OPINI
Kunjungan Kerja ke Inggris, Ada Agenda Barat untuk Meracuni Umat
Oleh: Ummu Hamzah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
TanahRibathMedia.Com—Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja dalam rangka memperkuat hubungan bilateral dan kemitraan strategis antara Indonesia dan Inggris pada Minggu (18-1-2026). Salah satu agendanya adalah menjajaki kerja sama dengan beberapa universitas terkemuka di Inggris di bawah naungan Russell Group. Prasetyo mengatakan, ada kemungkinan universitas-universitas itu akan membuka kampus baru di Indonesia demi mengejar ketertinggalan pada sektor teknologi hingga kedokteran (Kompas.com, 19-1-2026).
Lembaga pendidikan semisal universitas atau perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan. Berfokus pada pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas demi kemajuan suatu bangsa. Sistem dan kurikulum pendidikan akan dirancang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Dengan kata lain universitas akan mencetak generasi yang akan mendukung tercapainya tujuan tersebut.
Dalam hal ini, Barat menjadikan universitas sebagai alat untuk mencetak generasi sesuai kehendaknya. Barat tahu betul bagaimana caranya menguasai dunia tanpa harus angkat senjata. Lembaga pendidikan sekelas universitas menjadi tempat teraman bagi mereka untuk meracuni pemikiran setiap manusia yang ada di dalamnya khususnya umat Islam.
Lihatlah bagaimana Barat yang begitu antusias dalam meneliti dan mengkaji semua hal yang berhubungan dengan Islam. Tidak sedikit universitas di Barat yang bahkan membuka studi khusus tentang Islam. Mereka juga aktif mengundang kaum muslim untuk berbondong-bondong belajar dan mencari gelar di universitas yang mereka banggakan. Bukankah hal ini patut untuk dicurigai? Mungkinkah ada agenda besar yang mereka rancang untuk menguasai dunia dan menghancurkan Islam?
Agenda Kaum Penjajah
Permusuhan antara Islam dan Barat memang sudah lama terjadi. Sebagaimana haq dan bathil yang pasti tidak akan pernah bisa bersatu. Kaum kafir penjajah akan senantiasa berusaha menjerat kaum muslim dengan sistem hidup mereka. Serta menjebak mereka agar tidak bisa kembali kepada cahaya Islam. Segala cara dilakukan demi untuk menghancurkan dan melenyapkan Islam dari muka bumi.
Sayangnya rencana untuk melenyapkan Islam dan umatnya tentu bukan perkara mudah. Bagi Barat akan sangat merepotkan jika seorang muslim masih terikat erat dengan ajaran Islam. Bahkan seorang muslim pun rela mati demi mempertahankan agamanya. Maka langkah untuk memisahkan muslim dengan Islam menjadi jalan pembuka dari misi ini. Sekularisme pun berhasil menjadi asas bagi kehidupan sebagian besar umat Islam saat ini sekaligus menjadi asas kehidupan bernegara.
Tidak cukup sampai di situ, misi berlanjut dengan memasukan tsaqofah asing ke dalam kurikulum pendidikan, di mana sistem pendidikan yang berlaku merupakan sistem sekuler. Hal inilah yang kemudian menjadikan kaum muslim teracuni oleh pemikiran Barat. Kurikulum dibuat sedemikian rupa agar barat terlihat seperti pahlawan yang harus dikagumi, sedangkan Islam digambarkan hanya sebatas agama ritual. Sejarah Islam sebagian dikaburkan dan sebagian lain dikuburkan. Lembaga pendidikan kini tak lagi bisa diharapkan, bahkan akidah kaum muslim pun sekarang dipertaruhkan.
Inilah yang sedang dilakukan oleh kaum penjajah di sebagian besar negeri Islam, termasuk di Indonesia. Sejatinya mereka tau bahwa kelak Islam akan bangkit kembali. Untuk itulah mereka berkerja keras dalam upaya merendam atau bahkan merusak arah kebangkitan tersebut.
Arah Kebangkitan Umat
Sungguh menarik ketika Menteri Sekretaris Negara mengatakan bahwa Indonesia ingin bekerja sama dengan universitas Barat (Inggris) demi mengejar ketertinggalan dalam bidang teknologi hingga kedokteran. Padahal universitas Barat sendiri mendapatkan ilmu dasar tentang teknologi dan kedokteran dari para ilmuwan Islam. Tanpa ilmu dasar itu, teknologi tidak akan pernah secanggih hari ini. Tanpa ilmu dasar itu kedokteran juga tidak akan bisa berkembang seperti sekarang. Dengan kata lain tanpa adanya Islam dan peradabannya dunia tidak akan bisa maju.
Sayangnya peradaban Islam yang gemilang itu hanya dianggap sebagai sejarah semata. Mereka bilang itu masa lalu yang tidak perlu direka ulang. Namun anehnya keilmuan dan penemuan penting yang berasal dari peradaban Islam mereka ambil dan pelajari dengan seksama. Padahal jelas, semua hal penting itu berasal dari sebuah sistem kehidupan yang luar biasa.
Tercatat bahwa Islam memberikan kontribusi besar dalam kemajuan peradaban di dunia. Bagaikan cahaya yang menerangi kehidupan manusia. Islam benar-benar hadir memberikan solusi atas segala permasalahan yang terjadi. Terbukti selam 13 abad lamanya peradaban Islam berdiri memimpin dunia ke arah kebangkitan. Ingat bagaimana kondisi Barat (Eropa) sebelum tersentuh dengan peradaban Islam? mereka terkenal dengan sebutan ‘the dark age’ (masa kegelapan). Namun akhirnya mereka mampu bangkit karena pengaruh peradaban Islam.
Umat Islam harus tau, bahwa sejatinya merekalah pemegang kunci kejayaan. Umat Islam pun harus paham, bahwa hanya Islam satu-satunya jalan menuju ke arah kebangkitan. Yang terpenting, umat Islam harus yakin bahwa kemenangan Islam adalah sebuah keniscayaan.
Wallahu 'alam.
Via
OPINI
Posting Komentar