Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Terminasi Pemerintah dalam Instansi BPJS Kesehatan, Buah dari Kapitalisme
SP

Terminasi Pemerintah dalam Instansi BPJS Kesehatan, Buah dari Kapitalisme

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
03 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia.Com—Beberpa waktu lalu anggota Komisi D DPRD kabupaten Bandung Agus Setiawan melakukan kunjungan kerja ke kantor BPJS Kesehata cabang kabupaten Bandung tepatnya di jalan Soreang-Banjaran, Desa dan Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung (pikiran-rakyat.com, 25-1-2026).

Ia memaparkan banyaknya keluhan masyarakat akibat dari dinonaktifkannya BPJS PBI atau BPJS Gratis oleh pemerintah tanpa adanya pemberitahuan dan tidak tepat sasaran yang merugikan masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Sekitar 147.000 peserta BPJS PBI atau BPJS Gratis dinonaktifkan pemerintah pusat. Penonaktifan tersebut berkaitan dengan perubahan data dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Sosial Ekonomi Nasional (SEN) yang menggunakan sistem desil dalam menentukan tingkat kesejahteraan.

Dalam upaya penyelesaiannya, perlu adanya koordinasi lintas instansi terkait BPJS Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Dinas Kependudukan Pencatatan Sipil agar penonaktifan BPJS PBI kedepannya supaya tepat sasaran dan benar-benar berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan. Sistem SEN telah mengategorikan masyarakat desil 1 hinggal 5 sebagai kelompok miskin, sedangkan desil 6 hingga 10 dianggap sebagai kelompok mampu. Padahal data tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi dilapangan.

Panjangnya jalur biokrasi ditambah wewenang instansi terkait yang tumpang tindih justru makin menjauhkan prinsip pelayanan terhadap kesehatan masyarakat kecil. Banyak terjadi kasus pada pasien BPJS yang meninggal sebelum ditangani RS, akibat dari "ribetnya" biokrasi ini.

Persoalan ini kian menambah panjangnya bukti kegagalan pemerintah dan pemerintah melepas tanggung jawab dalam menyediakan layanan kesehatan bagi rakyatnya. Negara Kapitalis menganggap kesehatan sebagai komoditas ekonomi yang harus dihitung untung ruginya, bukan sebagai hak dasar bagi rakyat yang wajib dipenuhi oleh negara.

Satu-satunya solusi yang tepat dalam permasalan ini ialah dengan menerapkan sistem Islam. Islam menerapkan kesehatan sebagai kebutuhan dasar yang wajib dipenuhi oleh negara. Negara berkewajiban menyediakan fasilitas kesehatan, obat-obatan, peralatan medis dan berbagai sarana pelayana kesehatan lainya secara gratis untuk semua lapisan masyarakat tidak terkecuali.

Negara juga wajib memberikan edukasi kepada masyarakat untuk senantiasa hidup sehat sekaligus menyediakan sarana dan prasarananya. Bukan hanya sehat dalam jasmani saja tapi sehat juga dalam rohani sehinggal akan menciptakan individu, masyarakat, dan lingkungan yang sehat.
Sedangkan untuk masalah pembiayaan, sistem Islam memiliki sumber pendapatan yang beragam dari pengelolaan SDA yang menjadi sumber pembiayaan yang utama. 

Wallohualam bisawab.

Sofi Riska Rosyida
(Sahabat Tanah Ribath Media)


Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Pekerja Informal Menjamur, Bukti Negara Gagal Ciptakan Lapangan Kerja

Tanah Ribath Media- Mei 13, 2026 0
Pekerja Informal Menjamur, Bukti Negara Gagal Ciptakan Lapangan Kerja
Oleh: Pudji Arijanti (Pegiat Literasi untuk Peradaban) TanahRibathMedia.Com— Julukan Zamrud Khatulistiwa memang pantas diberikan kepada Indonesia. …

Most Popular

Mengkritisi Proyek BRT, ketika Kemajuan Tak Sekadar Fisik

Mengkritisi Proyek BRT, ketika Kemajuan Tak Sekadar Fisik

Mei 08, 2026
Refleksi May Day, Negara Mandul Ciptakan Lapangan Kerja

Refleksi May Day, Negara Mandul Ciptakan Lapangan Kerja

Mei 08, 2026
Kampus Tak Lagi Aman: Peringatan Serius atas Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Kampus Tak Lagi Aman: Peringatan Serius atas Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Mei 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Mengkritisi Proyek BRT, ketika Kemajuan Tak Sekadar Fisik

Mengkritisi Proyek BRT, ketika Kemajuan Tak Sekadar Fisik

Mei 08, 2026
Refleksi May Day, Negara Mandul Ciptakan Lapangan Kerja

Refleksi May Day, Negara Mandul Ciptakan Lapangan Kerja

Mei 08, 2026
Kampus Tak Lagi Aman: Peringatan Serius atas Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Kampus Tak Lagi Aman: Peringatan Serius atas Kekerasan Seksual di Dunia Pendidikan

Mei 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us