Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Miris, Negara yang Mengaku Super Power Ternyata Sumber Banyak Masalah
OPINI

Miris, Negara yang Mengaku Super Power Ternyata Sumber Banyak Masalah

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
03 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Lijan 
(Aktivis Muslimah)

TanahRibathMedia.Com—Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump semakin memperlihatkan arogansinya, mempertegas keinginannya untuk mengendalikan sistem kehidupan manusia. Perang seakan tidak kunjung berakhir. AS terus melancarkan penyerangan ke beberapa wilayah incarannya (Somalia, Suriah, dan Yaman). Serangan mematikan AS di Venezuela yang menggulingkan presidennya mengundang banyak kecaman. Memunculkan kepanikan dunia seolah tidak ada yang dapat melawannya.

Mengapa Amerika menjadi Negara Adidaya?

Bukan hanya menjadi negara berpengaruh dalam perkembangan dunia modern. Dunia di bawah kendali AS semakin terjajah, menderita, dan semakin sekuler. Ideologi kapitalismenya menunjukkan keserakahan kepemimpinan secara global. Ulasan Liputan6.com (29-12-2025), Amerika Serikat terus mempertahankan statusnya sebagai negara adidaya utama berdasarkan penilaian pada kombinasi kekuatan ekonomi, militer, demografi, geografis, dan institusional yang relatif unggul dibandingkan negara lain seperti China dan Rusia. Namun kekuasaannya tidak dapat memberikan rasa aman, melainkan kegaduhan yang terasa tak berujung.

Dikutip dari Sindonews.com (20-01-2025), Donald Trump mengerahkan pesawat Komando Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) untuk mengakuisisi wilayah semi-otonom Denmark. Komando tersebut dilakukan sesuai dengan rencana penguasaan Greenland. Terlihat jelas ini sebuah ancaman dan pemaksaan dalam mengakuisisi sebuah wilayah. Memperlihatkan bahwa AS ingin dikenal sebagai negara kuat yang bisa melakukan apapun, tanpa memperhatikan kesejahteraan dan keadilan.

Pemasok Senjata Terbanyak untuk Melakukan Genosida Gaza

Negara yang mengeklaim super power ini menjadi pemasok senjata terbesar Israel di tengah serangannya ke Gaza. Dikutip dari Tempo.co (18-09-2025), menurut laporan Newsweek Amerika Serikat adalah pemasok utama senjata ke Israel, menyediakan 69 persen impor senjata konvensional daei tahun 2019-2023. Washington juga memperkuat militer Israel dengan sistem pertahanan udara, amunisi pemandu presisi, artileri, peluru tank, dan senjata ringan. Israel telah menerima pengiriman 50 ribu ton persenjataan sejak perang Gaza meletus, Israel masih diperkuat tiga kapal induk dan sejumlah kapal perang AS. (Kompas.id, 27-08-2024).

Keberlanjutan operasi peperangan ini berdasarkan pada perdagangan senjata dan pembagian wilayah jajahan yang menghitung untung rugi para pemimpin dunia. AS menegaskan siap mendukung penuh Israel untuk menyerang berbagai negara sekitarnya dengan alasan pencegahan. Peperangan yang ditimbulkan berdampak pada bencana ekologis di dunia, dan merusak sendi-sendi kehidupan tanpa memedulikan tatanan hukum internasional dan kecaman masyarakat dunia.

Rindu Kepemimpinan Global yang Menjamin Keamanan, Bukan Prioritas Keuntungan

Krisis kepemimpinan global tidak jauh dari ideologi kapitalisme yang jauh dari tatanan hukum Islam yang penuh rahmat. Krisis itu ditandai dengan melimpahnya aturan politisi yang hanya mengejar kekuasaan, dan menormalisasi pelanggaran etika.

Tipisnya empati para pemimpin dunia terhadap peperangan yang terjadi menunjukkan wajah asli para pemuja asas sekularisme, yakni pemisahan agama dari kehidupan dan dari kekuasaan. Hal ini menunjukkan tidak adanya kendali yang dapat mengikat para pemimpin. Semua aturan yang ada dengan mudah diciptakan dan diubah sesuai kebutuhan ambisi kekuasaannya.

Akan berbeda kondisinya apabila kehidupan kepemimpinan global berlandaskan pada iman dan takwa. Kendali diri mereka adalah rasa tanggungjawab dan takut kepada Sang Pencipta. Para pemimpin yang bertakwa akan menegakkan keadilan dan menghapus kezaliman yang merugikan dunia. Keimanan dan ketakwaan akan menghadirkan para pemimpin berkualitas.

Terwujudnya keadilan yang hakiki tidak dapat berjalan hanya mengandalkan pemimpin yang baik. Namun, sistem yang berjalan juga harus berasal dari Tuhan yang Maha Adil. Pemimpin yang bertakwa akan yakin tidak ada hukum terbaik bagi manusia kecuali Allah Swt. Penerapan hukum Allah (syariat Islam) bersifat pasti dan jelas. Tidak memberikan hak keistimewaan kepada siapa pun, jelas batas halal haram, keadilannya tanpa memandang materi atau keuntungan yang didapatnya.

Wallahualam bissawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025
Borok Pendidikan akibat Meninggalkan Aturan Tuhan

Borok Pendidikan akibat Meninggalkan Aturan Tuhan

Februari 03, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025
Borok Pendidikan akibat Meninggalkan Aturan Tuhan

Borok Pendidikan akibat Meninggalkan Aturan Tuhan

Februari 03, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us