PUISI
Alamat Bernama Keluarga
Oleh: Rianti Budi Anggara
TanahRibathMedia.Com—Bergulir mengikuti jalannya masa
cepat atau lambat hanya hitungan mata
Hidup bukan sekadar deret peristiwa
ia amanah yang kelak dimintai jawabnya
Terlihat sebuah rumah tua,
berdiri kokoh dimakan usia
Terjaga rapi rupa dan terawat adanya
namun iman kerap luput dalam jaga pemiliknya
Rumah yang berisi sebuah keluarga
termasuk aku
ya aku ada di dalam silsilahnya
Kami dipersatukan oleh takdir-Nya
namun tercerai oleh lalainya jiwa manusia
Aku salah seorang penghuninya
namaku sah dalam catatan keluarga negara
Namun asing rasanya tinggal selama bersama,
karena cinta suci tak berdasar Illahi adanya
Ia rumah, tapi bukan tempat sakinahnya
tenang tanpa ruh, ramai tanpa makna
Padahal keluarga adalah madrasah pertama
tempat akhlak ditanam dan dibentuk sejak jiwa bernama
Setiap sudut penuh pintu berjajar rata
namun jarang terbuka menuju takwa
Lisan fasih menyebut nama agama,
namun amal sering tertinggal di belakangnya
Ruang demi ruang tampak serasi semua
namun kosong dari mengingat Illahi dalam doa
Meja terhampar tanpa syukur yang nyata
kursi tersusun tanpa nasihat bermakna
Aku belajar sabar sebagai ibadah
sebab Rasul mengajar cinta dengan adab
Kupendam luka dalam sujud yang pasrah
karena Allah Maha Melihat, Maha Membalas
Jika keluarga belum menjadi surga
jangan biarkan ia berubah menjadi neraka
Bukankah firman-Nya telah nyata
peliharalah diri dan keluargamu dari api-Nya
Maka aku memilih menjaga iman meski seorang diri
menjadi cahaya walau redup berseri
Sebab hidayah tak menunggu ramai
ia turun pada hati yang bersedia taat dan kembali
Kelak jika aku membangun rumahku
akan kutegakkan salat sebagai tiangnya dulu
Agar alamat bernama keluarga
benar-benar menjadi jalan menuju rida-Nya
Via
PUISI
Posting Komentar