Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP Nasib Generasi Pasca Bencana
SP

Nasib Generasi Pasca Bencana

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
26 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



TanahRibathMedia.Com—Banjir bandang dan tanah longsor yang telah menerjang Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Bencana alam tersebut membuat ribuan sekolah mengalami kerusakan dan menggangu kegiatan belajar mengajar. Mendikdasmen prof.Abdul Mu'ti memaparkan dalam rapat kerja dengan komisi x, bahwa ada 2.798 satuan pendidikan yang terdampak, mengalami kerusakan hampir 5.421 ruang kelas, dan lebih dari 600 ribu siswa ketinggalan belajar, dikarenakan gangguan layanan pendidikan, banyaknya bangunan sekolah yang rusak, dan akses jalan dan jembatan yang terputus, dan sebagian sekolah juga digunakan sebagai posko pengungsian, melihat skala kerusakan tersebut komisi x meminta percepatan perbaikan infrastruktur pendidikan untuk memastikan layanan dasar segera kembali berjalan (Detikedu, 9-12-2025).

Sikap lambat pemerintah ini tidak dapat dilepaskan dari kebijakan pemerintahan dalam sistem Kapitalisme yang minim empati dalam melayani dan menghadapi bencana. Keselamatan manusia terabaikan tergantung kepentingan citra pasar dan pertumbuhan ekonomi. Semua ini bisa dilihat dari keengganan pemerintah dalam menetapkan bencana nasional, padahal bukti korban jiwa dan kerusakan infrastruktur sudah sangatlah besar, karena bagaimanapun sistem kapitalisme lebih mempertimbangkan ekonomi yang lebih dominan dan takut mengganggu kepercayaan investor di bandingkan dengan menyelamatkan nyawa rakyatnya, dan memberikan akses pendidikan yang saat ini sangat di butuhkan dan mendesak untuk generasi pelajar.

Dalam situasi seperti ini, bergeserlah tanggung jawab negara atas pendidikan dan rakyatnya, kepada non negara, karena yang tampil lebih cepat mereka adalah lembaga - lembaga kemanusiaan seperti NGO, influencer mereka menyediakan dukungan psikis dan ruang pembelajaran. itulah wajah asli negara kapitalistik, bukan menjadi sebagai pelindung utama bagi rakyatnya tapi hanya koordinator administratif, sehingga persoalan semakin banyak dan rumit.

Berbeda dengan sistem Islam posisi pemimpin adalah sebagai raa'in (pengurus) dan junnah (pelindung) rakyatnya. Karena posisi itulah maka pemimpin harus cepat tanggap, aktif, dan memiliki empati yang tinggi untuk memastikan keberlangsungan keselamatan hidup rakyatnya, termasuk di bidang pendidikan. 

Keberadaan negara wajib memastikan kebutuhan rakyatnya terpenuhi seperti perlindungan mental (psikis), layanan kesehatan, air bersih, pendidikan. Maka negara dalam Islam yaitu negara (khilafah) akan bertindak cepat dan terkoordinasi dalam masa pemulihan pasca bencana alam.

Negara akan langsung koordinasi dengan wali dan Amil di wilayah yang terdampak, sehingga anak-anak segera kembali memperoleh stabilitas dengan memastikan sarana belajar tersedia. Negara juga akan menyiapkan guru dan sekolah darurat, dalam Islam negara akan bekerja secara langsung memerintahkan pendistribusian dari Baitul mal untuk pemulihan sehingga cepat untuk memenuhi kebutuhan rakyat, dari sinilah perbedaan antara anggaran APBN kapitalis dengan Islam. Dalam Islam anggaran negara digunakan untuk pengurusan rakyat bukan hanya laporan akhir tahun. Begitulah cara sistem Islam dalam naungan negara khilafah ketika menangani bencana, sehingga tidak akan menimbulkan banyak korban dan generasi pun terjaga pendidikan nya.

Wallahu a'lam bishowab.

Sumilah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Februari 10, 2026
Keracunan MBG Berulang; Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Keracunan MBG Berulang; Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Februari 11, 2026
Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Februari 10, 2026
Keracunan MBG Berulang; Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Keracunan MBG Berulang; Bukti Gagalnya Negara Menjamin Gizi Generasi

Februari 11, 2026
Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us