OPINI
Kapitalisme Sistem Gagal: Kemiskinan Membunuh Harapan Anak Bangsa
Oleh: Reni Susanti, S.A.P
(Muslimah Riau)
TanahRibathMedia.Com—Kasus anak SD di Nusa Tenggara Timur dinilai sebagai alarm bagi negara Indonesia. Sepucuk surat menjadi saksi bisu kepergian anak berinisial YRB (10), siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada NTT, mengakhiri hidupnya diduga karena tidak mampu membeli buku dan pena. Dalam surat tersebut tertulis “kertas tii mama Reti” (surat untuk mama Reti). “Mama galo zee” (mama pelit sekali). “Mama molo ja’o galo mata mae Rita ee” (mama baik sudah, kalau saya meninggal mama jangan nangis). “Mama jao galo mae woe rita ne’e gae ngao ee” (mama saya meninggal, jangan menangis, juga jangan cari saya). “Molo mama” (selamat tinggal mama).” (Tirto.id, 04-02-2026). Korban ditemukan tergantung di pohon cengkih oleh neneknya yang hendak mengikat kerbau pada Kamis (29-01-2026).
Wida Ayu Puspitosari, Dosen Sosiologi Universitas Brawijaya Malang berpendapat, bahwa bagi seorang anak di daerah tertinggal, buku dan pena adalah paspor untuk diterima di lingkungannya, yakni sekolah. Namun Ketika negara gagal menyediakan fasilitas dasar, terjadilah yang disebut sebagai kekerasan simbolik (Kompas.id, 05-02-2026).
Sebelum tragedi tersebut, YRB dan siswa lainnya berkali-kali ditagih uang oleh sekolah sebesar Rp.1,2 juta. YRB dipungut uang sekolah sebesar Rp.1.220.000 pertahun. Pembayaran dicicil selama setahun. Orangtua YRB sudah membayar sebesar Rp.500.000 untuk semester satu. Tersisa Rp.720.000 yang harus dilunasi secara cicil untuk semester dua (detikNews, 05-02-2026).
Negara Tidak Menjamin Pendidikan Rakyat
Kasus tersebut merupakan bukti bahwa hak seluruh anak untuk sekolah gratis ternyata tidak dijamin oleh negara. Padahal jelas tertulis dalam pembukaan UUD 1945 bahwa tujuan negara adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan mulia ini tidak berlaku bagi YRB seorang anak SD kelas IV di NTT.
Kehidupan dalam sistem kapitalisme, kesengsaraan dan kesulitan ekonomi bukanlah suatu hal yang baru. Selain negara lepas tangan dalam hak dasar pendidikan bagi anak bangsa, kapitalisme juga menciptakan kemiskinan struktural bagi rakyat. Akses pendidikan, kesehatan, keamanan hanya berlaku bagi mereka yang punya uang. Segala bentuk pengelolaan sumber daya alam diserahkan kepada asing dan aseng, minimnya lapangan kerja membuat rakyat merasa sulit dalam memenuhi kebutuhan dasarnya terlebih dalam dunia pendidikan. Hanya sekedar membeli buku untuk belajar saja tidak mampu. Inilah potret nestapa dari kejamnya sistem kapitalisme. Padahal kekayaan sumber daya alam di Indonesia sangat besar. Namun sayang, bukan dinikmati oleh rakyat.
Akibat biaya sekolah yang tidak terjangkau bagi rakyat miskin, berdampak bunuh diri anak. Negara gagal memelihara kebutuhan dasar rakyat miskin dan anak-anak terlantar baik pangan, pendidikan, kesehatan maupun keamanan. Sungguh, sistem kapitalistik sangat membenani masyarakat.
Sistem Islam Menjamin Pendidikan Rakyat
Dalam Islam, pendidikan merupakan hak dasar setiap anak yang menjadi tanggung jawab negara. Biaya pendidikan tidak boleh dibebankan pada orangtua. Selain fasilitas yang memadai, kualitas pendidikan juga menjadi perhatian besar dalam membentuk anak-anak agar berkepribadian Islam.
Islam melindungi dan menjamin keamanan anak baik secara mental maupun fisik. Mulai dari keluarga, anak diasuh sesuai fitrahnya. Negara menfasilitasi seorang ayah bekerja dengan upah yang layak dan cukup untuk keluarga sehingga ibu bisa fokus mengasuh anak dirumah. Negara juga mengatur pendidikan terjangkau dengan kurikulum berbasis akidah islam yang akan menjaga anak agar tumbuh menjadi generasi cemerlang. Selain tu, negara akan menetapkan aturan tegas sebagai kontrol sosial bagi siapa saja yang melanggar hak-hak anak seperti tindakan bullying, pelecehan, dan sebagainya.
Dalam negara Islam, jaminan pendidikan gratis adalah keniscayaan. Semua pembiayaan pendidikan melalui mekanisme baitul mal. Sumber daya alam akan dikelola sendiri oleh negara yang hasilnya akan dikembalikan kepada rakyat seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan. Itu merupakan hak dasar rakyat yang akan ditanggung oleh negara.
Allahu a’lam.
Via
OPINI
Posting Komentar