OPINI
Perempuan dan Anak Palestina Terus Dirundung Derita
Oleh: Yuke Octavianty
(Forum Literasi Muslimah Bogor)
TanahRibathMedia.Com—Peperangan di Gaza masih belum berakhir. Bahkan dilaporkan peperangan yang terjadi semakin tidak manusiawi. Setelah dibentuknya BoP (Board of Peace), peperangan bukannya mereda, justru Israel terus menyerang Gaza tanpa belas kasihan.
Zionis Makin Zalim
Peperangan kali ini kian sadis. Penjajah zionis dilaporkan menggunakan senjata terlarang dalam peperangan. Bom termobarik disebutkan telah digunakan untuk "menguapkan" warga Gaza. Senjata bom dengan tekanan tinggi dengan suhu lebih dari 3.500°C telah melahap warga Gaza tanpa sisa (kompas.com, 14-2-2026).
Senjata termobarik merupakan bentuk kejahatan perang yang paling sadis. Tidak ada jejak jasad. Para ahli dan saksi mata menyebutkan senjata termobarik seringkali disebut sebagai bom vakum atau bom aerosol karena cara kerja bom yang menghasilkan ledakan dahsyat dengan panas ekstrim (cnnindonesia.com, 14-2-2026).
Penggunaan bom tersebut dilarang dalam tata hukum perang internasional dan berpotensi melanggar hukum perang. Beragam jenis peledak dilaporkan telah digunakan untuk "melenyapkan" Gaza. Salah satunya MK-84, Hammer, jenis bom berkekuatan besar yang mampu menghasilkan panas ekstrim hingga 3.500°C. Bom jenis ini mampu membakar gedung-gedung besar sekaligus "mengabukan" manusia di dalamnya. Selanjutnya ada GBU-39, yakni bom presisi yang dirancang untuk menghancurkan bagian dalam bangunan dengan kerusakan minimal di luarnya. Ada juga peledak jenis BLU-109 (bunker buster), sejenis peledak yang mampu menembus bangunan dan meledakkannya di ruangan tertutup. Bom ini juga menghasilkan bola api yang mampu melahap segala sesuatu di sekitarnya.
Dari berbagai jenis peledak yang digunakan, sudah pasti ada negara adidaya yang menjadi pemodal utama. Ya, inilah Amerika Serikat yang selalu ada di balik gerakan zionis. Berdasarkan laporan investigasi al Jazeera, " The Rest of the Story", tidak kurang dari 2.842 warga, di antaranya perempuan dan anak-anak yang terus menjadi sasaran perang.
Penggunaan senjata termobarik oleh Israel menunjukkan kezaliman tersistematis secara modern dan jauh dari nilai kemanusiaan. Menjadi sangat gamblang bahwa yang dilakukan zionis Israel tidak hanya peperangan namun genosida yang terus-menerus dilakukan.
Gempuran tanpa henti yang dilakukan Israel terus menyasar warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Pelanggaran Hak Asasi Manusia terus dilanggengkan. Meskipun mata dunia melihatnya dengan jelas, namun negara-negara di dunia tidak mampu berkutik.
Tak ada yang mampu menghentikan karena semuanya berhubungan dengan kebijakan negara diktator adidaya, Amerika Serikat.
Kejahatan perang yang dilakukan zionis tak bisa dibiarkan. Karena kejahatan dan kezaliman yang dilakukan telah melampaui batas-batas nilai kemanusiaan. Sistem yang kini diterapkan telah memandulkan kekuatan pembelaan dunia. Negara-negara muslim menjadi lemah karena dalam kendali kuasa Amerika Serikat, tangan besi kapitalisme sekularistik. Segala bentuk kebijakan ditetapkan atas dasar kepentingan penguasaan materi. Imperialisme ala Barat yang mengutamakan keserakahan penguasaan materi menjadi satu konsep yang dipilih.
Akhirnya Nilai kemanusiaan dikesampingkan. Jumlah nyawa yang hilang pun tak dipedulikan. Betapa rusaknya tatanan sistem destruktif yang tak layak menjadi sandaran aturan kehidupan. Sistem rusak ini hanya mampu meluluhlantakkan kemuliaan kehidupan manusia.
Islam Ideologis, Satu-satunya Solusi
Allah Swt. berfirman:
"Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung." (TQS. Ali 'Imran: 104)
Membebaskan Palestina dari cengkeraman zionis tidak cukup ditempuh dengan langkah-langkah simbolik dan sekedar kecaman. Pembelaan tehadap Gaza dan Palestina dibutuhkan kesungguhan dan keberanian sikap dari para pemimpin negeri-negeri Muslim. Kepemimpinan Islam wajib diwujudkan melalui perjuangan untuk menyatukan pemikiran, perasaan dan kekuatan kaum muslim dunia.
Perjuangan tersebut menuntut adanya persatuan umat Islam di bawah kepemimpinan yang kuat dan menyeluruh. Inilah sistem Islam dalam satu institusi yang dicontohkan Rasulullah saw., khilafah. Bentuk kepemimpinan yang dapat menjadi perisai kokoh bagi kaum Muslim, termasuk dalam melindungi Palestina dari berbagai bentuk kezaliman dan penindasan. Dalam wadah inilah, pasukan kaum muslim dapat membela dan menggetarkan musuh-musuh Islam.
Strategi perang, kekuatannya serta sumber biaya yang melimpah untuk menguatkan pasukan Islam. Semuanya ditetapkan dalam khilafah yang memiliki ekonomi tangguh. Baitul Maal menjadi satu pos tangguh yang menguatkan jalan dakwah sekaligus untuk mengusir musuh dari tanah kaum muslim.
Perjuangan melanjutkan kehidupan Islam dan memperjuangkan tegaknya khilafah tidak hanya sekadar angan-angan. Akan tetapi membutuhkan jalan dan strategi dakwah yang terarah, istiqomah, dan berkelanjutan. Dibutuhkan upaya yang optimal untuk membangun kesadaran umat tentang pentingnya persatuan dan pembelaan terhadap sesama kaum muslim yang harus dilakukan secara sistematis melalui penyampaian dakwah dan syariah Islam secara menyeluruh dan ideologis.
Dengan persatuan yang kokoh, umat Islam harus yakin dan mampu membangkitkan kaum muslim dunia, menghadirkan kekuatan yang bukan hanya sanggup menghadapi kezaliman, tetapi juga meluaskan keadilan, penjagaan, serta menebarkan keberkahan dan rahmat Allah Swt. bagi seluruh umat manusia.
Wallahu a‘lam bisshawwab.
Via
OPINI
Posting Komentar