Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI ‘Rasa’ Tak Terbalaskan yang Berujung Kekerasan
OPINI

‘Rasa’ Tak Terbalaskan yang Berujung Kekerasan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Irohima
(Sahabat Tanah Ribath Media)


TanahRibathMedia.Com—Kekerasan dan kriminalitas di kalangan remaja semakin meresahkan. Semakin hari perilaku remaja kerap mengundang kekhawatiran. Setiap tindakan kekerasan yang pada akhirnya berujung penganiayaan hingga pembunuhan terkadang dipicu oleh beberapa hal seperti pertengkaran, persaingan hingga rasa yang tak terbalaskan. Sudah begitu rapuhkah generasi penerus sekarang, hingga menggunakan kekerasan sebagai satu-satunya solusi permasalahan?

Lagi dan lagi, terjadi baru-baru ini, seorang mahasiswa berinisial RM melakukan aksi brutal dengan membacok seorang mahasiswi yang bernama Faradilla Ayu hingga mengalami luka berat di bagian kepala dan tangan. Peristiwa penganiayaan ini terjadi saat korban akan mengikuti seminar proposal di lantai 2 Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Sultan Syarif Kasim kota Pekan baru, Riau. Pelaku berhasil ditangkap dan diserahkan ke Polsek Bina Widya kota Pekanbaru sebagai tersangka untuk kemudian diproses hukum (www.metrotvnews.com, 26-02-2026).

Diduga motif tersangka melakukan aksi brutal tersebut karena ‘rasa’ yang dimiliki tersangka tak mendapat balasan dari korban. Tersangka RM menaruh hati sejak keduanya mengikuti KKN, sementara korban diketahui telah sering menolak dan menegaskan bahwa hubungan mereka tak bisa lebih dari sekedar teman. Penolakan korban rupanya tak dapat diterima tersangka yang akhirnya berujung pada penyerangan di kampus.

Sungguh miris, dari hari ke hari kita selalu disuguhi fakta tentang generasi yang memiliki perilaku yang cenderung dekat dengan aktivitas kekerasan, pembunuhan dan pergaulan bebas. Tak terhitung sudah jumlah korban ataupun pelaku dari generasi muda dalam persoalan ini. Kasus Faradilla Ayu adalah salah satu dari sekian dampak yang muncul akibat penerapan sistem sekular kapitalisme dalam segala aspek, termasuk pendidikan. Sistem pendidikan ala sekularisme yang meniadakan agama dalam kehidupan telah membentuk generasi yang menganggap bahwa  kebebasan tidak memiliki batas, hingga berakibat pada aktivitas yang tidak memiliki tolok ukur halal haram dan kerap tidak memikirkan dampaknya bagi orang lain.
Sistem pendidikan ala sekularisme telah terbukti gagal dalam membentuk generasi berkepribadian mulia. Saat ini kita bisa melihat maraknya normalisasi nilai-nilai liberalisme, khususnya pergaulan bebas seperti pacaran, perselingkuhan dan lain sebagainya di tengah keluarga dan masyarakat. Hal ini tentu berdampak besar dalam pembentukan karakter dan perilaku generasi. 

Banyak dari mereka yang pada akhirnya memiliki perilaku yang bertentangan dengan norma agama, mudah tersulut emosi, ceroboh dan kerap menyelesaikan segala persoalan dengan kekerasan bahkan dengan pembunuhan. 


Negara yang menerapkan sistem sekuler kapitalisme dinilai kurang memprioritaskan pembinaan generasi, hingga generasi sering dipandang hanya sebagai faktor ekonomi yang bernilai produktif dan berorientasi pada keuntungan materi. Hal ini tentu saja sesuatu yang wajar, karena negara dalam sistem kapitalisme memang cenderung memprioritaskan pertumbuhan ekonomi dan akumulasi kekayaan yang mendorong individu khususnya generasi lebih fokus pada kekayaan dan status sosial tanpa memperhatikan nilai agama dan moral. 

Sistem pendidikan sekuler juga lebih mementingkan pengetahuan akademis dan keterampilan tapi tidak dalam pendidikan karakter dan moral. Sistem kapitalisme telah menumbuhkan individualisme, menciptakan generasi yang tak hanya mandiri dan kompetitif tapi juga kurang empati. Tak heran jika generasi yang lahir dari sistem ini, begitu akrab dengan kekerasan, memuja kebebasan tanpa batas dan tak menjadikan halal haram sebagai tolok ukur perbuatan.

Lain halnya dengan sistem pendidikan ala Islam. Dalam Islam, sistem pendidikan akan dibangun berdasarkan akidah dengan tujuan membentuk kepribadian Islam yang mulia yakni generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan syariat. Negara dalam Islam akan mendidik generasi agar memiliki kesadaran untuk taat pada syariat, menjadikan halal haram sebagai tolok ukur dalam setiap aktivitas. Hal ini selaras dengan tujuan mulia pendidikan dalam Islam, yakni mencetak generasi yang tak hanya cerdas dan cakap namun juga generasi yang tangguh, beriman, bertakwa, dan bertanggung jawab. 

Kewajiban amar makruf nahi munkar akan menumbuhkan kesadaran pada diri setiap muslim untuk peduli dan memiliki empati, hal ini akan menciptakan suatu masyarakat yang saling mengingatkan dalam kebaikan dan menentang kemaksiatan. Kondisi ini tentu akan mendorong tumbuhnya situasi yang kondusif di tengah masyarakat dan menjauhkan kita dari perilaku menyimpang.

Negara akan menerapkan sistem pergaulan Islam di mana kehidupan laki-laki dan perempuan diatur oleh syariat untuk mencegah interaksi berlebihan antara laki-laki dan perempuan juga menutup celah terjadinya kemaksiatan seperti perzinahan, kekerasan dan hal- hal lain yang bertentangan. Sanksi tegas sesuai syariat juga akan diberlakukan untuk memberi efek jera bagi para pelanggar aturan agar keamanan dan kehormatan masyarakat terjaga. Tidak seperti yang terjadi saat ini, di mana kasus kekerasan terus terjadi berulang–ulang akibat hukum yang tidak tegas dan tidak berefek jera, hingga persoalan kekerasan terus menjadi mimpi buruk di tengah malam.

Wallahualam bish shawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Romansa Ditolak, Nyawa Terancam: Potret Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler

Tanah Ribath Media- Maret 11, 2026 0
Romansa Ditolak, Nyawa Terancam: Potret Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler
TanahRibathMedia.Com— Lagi-lagi, terjadi kekerasan remaja di lingkungan pendidikan. Kali ini ada di UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang melibatkan se…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us