SP
Program Bergizi yang ‘Meracuni’?
TanahRibathMedia.Com—Program baru yang diterapkan oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, ditujukan untuk menjamin gizi dan kesehatan masyarakat. Namun, program yang sudah berjalan selama satu tahun ini tak kunjung menghadirkan kabar baik, sebaliknya, program tersebut justru memberikan dampak buruk bagi kesehatan anak-anak sekolah.
Sekolah-sekolah yang menerima bantuan Makan Bergizi Gratis (MBG) segera membagikannya kepada para siswa. Sayangnya, banyak siswa yang mengalami pusing dan mual setelah mengonsumsinya, hingga harus dilarikan ke rumah sakit. Jumlah siswa yang mengalami keracunan pun tidak sedikit. Ironisnya, program MBG yang seharusnya menjadi sumber nutrisi bagi anak-anak dan ibu hamil justru menjadi ancaman bagi kesehatan mereka (Liputan6.com, 28-01-2026).
Di sisi lain, program MBG ini tidak hanya berdampak pada masalah kesehatan, tetapi juga dinilai menghambat kesejahteraan masyarakat di bidang pendidikan. Muncul berbagai keluhan dari mahasiswa, guru honorer, hingga pengurus yayasan sekolah yang menyatakan bahwa ketimpangan sosial terjadi akibat kurangnya akses pendidikan yang merata. Banyak anak yang seharusnya bersekolah justru kehilangan kesempatan tersebut karena kendala ekonomi (BBC News, 30-01-2026).
Kondisi ini menunjukkan bahwa negara membutuhkan kebijakan yang mampu mengalokasikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara sinkron dan tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi penyalahgunaan atau salah sasaran dalam penyaluran dana. Masalah-masalah yang muncul di tengah masyarakat berakar dari lemahnya pengawasan dan sistem keamanan negara. Masalah lama yang belum tuntas justru diperparah dengan hadirnya persoalan baru. Padahal, negara memikul tanggung jawab besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai bidang.
Berbeda halnya dengan kebijakan Islam, yaitu kebijakan yang tidak hanya terfokus pada satu bidang, melainkan memberikan pelayanan dan fasilitas secara merata, serta menjamin layanan tersebut secara gratis bagi yang membutuhkan. Hal ini karena daulah Islam memiliki pemimpin yang mampu menetapkan dan menerapkan kebijakan secara optimal, sehingga kesehatan, pendidikan, dan ekonomi seluruh masyarakat terjamin.
Melalui sistem ini, seluruh kebutuhan individu akan terjamin secara menyeluruh. Pelayanan tersebut akan terdistribusi hingga ke pelosok wilayah, sehingga kemakmuran dan kesejahteraan dapat dirasakan merata oleh semua kalangan tanpa adanya ketimpangan antarindividu. Tidak berhenti di situ, negara juga akan membuka lapangan pekerjaan yang luas bagi para pekerja agar mereka mampu menafkahi keluarga serta memberikan asupan gizi yang layak.
Wallahu a'lam.
Zahra Zuliffah Assingkani
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar