Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Magang Berbayar dan Nasib Fresh Graduate: Cermin Buram Ekonomi Kapitalistik
Opini

Magang Berbayar dan Nasib Fresh Graduate: Cermin Buram Ekonomi Kapitalistik

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
22 Okt, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Pudji Arijanti
(Pegiat Literasi untuk Peradaban)


TanahRibathMedia.Com—Bank Dunia melalui laporan 𝘞𝘰𝘳𝘭𝘥 𝘉𝘢𝘯𝘬 𝘌𝘢𝘴𝘵 𝘈𝘴𝘪𝘢 𝘢𝘯𝘥 𝘛𝘩𝘦 𝘗𝘢𝘤𝘪𝘧𝘪𝘤 𝘌𝘤𝘰𝘯𝘰𝘮𝘪𝘤 𝘜𝘱𝘥𝘢𝘵𝘦 𝘖𝘤𝘵𝘰𝘣𝘦𝘳 2025: Jobs mengungkapkan bahwa anak muda di Indonesia menghadapi kesulitan besar dalam mendapatkan pekerjaan. Dalam laporan itu disebutkan, satu dari tujuh anak muda di China dan Indonesia kini menganggur. Kondisi ini menggambarkan betapa sempitnya peluang kerja di tengah pertumbuhan ekonomi yang kian melambat. 

Menanggapi persoalan tersebut, pemerintah meluncurkan program magang berbayar bagi para fresh graduate sebagai upaya menekan angka pengangguran muda. Program ini digadang-gadang menjadi solusi untuk meningkatkan pengalaman kerja dan membuka peluang baru bagi lulusan baru yang belum terserap pasar tenaga kerja (CNN Indonesia, 8 Oktober 2025).

Jika kita pahami tingginya angka pengangguran di kalangan anak muda sebenarnya bukan persoalan keterampilan semata atau kurangnya pengalaman kerja, melainkan cerminan dari rusaknya sistem ekonomi kapitalisme yang diterapkan di negeri ini. 

Dalam sistem hari ini, kekayaan hanya berputar di kalangan segelintir pemilik modal, sementara mayoritas rakyat hanya menjadi tenaga produksi dengan upah rendah. Akibatnya, harta tidak terdistribusi secara adil, menyebabkan kesenjangan ekonomi semakin lebar dan daya beli masyarakat terus melemah.

Alhasil kondisi kini membuat aktivitas ekonomi melambat, lapangan kerja sulit didapat. Alih-alih membenahi akar masalahnya, kebijakan yang ditempuh pemerintah seperti program magang berbayar justru hanya bersifat tambal sulam. Yang paling miris adalah sumber daya alam yang seharusnya dikelola oleh negara dan bisa menjadi lapangan pekerjaan malah dikelola asing dan generasi muda hanya ditempatkan sebagai buruh upah.

Oleh sebab itu, pogram ini hanya memberi solusi sementara, karena sesungguhnya tidak menyentuh akar persoalan secara struktural, yang menyebabkan banyak anak muda kehilangan kesempatan hidup layak. Ketimpangan ini sesungguhnya bukan malas bekerja atau kurangnya skill generasi muda, seperti yang sering dinarasikan pemerintah. 

Sistem ekonomi kapitalistik adalah sistem yang kejam. Menciptakan jurang antara pemilik modal dan rakyat kecil. Di satu sisi, segelintir elite menikmati kekayaan luar biasa. Sementara di sisi lain, jutaan anak muda harus berjuang keras hanya untuk memperoleh pekerjaan dengan penghasilan ala kadarnya.

Maka dari itu, Islam memandang bahwa persoalan pengangguran dan ekonomi tidak bisa diselesaikan hanya dengan program teknis seperti magang berbayar. Ide ini berawal dari sistem ekonomi kapitalistik yang menjadikan keuntungan sebagai tujuan utama. Karena itu, solusinya harus bersifat sistemik yakni mengubah paradigma pengelolaan ekonomi agar berpihak sepenuhnya pada rakyat, bukan pada pasar.

Selain itu, Islam juga mendorong lahirnya masyarakat yang produktif, bukan konsumtif. Negara akan membangun iklim ekonomi yang sehat dengan mendorong setiap warga untuk berkontribusi sesuai keahliannya, tanpa beban pajak mencekik atau dominasi korporasi asing. Dalam sistem ini, orientasi kerja bukan semata mencari keuntungan pribadi, melainkan ibadah dan pengabdian kepada masyarakat.

Dalam sistem Islam, negara memiliki peran sentral sebagai pengatur distribusi harta dan penjamin kesejahteraan setiap warga. Negara wajib memastikan lapangan kerja terbuka luas melalui pengelolaan sumber daya alam, industri, dan sektor pertanian yang dijalankan berdasarkan kepemilikan umum. Hasil pengelolaan itu dikembalikan untuk kemaslahatan rakyat, bukan untuk memperkaya korporasi atau pejabat. Dengan cara ini, sirkulasi harta benar-benar mengalir ke seluruh lapisan masyarakat.

Islam juga menegaskan bahwa pemimpin (khalifah) berkewajiban mengurusi urusan rakyat, termasuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar mereka seperti sandang, pangan, papan, pendidikan, dan lapangan pekerjaan. Ketika sistem ini diterapkan secara kaffah, maka tidak ada istilah anak muda harus “magang berbayar” hanya untuk mendapat pengalaman, karena negara memastikan setiap individu mampu hidup layak dengan kemampuannya masing-masing.

Oleh karena itu, hanya dengan menerapkan sistem Islam secara menyeluruh (kaffah), roda ekonomi dapat berjalan adil, distribusi kekayaan merata, dan potensi generasi muda tersalurkan untuk membangun peradaban yang sejahtera. Inilah jalan perubahan sejati yang menutup akar masalah pengangguran, bukan dengan solusi tambal sulam ala kapitalisme. Tetapi menggantinya dengan sistem yang berpihak pada manusia dan diridai oleh Allah Swt.

Wallahualam Bissawab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us