SP
Ramadhan: Momentum Kembali kepada Al-Qur’an
TanahRibathMedia.Com—Allah Swt. berfirman:
"Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia, penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu, dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)." (TQS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah yang rutin datang setiap tahun, melainkan bulan yang dimuliakan dengan turunnya cahaya petunjuk bagi seluruh manusia. Al-Qur’an diturunkan bukan hanya untuk dibaca, tetapi untuk menjadi pedoman hidup, penuntun jalan, serta sumber ketenangan bagi hati yang gelisah.
Allah Swt. juga menegaskan:
"Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus." (TQS. Al-Isra’: 9)
Betapa agung kedudukan Al-Qur’an dalam kehidupan seorang mukmin. Ia adalah cahaya yang menerangi kegelapan, penuntun di tengah kebingungan, serta penyejuk di saat hati diliputi kegundahan. Namun seringkali kita menjadikannya sekadar bacaan, belum sepenuhnya sebagai landasan dalam berpikir, bersikap, dan menjalani kehidupan.
Ramadhan hadir sebagai kesempatan emas untuk memperbaharui hubungan kita dengan Kitabullah. Bulan ini adalah madrasah ruhiyah, tempat jiwa ditempa, hati dilembutkan, dan iman dikuatkan. Pada bulan inilah pintu ampunan dibuka, rahmat dilimpahkan, dan pahala dilipatgandakan. Maka, sudah selayaknya kita menjadikannya sebagai momentum untuk kembali, memperbaiki diri, dan menata arah hidup.
Allah Swt. berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok." (TQS. Al-Hasyr: 18)
Ramadhan mengajarkan kita untuk merenung, mengevaluasi perjalanan hidup, serta menyadari bahwa kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan sejati bukan sekadar capaian duniawi, tetapi keselamatan di hadapan Allah.
Al-Qur’an adalah jawaban atas kegelisahan, sebagaimana firman-Nya:
"Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada, serta petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (TQS. Yunus: 57)
Di dalamnya terdapat penawar bagi hati yang resah, penyejuk bagi jiwa yang lelah, serta petunjuk bagi mereka yang mencari arah. Tidak ada satu pun masalah kehidupan yang luput dari bimbingannya, tidak ada satu pun kegelisahan yang tidak mendapatkan cahaya darinya. Maka, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menahan diri dari kelalaian. Tentang memperbanyak tilawah, mentadabburi ayat-ayat-Nya, serta berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Tentang menghidupkan kembali hati yang mungkin telah lama lalai dari cahaya wahyu.
Marilah kita sambut Ramadhan dengan kesungguhan taubat, dengan tekad untuk berubah, dan dengan niat yang tulus untuk kembali kepada Al-Qur’an. Menjadikannya sebagai sahabat dalam setiap keadaan, penuntun dalam setiap langkah, dan cahaya dalam setiap keputusan. Semoga Allah Swt. melembutkan hati-hati kita, mengampuni dosa-dosa kita, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dekat dengan Al-Qur’an. Tidak hanya membacanya, tetapi juga menghidupkannya dalam seluruh aspek kehidupan agar kita meraih keberkahan di dunia dan keselamatan di akhirat.
Cici Rafika, S.Pd.
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar