SP
Buruknya Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalis dan Menghilangnya Nilai-Nilai Islam
TanahRibathMedia.Com—Miris, sebuah video yang menayangkan adu jotos Seorang guru SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, yang bernama Agus Saputra dengan siswanya. Aksi mereka tersebut viral di media sosial. Selain viralnya video tersebut, Agus Saputra selaku guru dalam video tersebut juga melaporkan ke Polda Jambi bahwa adu jotos tersebut sebagai penganiayaan (detik.news.com, 17 Januari 2026).
Kasus relasi guru dan murid di atas merupakan sebuah realita yang terjadi di dunia pendidikan saat ini dan menjadi kompleks dengan ditandai dengan adanya kekerasan fisik (adu jotos), kriminalitas guru dan murid, hingga dekadensi moral murid berupa penghinaan di medsos. Hal tersebut mencerminkan perubahan dinamika, pengaruh konsumsi teknologi digital, kompetensi guru dan buruknya sistem pendidikan.
Selain itu, murid seringkali bersikap tidak sopan dan tidak hormat kepada guru menandai menurunnya sikap sopan santun dan adab dalam dunia Pendidikan. Hal tersebut terjadi dikarenakan beberapa faktor baik dari sisi murid seperti pola asuh keluarga yang kurang baik dan pengaruh media sosial maupun dari sisi guru berupa perilaku guru yang buruk dan tidak bisa menjadi teladan serta kurangnya ketegasan. Namun tentu saja faktor utama yang paling berperan dalam buruknya sistem pendidikan adalah faktor sistem pendidikan itu sendiri yang berbasis sekuler kapitalis yang hanya berfokus pada materi semata dan menjauhkan dari nilai-nilai Islam.
Bebeda dengan pendidikan Islam, berfokus pada pengembangan akhlak mulia dan ketaatan kepada Allah Swt. sebagai tujuan utama sebagaimana sabda Rasulullah saw. bahwa tujuan utama diutusnya beliau adalah untuk menyempurnakan akhlak. Sementara pendidikan kapitalis memperlakukan pendidikan sebagai komoditas untuk meraih profit, mengedepankan logika pasar dan persaingan namun mengorbankan keadilan dan kualitas demi keuntungan, serta mengarah pada materialisme tanpa batas yang bertentangan dengan nilai spiritual dan keutuhan karakter dalam Islam.
Dalam sistem pendidikan Islam, adab didahulukan sebelum ilmu. Hal tersebut bukan untuk mengenyampingkan ilmu daripada adab karena adab dan ilmu memiliki nilai yang sama penting. Namun pemahaman mengenai ilmu perlu didahului oleh pemahaman adab terlebih dahulu sebagai fondasi karakter dan moral yang memastikan ilmu yang didapat akan bermanfaat, berkah, dan tidak membahayakan sementara ilmu tanpa adab bisa menjadi sia-sia bahkan berbahaya.
Adapun guru dalam pandangan Islam merupakan sosok mulia yang mengemban amanah dan bertugas tidak hanya menyampaikan ilmu tetapi juga membimbing akhlak dan spiritualitas, menjadi teladan dan mengantarkan murid menuju ketaatan kepada Allah Swt.
Peran negara sangat dibutuhkan dalam merubah sistem pendidikan saat ini menjadi sistem pendidikan Islam dan hanya dapat dilakukan oleh instusi khilafah untuk memastikan kurikulum berlandaskan akidah Islam dan diarahkan untuk membentuk kepribadian Islam (bukan sekadar kompetensi pasar).
Wallahu a’lam bishawab.
Yelly
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar