Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Ketika Lumpur Lebih Diperjuangkan daripada Rakyatnya
SP

Ketika Lumpur Lebih Diperjuangkan daripada Rakyatnya

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
26 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp




TanahRibathMedia.Com—Bencana lumpur telah merenggut rumah, lingkungan, dan penghidupan ribuan warga.
Namun di tengah rasa kehilangan itu, publik justru dikejutkan oleh pernyataan Presiden yang menyoroti ketertarikan pihak swasta untuk memanfaatkan lumpur tersebut.

Wacana yang mengemuka bukan lagi soal evakuasi, pemulihan psikologis, atau jaminan hidup para korban, melainkan potensi ekonomi, nilai komersial, dan peluang pemasukan bagi daerah. Seakan-akan bencana ini adalah berkah bisnis, bukan musibah yang menghancurkan hidup.

Ketika Hati Masyarakat Teriris

Mari kita jujur. Siapa yang tidak tercengang mendengar narasi seperti ini? Di saat rumah-rumah terkubur lumpur, di saat orang tua tidak tahu dari mana makan hari ini, di saat anak-anak tidur di tenda darurat sambil menahan trauma justru muncul narasi: “Ada peluang investasi di balik lumpur.” Tak salah jika masyarakat marah, kecewa, bahkan merasa dikhianati. Apakah negara benar-benar hadir untuk mereka? Atau rakyat hanya angka di kolom kerugian, sementara potensi keuntungan lebih diprioritaskan? Perasaan itu valid karena kemanusiaan tidak boleh dikalahkan oleh kalkulator ekonomi.

Sikap dan arah kebijakan harus diluruskan kembali. Yang dibutuhkan masyarakat saat ini bukan perhitungan laba, tapi sebuah tindakan nyata, yaitu pemulihan menyeluruh dan cepat bagi seluruh warga terdampak, pemetaan kebutuhan jangka pendek hingga jangka panjang (hunian, psikososial, pekerjaan, pendidikan), pengungkapan tanggung jawab pihak penyebab bencana dan memastikan mereka ikut menanggung biaya pemulihan, penghentian sementara seluruh wacana komersialisasi hingga korban benar-benar pulih, kebijakan yang memuliakan manusia, bukan materi.

Solusi dimulai dari kesadaran bahwa rakyat bukan objek kapitalisasi. Islam tidak pernah menempatkan rakyat di belakang persoalan ekonomi justru sebaliknya. Pemimpin adalah pelayan umat, bukan pengelola proyek pribadi. Kekuasaan adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Allah. Harta benda umat dan sumber daya alam adalah hak rakyat, bukan komoditas yang bisa diperjualbelikan ketika rakyat sedang menderita. 

Rasulullah saw. bersabda:
“Pemimpin adalah pengurus rakyat, dan dia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.”

Ayat dan hadis menegaskan bahwa egara wajib hadir membela rakyat yang terlukai, sebelum melihat peluang ekonomi. Saatnya Kita Bergerak Bersama untuk pemulihan pasca bencana. Bencana tidak boleh menjadi industri. Penderitaan tidak boleh menjadi pintu keuntungan. Karena itu, kita perlu bersuara:

- Tuntut pemerintah mengutamakan pemulihan rakyat, bukan pasar. 
- Awasi setiap kebijakan dan narasi yang bergeser dari kemanusiaan. 
- Edukasi masyarakat bahwa kita berhak atas keadilan dan perlindungan. 
Bangsa ini hanya bisa pulih jika negara ingat jati diri dan perannya: melayani rakyat, bukan modal.

Hikmah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us