SP
Kebangkitan Umat Islam Melemahkan Amerika Serikat
TanahRibathMedia.Com—Kota mulia yang sepatutnya menjadi kekuasaan dan kekuatan kaum muslimin telah diambil alih oleh para penguasa kafir dengan memusnahkan jiwa-jiwa suci dan menghancurkan tempat tinggal mereka. Padahal, Rafah adalah kota paling selatan Gaza yang dihuni 280.000 jiwa, seketika lenyap dibombardir peluru-peluru musuh Allah.
Kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Gaza, Palestina, tidak hanya sekadar menghancur leburkan puing-puing bangunan di sana. Bahkan, kedua negara ini berencana untuk melakukan program baru di wilayah sekitar Gaza untuk mengubah wilayah tersebut menjadi Riviera Timur Tengah atau bisa disebut dengan Gaza Baru.
Program yang direncanakan oleh Amerika Serikat dan Israel ini mendapatkan bantuan dari kelompok Dewan Perdamaian Gaza (DPG) untuk menguasai bidang politik dan ekonomi dunia dengan mengajak negara tetangga Palestina, di antaranya ada Turki, Mesir, Yordania dan Iran. Amerika Serikat juga baru mempersilahkan Israel untuk membuka gerbang perbatasan Rafah dengan Mesir atas siasat keuntungan ekonomi semata.
Padahal wilayah Gaza beserta sekitarnya merupakan wilayah kekuasaan dan kekuatan umat Islam, lantas wilayah tersebut tidak boleh berada pada kekuasaan penguasa kafir. Peristiwa ini terjadi sebab kaum muslimin tidur dan dilenakan oleh hiruk pikuk masalah dalam negeri masing-masing. Di sisi lain, negara yang mengemban sistem kapitalis - sekuler hanya bisa tunduk patuh pada perintah pemegang kekuasaan dunia, sebab terjerat utang, perjanjian dan rencana-rencana yang bersifat sementara belaka. Sistem yang membuat negara dan rakyatnya sengsara dan tidak memiliki kemampuan untuk mengembalikan keadaan seperti sedia kala.
Hal ini menunjukkan bahwa umat muslim hari ini membutuhkan sebuah kekuatan untuk menghilangkan batas antarnegara, yang akhirnya membuat para penguasa negeri muslim abai terhadap masalah Palestina. Kekuatan tersebut tidak lain dan tidak bukan adalah kekuatan negara. Negara yang mampu menerapkan Islam di dalam kehidupan, yakni negara Islam. Negara ini tidak mungkin tunduk dan patuh pada kebijakan penguasa kafir.
Negara Islam memiliki tugas untuk menyiarkan dakwah ke seluruh dunia. Jika ada yang menolaknya maka akan dibebankan jizyah. Jika masih tidak mau barulah pilihan terakhir, yakni jihad. Hal ini menunjukkan atas kemuliaan dan kekuatan Islam dalam berdaulat. Dari sini akan tampak kelemahan Amerika Serikat dan Israel setelah semua negara-negara muslim bangun dan bangkit menegakkan hak-hak Islam dan kesejahteraan Gaza.
Wallahu 'alam.
Zahra Assingkany
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar