Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Dunia Membutuhkan Kepemimpinan Global yang Membawa Rahmat
OPINI

Dunia Membutuhkan Kepemimpinan Global yang Membawa Rahmat

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
25 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Nurhy Niha
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Awal Januari 2026 ini kita disajikan wajah dunia yang lelah. Bumi sedang merintih dalam dekapan sistem yang semakin rapuh dan menyesakkan. Di bawah kendali global Amerika Serikat dengan ideologi kapitalisme sekulernya, kita seolah dipaksa menyaksikan panggung sandiwara ketidakadilan yang kian hari kian tak masuk akal. 

Tragedi besar yang pecah di awal tahun, dilansir dari RMOL.id (04-01-2026) melaporkan kian agresifnya kehadiran militer Amerika Serikat di Venezuela, sebuah tindakan yang kian mengaburkan makna kedaulatan bangsa-bangsa merdeka. Arogansi global ini pun semakin tak terbendung dan seolah telah kehilangan rasa malu di hadapan hukum internasional. Ini semakin menyadarkan kita akan sebuah realitas pahit bahwa hukum internasional hanyalah "macan kertas" yang tak berdaya di hadapan kepentingan sang penguasa. Tindakan pendudukan dan ancaman militer seolah menjadi alat komunikasi resmi mereka untuk mendikte dunia agar tunduk pada satu komando yang zalim.

Fakta di lapangan tidak bisa lagi didustakan oleh retorika manis demokrasi. Kepemimpinan kapitalisme global telah menciptakan standar ganda yang melukai rasa keadilan kita semua. Di satu sisi, mereka berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi di sisi lain, kebijakan ekonomi dan politiknya justru membuat umat Islam menderita dalam kemiskinan sistemis dan ketergantungan yang akut. 

Umat Islam, yang seharusnya menjadi pembawa obor peradaban dan pemberi arah bagi kemanusiaan, justru terjebak dalam kondisi yang memilukan, terjajah secara pemikiran, lemah secara politik, dan kian tercabut dari akar spiritualitasnya akibat arus sekularisme yang begitu menderu melalui berbagai lini kehidupan.

Negeri-negeri Muslim yang kaya akan sumber daya alam justru menjadi budak di rumah sendiri, sementara kekayaannya dikeruk habis untuk menyokong gaya hidup mewah di belahan dunia Barat. Inilah potret nyata dari sebuah ideologi yang meletakkan materi di atas segalanya, mengabaikan rohani, dan memuja kemanfaatan sesaat yang menghancurkan masa depan.

Keserakahan ini pun membawa dampak yang lebih mengerikan dan kehancuran ekologis yang masif. Dilansir dari Mata Kalteng (04-01-2026), ketimpangan ekonomi global saat ini disebut sebagai wajah nyata kegagalan total kapitalisme, di mana alam diperlakukan hanya sebagai komoditas yang diperas habis. Dampaknya terasa nyata di depan mata kita sendiri. 

Kita tidak bisa menutup mata dengan serangkaian bencana banjir bandang dan longsor dahsyat di Sumatra. Bencana yang mengakibatkan ribuan warga mengungsi dan korban jiwa berjatuhan bukanlah sekadar "takdir" alam yang tak terelakkan, tetapi buah pahit dari kebijakan pembangunan yang abai. Pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian ekologis demi mengejar angka pertumbuhan materi sesaat. Kapitalisme bukan lagi sekadar sistem ekonomi, ia telah menjelma menjadi mesin raksasa yang menggilas kelestarian bumi demi tumpukan cuan bagi segelintir elite korporasi global.

Kerusakan ini tidak berhenti pada urusan fisik dan geografi semata. Ideologi kapitalisme sekuler telah menyusup hingga ke relung hati dan merusak seluruh sendi kehidupan umat Islam. Merusak akidah melalui paham liberalisme yang membuat manusia merasa berhak menentukan standar baik dan buruk tanpa panduan wahyu. Mengacak-acak muamalah dengan jeratan riba yang mencekik ekonomi rakyat jelata. Menghancurkan akhlak generasi muda melalui budaya hedonisme yang disalurkan lewat media dan teknologi, hingga sistem pendidikan kita pun kehilangan ruh ketuhanannya. Kita sedang menghadapi serangan multidimensi yang bertujuan memadamkan cahaya Islam dari kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Di tengah kegelapan dunia ini, solusi yang kita butuhkan bukanlah sekadar tambal sulam di atas sistem yang sudah usang dan cacat sejak lahir. Solusi hakiki itu ada pada kembalinya kita kepada Mabda Islam. Islam hadir bukan sekadar sebagai agama ritual, melainkan sebuah ideologi yang memiliki jawaban tuntas atas keruwetan dunia. Keberadaan Mabda Islam adalah modal utama bagi kebangkitan umat untuk melawan penguasa yang zalim. 

Solusi hakiki yang kita butuhkan adalah penegakan kepemimpinan Islam, yakni Khilafah Islamiyah sebagai institusi politik yang akan menerapkan syariat secara kaffah. satu-satunya harapan untuk mengembalikan tatanan kehidupan dunia yang penuh rahmat, di mana keadilan tidak lagi menjadi barang mewah yang hanya dimiliki oleh mereka yang berkuasa.

Dalam konstruksi kepemimpinan Islam, pengelolaan sumber daya alam akan mengalami revolusi total. Islam memandang kekayaan alam yang melimpah seperti tambang, minyak, dan energi sebagai milik umum (milkiyyah ammah) yang haram diserahkan kepada korporasi swasta apalagi asing. 

Kepemimpinan Islam akan mengelolanya secara mandiri dan hasilnya dikembalikan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat dalam bentuk layanan pendidikan berkualitas, fasilitas kesehatan canggih, dan infrastruktur gratis. Tidak akan ada lagi rakyat yang menderita di atas tumpukan emas dan minyaknya sendiri. Inilah keadilan ekonomi yang mustahil diwujudkan oleh sistem kapitalisme yang rakus dan eksploitatif.

Khilafah Islamiyah nantinya tidak hanya hadir sebagai pelindung bagi umat Muslim, tetapi menjadi perisai (junnah) bagi seluruh manusia tanpa memandang latar belakang. Ia akan melindungi kemanusiaan dari kedzaliman para diktator, kemungkaran yang merajalela, serta kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh syahwat industri tanpa batas. 

Dunia sudah terlalu lama berjalan dalam gelap dan keputusasaan. Sudah saatnya kepemimpinan global yang membawa rahmat harus kita jemput dengan keyakinan penuh pada janji Allah dan aturan Sang Khalik. Hanya dengan tegaknya kepemimpinan yang berlandaskan wahyu, bumi ini akan kembali merasakan kedamaian dan keberkahan yang hakiki bagi seluruh alam semesta.

Wallahualam bissawab
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Rajab dan Isra Mikraj sebagai Momen Membumikan Hukum Langit

Tanah Ribath Media- Januari 25, 2026 0
Rajab dan Isra Mikraj sebagai Momen Membumikan Hukum Langit
Oleh: Isma Nurani  (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Momen penting peringatan Isra Mikraj 2026 bagi umat Islam harus menjadi sebua…

Most Popular

Teror Konten Kreator Kritisi Rezim, Demokrasi Tak Tahan Kritik?

Teror Konten Kreator Kritisi Rezim, Demokrasi Tak Tahan Kritik?

Januari 25, 2026
Menakar Efektivitas Pembatasan Media Sosial pada Anak

Menakar Efektivitas Pembatasan Media Sosial pada Anak

Januari 25, 2026
Isra Mikraj: Dari Perintah Shalat Menuju Tegaknya Hukum Langit

Isra Mikraj: Dari Perintah Shalat Menuju Tegaknya Hukum Langit

Januari 25, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Teror Konten Kreator Kritisi Rezim, Demokrasi Tak Tahan Kritik?

Teror Konten Kreator Kritisi Rezim, Demokrasi Tak Tahan Kritik?

Januari 25, 2026
Menakar Efektivitas Pembatasan Media Sosial pada Anak

Menakar Efektivitas Pembatasan Media Sosial pada Anak

Januari 25, 2026
Isra Mikraj: Dari Perintah Shalat Menuju Tegaknya Hukum Langit

Isra Mikraj: Dari Perintah Shalat Menuju Tegaknya Hukum Langit

Januari 25, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us