. 

Jika dikaji secara mendalam, fakta-fakta tragis dan mengoyak sanubari ini, akan mampu membuka mata dan membawa kesadaran. Inilah situasi saat manusia banyak berpaling dari bimbingan Penciptanya. Urung dari mencari tahu misi hidup dan arah untuk pulang. Memilih hawa nafsu sebagai tuhan, menafikan panduan dari Al-Qur'an. 

Sedang sebagian yang sudah paham, memilih diam, enggan meraih tongkat estafet perjuangan untuk melakukan perubahan secara mendasar. Membiarkan aturan hidup sekuler, yang memisahkan agama dari kehidupan, berlaku dan dilegalkan. Akhirnya, kezaliman merajalela. Seakan peradaban manusia kembali ke zaman jahiliyah. Jika dahulu hanya bayi-bayi perempuan yang dibunuh, saat ini tak pandang jenis kelaminnya, semua terdampak, semua terkena getahnya. 

Padahal tak pernah sepi ayat-ayat Al-Qur'an berbicara soal aturan main dalam berkehidupan. Bagaimana menyelesaikan masalah agar keadilan tegak di muka bumi. Allah Swt. sudah memperingatkan tentang bahaya menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan. Yakni, pada saat seseorang menempatkan keinginan dan syahwatnya di atas ketundukan pada aturan Allah Swt.

"Maka apakah engkau telah melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” (TQS. al-Jatsiyah: 23)

Saat hawa nafsu mendominasi, mata menjadi buta, dosa pahala sudah tidak dijadikan standar. Perkara utang, dendam, sakit hati, seketika menjadi pembenaran untuk menumpahkan darah. Inilah didikan sistem sekuler. Dan pertanyaannya, apakah kita masih mau untuk tetap mempertahankan sistem perusak moral dan fitrah manusia ini. Atau kita sepakat bersama-sama beranjak menuju sistem Islam, yang berasal dari Allâh, Al-Khalik Al-Mudabbir. Hidup adalah pilihan, dan saatnya kita memilih dengan benar. 
Wallahu a’lam bish-shawwab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Pelecehan Guru: Cermin Rusaknya Moral Generasi dalam Sistem Pendidikan Saat Ini

Tanah Ribath Media- Mei 11, 2026 0
Pelecehan Guru: Cermin Rusaknya Moral Generasi dalam Sistem Pendidikan Saat Ini
Oleh: Syifa Rafida  (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali dihadapkan pada peristiwa yang memprihatinkan. Sebu…

Most Popular

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026
Kekerasan terhadap Anak di Daycare, Menagih Kembalinya Peran Ibu

Kekerasan terhadap Anak di Daycare, Menagih Kembalinya Peran Ibu

Mei 05, 2026
May Day: Strategi Eksploitasi Kapitalisme

May Day: Strategi Eksploitasi Kapitalisme

Mei 07, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026
Kekerasan terhadap Anak di Daycare, Menagih Kembalinya Peran Ibu

Kekerasan terhadap Anak di Daycare, Menagih Kembalinya Peran Ibu

Mei 05, 2026
May Day: Strategi Eksploitasi Kapitalisme

May Day: Strategi Eksploitasi Kapitalisme

Mei 07, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us