Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Anak Gantung Diri karena Tak Mampu Beli Buku
OPINI

Anak Gantung Diri karena Tak Mampu Beli Buku

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
18 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Isma Nurani 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Selembar kertas yang berisi tulisan menjadi saksi bisu kepergian anak berinisial YRB yang berumur 10 THN siswa kelas 1V SD di Kabupaten Ngada NTT, yang mengakhiri hidupnya dengan gantung diri diduga karena tak mampu membeli buku dan pena. Dalam surat tersebut tertulis: "Kertas tii mama Reti (surat untuk mama Reti). Yang merupakan pesan terakhir dari korban yang isinya tentang curahan hati si anak, bahwa mamanya pelit, dan jangan mencari dan menangisinya ketika dia sudah tiada, sekaligus berpamitan dengan menuliskan selamat tinggal mama, saat ditemukan 

Pada hari Kamis (29-01-2026) pukul 11.00 WITA, korban ditemukan oleh neneknya yang hendak mengikat kerbau. Korban dalam kondisi tergantung di sebuah pohon cengkeh di dekat pondok milik neneknya. Kemudian nenek korban berteriak dan berlari meminta tolong kepada warga setelah melihat kondisi cucunya. Sebelum tragedi tersebut, YBR dan siswa lainnya berkali-kali telah ditagih hutang oleh sekolah sebesar Rp.1,2 juta (Tirto.id, 04-3-2026).

Fenomena kasus bunuh diri ini, adalah sebuah bukti bahwa hak seluruh anak untuk sekolah gratis tidak dijamin oleh negara. Dengan beban biaya sekolah yang mahal, sehingga tidak terjangkau bagi rakyat miskin, akibatnya banyak anak yang nekad untuk melakukan bunuh diri. Banyaknya kasus bunuh diri adalah bukti kelalaian negara dalam memelihara kebutuhan dasar rakyat miskin dan anak-anak banyak yang terlantar karena tidak terpenuhi kebutuhannya, seperti pangan, pendidikan, kesehatan dan keamanan. Itulah buah sistem pendidikan kapitalistik yang sangat membebani rakyatnya, karena sistem ini hanya mementingkan keuntungan semata tanpa memperdulikan hak-hak rakyatnya.

Beda halnya dengan sistem Islam, hak anak atas pendidikan adalah tanggung jawab negara, biaya pendidikan tidak boleh dibebankan kepada orang tua.
Islam mengatur perlindungan dan keamanan anak dalam keluarga dan lingkungan social, pengasuhan, pendidikan, kontrol sosial, jaminan negara terhadap hak dasar. Negara Islam atau negara Khilafah akan menanggung segala biaya pendidikan termasuk gaji guru. Setiap anak berhak mengenyam pendidikan dengan pembiayaan secara gratis bagi seluruh rakyatnya.

Wallahu alam.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Sistem Sekularisme Tak Manusiawi, Buku dan Pulpen Tak Terbeli, Hidup pun Pupus

Tanah Ribath Media- Februari 18, 2026 0
Sistem Sekularisme Tak Manusiawi, Buku dan Pulpen Tak Terbeli, Hidup pun Pupus
Oleh: Tina Sitorus, S.Pi. (Aktivis Dakwah)  TanahRibathMedia.Com— Polres Ngada menghentikan penyelidikan kasus kematian seorang siswa kelas IV Seko…

Most Popular

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Februari 14, 2026
Board of Peace, Penjajahan Gaya Baru di Palestina

Board of Peace, Penjajahan Gaya Baru di Palestina

Februari 14, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Bergabung dengan BoP, Pengkhianatan terhadap Muslim Palestina

Februari 14, 2026
Board of Peace, Penjajahan Gaya Baru di Palestina

Board of Peace, Penjajahan Gaya Baru di Palestina

Februari 14, 2026
BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

BoP Bukan Solusi Damai, tapi Siapa Mengatur Dunia

Februari 14, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us