Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Sistem Sekularisme Tak Manusiawi, Buku dan Pulpen Tak Terbeli, Hidup pun Pupus
OPINI

Sistem Sekularisme Tak Manusiawi, Buku dan Pulpen Tak Terbeli, Hidup pun Pupus

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
18 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Tina Sitorus, S.Pi.
(Aktivis Dakwah) 

TanahRibathMedia.Com—Polres Ngada menghentikan penyelidikan kasus kematian seorang siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kecamatan jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). YBS meninggal dengan cara gantung diri dipohon cengkih pada Kamis (29-01-2026). Sebelum kejadian, korban sempat meminta uang kepada sang ibu untuk membeli buku dan pulpen. Namun permintaan itu tidak bisa dikabulkan karena keterbatasan ekonomi (Kompas.com, 8-02-2026).

Anak lahir dalam keadaan fitrah yang suci, bersih, dan selalu ingin berbuat baik. Anak Sekolah Dasar (SD) butuh kasih sayang secara penuh dari orangtuanya. Orangtua wajib memenuhi segala hak anak agar anak tumbuh dalam kedewasaan. Anak Sekolah Dasar butuh kasih sayang, kecukupan, dan ketenangan tanpa merasa sulitnya ekonomi dan tidak diberi beban yang berlebihan. Anak yang memahami sulitnya ekonomi akan merasa sedih sehingga tidak mau menyakiti orangtuanya karena kehadirannya. Sehingga banyak anak SD harus bekerja membantu orang tuanya seharusnya Orangtualah yang memenuhi segala kebutuhan anak. 

Sistem Kapitalisme menjadikan keluarga hidup dengan kemiskinan karena Negara tidak hadir memberikan pekerjaan yang layak dengan gaji yang besar kepada ayah selaku pencari nafkah. Masa Sekolah Dasar (SD) adalah waktu yang paling semangat dalam belajar namun karena tidak ada dukungan dari orangtua sehingga anak stres dan merasa membebani orangtuanya. Anak Sekolah Dasar yang tumbuh dalam ekonomi yang kurang akan mengganggu mental anak karena mereka tidak mendapatkan keinginan untuk mengembangkan potensinya seperti belajar dan bermain bersama temannya. 

Faktor ekonomi mengakibatkan anak SD, SMP dan SMA/SMK banyak yang tidak ingin sekolah agar bisa bekerja membantu memenuhi kebutuhan keluarganya. Ayah dengan gaji yang sedikit mengakibatkan ibu juga bekerja dari pagi sampai malam sehingga anak tidak mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. 

Orangtua yang tidak mampu memenuhi kebutuhan sekolah anak  dan tidak memberikan kasih sayang penuh mengakibatkan anak merasa beban keluarga dan memiliki mental yang lemah sehingga memilih untuk bunuh diri. Orangtua tidak memberikan pemahaman kepada anak agar senantiasa sabar dan berlapang dada ketika diuji kesulitan ekonomi bukan memarahi anak atau malah menuntut anak agar bekerja seperti orangtuanya .

Sistem kapitalis menjadikan hidup tidak sesuai fitrahnya sehingga mudah mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Negara pada sistem kapitalisme menjadikan individu tidak bertakwa, masyarakat yang tidak peduli kondisi tetangganya dan pemimpin yang zalim yang membiarkan rakyatnya hidup dalam kemiskinan. 

Sistem demokrasi kapitalisme menjadikan keluarga tidak utuh. Kepala keluarga sulit mendapatkan pekerjaan sehingga ibu dan anak membantu mencari uang.  Orangtua sibuk bekerja dari pagi sampai malam sehingga melalaikan kewajiban mendidik anaknya. Anak tidak memahami akar permasalahan hidupnya dan merasa hidup begitu sulit sehingga solusinya adalah bunuh diri. 

Pemimpin di sistem kapitalisme tidak peduli bagaimana kondisi rakyatnya. Mareka hadir saat kampanye setelah mereka menjabat tidak hadir ketengah umat dan tidak memantau bagimana kondisi ummatnya. Negara tidak peduli terhadap masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan, tidak peduli biaya kebutuhan sekolah yang mahal yang tidak mampu dipenuhi orangtua dan negara tidak memantau bagimana kondisi mental Ayah, Ibu dan anaknya. Sehingga banyak ditemukan keluarga yang bunuh diri karena kesulitan ekonomi.

Negara di sistem kapitalis menjadikan rakyatnya hidup dalam kesengsaraan, kemiskinan, dan ketidaknyamanan. Pemimpinya hadir tidak melayani umat, namun untuk mencari kepuasan harta dan tahta dunia. Sistem kapitalisme menjadikan rumah tangga mudah retak karena ketidakstabilan ekonomi dan kurangnya kedekatan kepada Sang Pencipta. 

Anak Sekolah Dasar yang memiliki kepekaan dan empati yang tinggi sehingga mereka hanya fokus belajar ilmu agama dan ilmu pengetahuan sehingga negara hadir memenuhi kebutuhan sekolah anak bukan mempesulit anak untuk belajar. Anak SD adalah waktu yang tepat untuk diberi arahan untuk taat kepada Allah SWT, senantiasa melaksanakan perintahnya dan menjahui segala larangannya bukan merasakan sulitnya untuk sekolah dan sulitnya mendapatkan kebutuhan sekolah. 

Sulitnya ekonomi menjadikan anak tidak mendapatkan perhatian dari orangtua dan tidak paham untuk apa mereka  belajar dan sekolah.  Anak Sekolah Dasar (SD) bunuh diri menandakan tidak adanya perhatian dari keluarga, masyarakat dan Negara. 

Solusi dalam Islam

Negara di sistem Islam hadir ketengah umat memantau secara keseluruhan bagaimana kondisi ummatnya. Pemimpin akan melihat secara langsung dan membantu rakyatnya yang memiliki problematika mulai dari kemiskinan, ketidakadilan dan ketidaknyamanan. Sehingga tidak akan ditemukan anak yang bunuh diri karena kebutuhan hidupnya dipantau oleh negara. Pemimpin di sistem Islam adalah pelindung bagi rakyatnya atas orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin Islam bertanggung jawab penuh atas rakyatnya yang dipimpinnya. Sebagaimana sabda Rasulullah:

"Imam adalah raa'in (pengembala) dan dia bertanggungjawab atas rakyatnya." (HR Bukhari)

Dalam sistem Islam akan ditemui pemimpin yang tunduk kepada Allah Swt., sehingga mereka takut apabila rakyatnya meninggal karena kesulitan ekonomi. Sistem Islam mulai pendidikan, kesehatan, pekerjaan akan dipenuhi negara. Kebutuhan pokok, kebutuhan sandang, pangan dan papan dengan biaya yang murah akan menjadi tanggung jawab negara. Hal ini pernah dicontohkan selama hampir 13 abad lamanya. Umat Islam yang menjadi adidaya dunia. Manakala 2/3 dunia itu begitu dikagumi bahkan kesejahteraan ekonomi, pendidikan yang begitu diperhatikan menjadi pemandangan tersendiri yang kaum nonmuslim pun ingin hidup kembali di bawah naungan sistem Islam.

Wallahu a'lam bishshowab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Sistem Sekularisme Tak Manusiawi, Buku dan Pulpen Tak Terbeli, Hidup pun Pupus

Tanah Ribath Media- Februari 18, 2026 0
Sistem Sekularisme Tak Manusiawi, Buku dan Pulpen Tak Terbeli, Hidup pun Pupus
Oleh: Tina Sitorus, S.Pi. (Aktivis Dakwah)  TanahRibathMedia.Com— Polres Ngada menghentikan penyelidikan kasus kematian seorang siswa kelas IV Seko…

Most Popular

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Februari 14, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026
Board of Peace, Penjajahan Gaya Baru di Palestina

Board of Peace, Penjajahan Gaya Baru di Palestina

Februari 14, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Februari 14, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026
Board of Peace, Penjajahan Gaya Baru di Palestina

Board of Peace, Penjajahan Gaya Baru di Palestina

Februari 14, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us