Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Dewan Perdamaian Gaza, Siasat Licik Penjajah Menguasai Palestina Seutuhnya
OPINI

Dewan Perdamaian Gaza, Siasat Licik Penjajah Menguasai Palestina Seutuhnya

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Yetti
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Dunia baru saja dihebohkan oleh Trump yang baru saja mengumumkan pembentukan ‘Board of Peace’ atau Dewan Perdamaian. Dewan ini digadang-gadang Trump sebagai organisasi internasional yang mengurusi perdamaian dunia sebagai pengganti Dewan Keamanan PBB yang telah gagal menjalankan perannya.

Pembentukan Dewan Perdamaian ini diluncurkan hanya beberapa hari setelah Trump membuat kekacauan dunia dengan menculik presiden Venezuela dan mendalangi demo mematikan di Iran. Trump bersama sahabatnya Netanyahu, dengan karakter premanismenya, menawarkan perdamaian kepada dunia melalui Board of Peace. Sungguh sebuah ironi yang absurd dan penuh tipu daya ketika para penjahat kemanusiaan bersatu menawarkan perdamaian kepada dunia. Lebih parahnya lagi terdapat 60 negara yang bergabung dengan dewan ini dan banyak di antaranya negara-negara muslim, termasuk Indonesia. 

Misi pertama dan utama Board of Piece ini adalah rekontruksi Gaza, Palestina. Mereka secara terang-terangan di bawah komando Trump merebut kedaulatan Negara Palestina dan mencabut hak kebebasan hidup rakyat Gaza. Ini adalah tipu daya licik penjajahan yang berkedok perdamaian dan pembangunan ekonomi Gaza. Mereka sengaja merancang strategi ini untuk menghilangkan jejak kejahatan genosidanya di Gaza. Jared Kushner, menantu Trump sebagai arsitek utama rekontruksi Gaza telah membeberkan Grand Design New Gaza di Forum Ekonomi Dunia di Davos (mediaindonesia.com, 23 Januari 2026). Sepanjang pantai Gaza akan dibangun ratusan gedung-gedung tinggi pencakar langit yang dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas modern. Grand design ini sejalan dengan ‘masterplan’ Benjamin Netanyahu untuk kejayaan Israel Raya ke depannya. Namun, untuk mewujudkan rencana ini pastinya rakyat Gaza yang masih tersisa otomatis akan diusir secara paksa dari tanahnya sendiri. Inilah sejatinya inti dan tujuan utama yang tersembunyi di balik ‘grand design’ mereka.

Sungguh miris fakta-fakta yang disajikan dunia saat ini. Pemimpin-pemimpin negeri muslim bersama dengan musuh Islam mengeroyok saudaranya di Palestina dengan kedok perdamaian dunia. Bahkan untuk mewujudkan visi-misi Trump dan Netanyahu, para presiden negeri-negeri muslim ini ikut secara lantang mengkampanyekan kepada dunia bahwa perdamaian Palestina hanya bisa terwujud kalau semua orang mengakui, menghormati, dan menjamin keamanan Israel. Sungguh mereka tidak malu-malu lagi memproklamirkan pengkhianatannya terhadap Islam terutama kepada rakyat Palestina. Mereka dengan kebodohannya secara sukarela bersedia membayar keanggotaan menjadi budak musuh-musuh Islam untuk membunuh saudaranya sendiri serta memusnahkan warisan kiblat pertama agama Islam. Sungguh ini adalah kemenangan yang nyata bagi musuh-musuh Islam yang disertai gelak tawa kepuasan Israel dan Amerika Serikat. 

Dewan perdamaian ini sejatinya hanyalah instrumen Amerika dan Zionis untuk melancarkan penguasaan sepenuhnya terhadap Gaza dan Palestina. Mereka berambisi untuk menghapuskan kedaulatan Palestina seutuhnya, mematikan spirit jihad dan perjuangan rakyat Gaza dalam memerangi penjajah Israel, merampas hak rakyat Gaza dan Palestina dalam menentukan masa depan tanah air mereka, menjual tanah mereka kepada Amerika, Zionis dan kapitalis global yang terlibat dalam investasi proyek New Gaza. Lebih jauh lagi rencana pembangunan ini bertujuan untuk menutup peluang sekecil apapun kemerdekaan Palestina dan cita-cita mereka untuk terlepas dari penjajahan Zionis serta campur tangan asing. 

Ini adalah bagian dari strategi penjajah Amerika dan Zionis. Ironisnya sebagian negara muslim justru menyambut rencana Dewan Perdamian ini tanpa menyadari mereka sedang melegitimasi proyek penghapusan Palestina secara sistematis dari peta dunia. 

Sejatinya akar permasalahan Palestina berawal dari pendudukan wilayah Islam oleh penjajah Zionis dengan dukungan penuh Amerika dan Inggris ketika Kekhilafahan Utsmaniyah mulai runtuh. Palestina termasuk Gaza selama berabad-abad telah menjadi bagian wilayah muslim yang hidup berdampingan dengan pemeluk agama nasrani dan yahudi di bawah payung pemerintahan Khilafah Islamiyah. Situasi berubah drastis setelah runtuhnya Kekhilafahan dan Inggris membuka jalan seluas-luasnya untuk Zionis datang ke Palestina melalui Deklarasi Balfour. Pendudukan Palestina secara resmi dideklarasikan tahun 1948. Sejak itu Palestina secara resmi dijajah Israel hingga hari ini.

Pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis Israel sulit diwujudkan dengan mengandalkan kekuatan jihad lokal yang terfragmentasi dan terus dilemahkan. Karena itu kepemimpinan politik global umat Islam sangat dibutuhkan sebagai pemersatu kekuatan Islam dalam menghadapi penjajah Israel dan sekutu-sekutunya. Dengan adanya Khilafah maka pembelaan terhadap Palestina lebih berpower, efektif, terorganisir dan sesuai dengan tuntunan dari Allah Swt. melalui syariat-Nya. 

Khilafah mampu menggerakkan umat Islam secara kolektif, mengerahkan pasukannya berjihad melawan penjajah Zionis sebagaimana yang disyariatkan Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 191: “Perangilah mereka di mana pun kamu jumpai dan usirlah mereka dari tempat mereka mengusirmu”. Allah Swt. juga telah melarang umat Islam memberikan loyalitas politik kepada kekuatan yang memusuhi Islam dan kaum muslim sebagaimana firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 141 yang menyatakan: "Allah tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk mengalahkan orang-orang mukmin”.

Atas dasar inilah umat Islam dan seluruh pemimpinnya diwajibkan menentang makar-makar Amerika dan Zionis dalam menguasai Gaza. Ketika belum berdirinya Institusi Kekhilafahan, jihad defensif rakyat Gaza dan umat Islam di sekitarnya tetap berlaku sebagai bentuk perlawanan terhadap penjajahan. Namun perjuangan utama untuk melanjutkan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah harus makin diprioritaskan dan segera diwujudkan. Perjuangan ini hanya dapat diraih dengan keseriusan membangun kesadaran umat dan menyebarkan dakwah politik ideologis sebagai dasar untuk perubahan yang nyata dan kebangkitan umat Islam kedepannya.

Wallahu'alam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama Tak ada hasil yang ditemukan
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Dewan Perdamaian Gaza, Siasat Licik Penjajah Menguasai Palestina Seutuhnya

Tanah Ribath Media- Februari 04, 2026 0
Dewan Perdamaian Gaza, Siasat Licik Penjajah Menguasai Palestina Seutuhnya
Oleh: Yetti (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia baru saja dihebohkan oleh Trump yang baru saja mengumumkan pembentukan ‘ Board…

Most Popular

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Februari 02, 2026
Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Februari 03, 2026
Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Februari 03, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Potret Buram Pendidikan Indonesia, Buah Sistem Sekularisme

Februari 02, 2026
Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Dunia Menanti Pemimpin Perdamaian Global

Februari 03, 2026
Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Guru Dikeroyok Siswa, Murid Dihina Guru, Ada Apa dengan Dunia Pendidikan?

Februari 03, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us