OPINI
Saat Mimpi Anak Terhenti di Jalur Kapitalisme
TanahRibathMedia.Com—Akhir Januari 2026, Kabupaten Ngada, NTT, diguncang kabar menyayat hati. YBS, anak kelas IV SD berusia 10 tahun, mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di pohon cengkih di kebun neneknya. Surat wasiatnya singkat namun menusuk: "Aku tidak bisa membeli buku dan pena untuk sekolah. Ibuku sudah berusaha tapi tidak cukup." Harga kurang dari Rp 10.000 – yang bagi sebagian orang hanya untuk secangkir kopi – menjadi tembok tak teratasi bagi anak yang ingin belajar.
Ia tumbuh dalam kemiskinan ekstrem; ayahnya tiada saat ia masih di kandungan, ibunya sebagai petani tunggal membesarkan lima anak. Di tengah laju "pertumbuhan ekonomi" kapitalis, YBS terjebak dalam jurang kesenjangan. Sistem yang seharusnya memberikan kesempatan sama justru meminggirkannya – pendidikan sebagai hak dasar diubah menjadi komoditas yang hanya bisa dinikmati oleh mereka yang mampu membayar. Banyak anak lain menghadapi nasib serupa, karena kapitalisme mengedepankan persaingan bebas tanpa batas, membuat kekayaan terpusat pada segelintir orang.
Peran Negara: Islam Vs Kapitalisme
Sistem Kapitalisme, Negara berperan sebagai "penjaga permainan" yang hanya mengatur aturan dasar persaingan. Pendidikan sering dibiarkan pada sektor swasta yang mengutamakan keuntungan, sehingga akses terbatas bagi keluarga miskin. Negara jarang campur tangan dalam penetapan harga kebutuhan dasar, dan perlindungan sosial hanya diberikan secara minimal. Kasus YBS menjadi bukti bahwa sistem ini gagal melindungi kelompok rentan karena fokus pada pertumbuhan ekonomi semata.
Sistem Islam
Negara memiliki tanggung jawab mutlak untuk menjamin kesejahteraan seluruh umat dan menegakkan keadilan sosial. Wajib memastikan setiap warga memiliki akses pendidikan layak secara gratis, termasuk buku dan alat tulis. Negara juga mengatur ekonomi agar tidak terjadi eksploitasi, membatasi akumulasi kekayaan berlebih, dan memastikan distribusi kekayaan melalui zakat, infak, dan wakaf yang terkelola dengan baik. Sistem perlindungan sosial yang komprehensif harus dibangun untuk melindungi kelompok rentan.
Pandangan dan Solusi Islam
Islam mengajarkan bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama (Surat An-Nahl ayat 70), dan pendidikan adalah kewajiban bagi semua orang. Sabda Rasulullah saw.: "Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat.” Bunuh diri sangat dilarang (Surat An-Nisa' ayat 29), namun sistem harus memberikan perlindungan agar tidak ada yang merasa tidak punya jalan keluar.
Solusi yang kaffah meliputi: (1) Sistem ekonomi berbasis Islam dengan zakat untuk beasiswa dan program produktif bagi keluarga miskin, serta larangan riba dan monopoli; (2) Pendidikan sebagai hak dasar yang dijamin oleh negara dan masyarakat, dengan materi yang mengajarkan nilai-nilai Islam; (3) Jaringan perlindungan sosial yang solidaritas, dengan negara sebagai pelindung utama hak warga negara.
Fitri Yani
(Aktivis Dakwah)
Via
OPINI
Posting Komentar