OPINI
Tragedi Pembacokan Mahasiswa, Generasi Rapuh Minim Ilmu Islam
Oleh: Lia Purwati
(Penggiat Literasi Islam)
TanahRibathMedia.Com—Baru-baru ini, dunia maya dihebohkan oleh berita pembacokan yang terjadi di salah satu universitas di Riau. Tragedi sedih ini terjadi ketika korban sedang menunggu di ruang sidang proposal. Pelaku langsung melakukan aksi tanpa ampun dan memedulikan akibatnya.
Lebih parahnya lagi, kejadian ini terjadi tepat di bulan suci Ramadhan.
Di saat orang lain berlomba-lomba berbuat baik dan meningkatkan ketaatan, pelaku justru terjun ke dalam dosa besar. Sangat rugi bagi mereka yang tidak menjadikan bulan suci ini sebagai kesempatan untuk merevisi diri dan meningkatkan takwa kepada Allah Swt.
Dilansir dari metrotvnews.com (26-02-2026), seorang mahasiswi di Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau menjadi korban pembacokan pada hari Kamis pagi, 26 Februari 2026. Korban dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan informasi yang beredar, motif pembacokan ini berasal dari masalah pribadi antara korban dan pelaku.
Dengan adanya berita pembacokan yang viral belakangan ini, seharusnya masyarakat khususnya pemerintah mulai sadar betapa hancurnya sistem yang ada saat ini. Generasi muda yang seharusnya menjadi penerus perjuangan justru semakin agresif dan kehilangan rasa hati nurani. Apakah dengan melakukan kekerasan, masalah akan selesai? Bagaimana pandangan Islam dan solusi yang ideal?
Mengapa Bisa Sejahat Itu?
Hati yang terisi bisikan setan akan menyimpan dendam yang sangat membara.
Semakin lama dibiarkan, semakin besar pula rasa marahnya. Begitu manusia mengikuti hawa nafsu tanpa memikirkan akibatnya. Tidak disadari, sistem yang berlaku saat ini justru menjadi dalang dari banyak kejahatan. Agama yang dipisahkan dari kehidupan sehari-hari membuat masyarakat jauh dari jalan takwa kepada Allah. Karena itu, pernyataan bahwa semua orang bebas berekspresi, berperilaku, dan lainnya muncul. Sehingga muncullah banyak kejahatan yang terjadi. Tontonan yang dianggap sebagai panduan dan pergaulan yang sangat bebas justru menjadi pintu masuk bagi kejahatan.
Pergaulan yang tidak memiliki batasan membuat generasi muda jadi rusak.
Mulai dari pacaran, narkoba, judi, mabuk-mabukan, kehamilan di luar nikah hingga aborsi. Itulah akibat dari pergaulan bebas dan tak terbatas. Generasi muda saat ini bagai berada di ujung tanduk, minim akhlak dan adab.
Apa Solusinya?
Islam adalah agama yang turun dari Allah bukan untuk membebani manusia, melainkan memberikan petunjuk hidup dan menjadi cahaya penerang dalam berbagai permasalahan. Islam adalah satu-satunya agama dan ideologi yang mampu menyelesaikan berbagai masalah dalam kehidupan.
Ideologi Islam mampu menjaga generasi muda dari pergaulan bebas dan menjadikan mereka sebagai generasi yang bertakwa serta tidak mudah terjebak dalam dosa besar. Islam mengatur segala aspek dalam kehidupan, seperti sistem ekonomi, pemerintahan, dan pergaulan.
Interaksi antara laki-laki dan perempuan dalam Islam harus terpisah. Tidak boleh berdua-duaan dengan yang bukan mahram (khalwat) dan tidak boleh bercampur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilat). Yang diperbolehkan adalah interaksi yang bermanfaat, seperti dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan muamalah.
Allah berfirman dalam surah Al-Isra ayat 32 yang artinya: "Dan janganlah kamu mendekati zina. Sesungguhnya zina itu adalah perbuatan keji dan jalan yang buruk."
Mendekati zina saja sudah tidak dibenarkan, apalagi melakukannya. Naudzubillah minal lazik. Dalam sistem Islam, pelaku zina diberikan hukuman yang berat. Tujuannya agar memberikan efek jera dan mencegah orang lain melakukan kemaksiatan yang sama. Untuk pelaku zina yang belum menikah dikenai hukuman cambuk seratus kali, sementara yang sudah menikah dikenai hukuman rajam.
Begitulah Islam mengatur pergaulan sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Dengan demikian, generasi muda tidak mudah jatuh ke dalam pergaulan bebas. Sudah seharusnya umat Islam bangkit dari keterpurukan berpikir dan bersatu dalam naungan daulah islamiyah.
Wallahu alam bishshawab.
Via
OPINI
Posting Komentar