Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda IBRAH Empat Sahabat, Satu Visi Peradaban(Sebuah cerita fiksi-naratif)
IBRAH

Empat Sahabat, Satu Visi Peradaban(Sebuah cerita fiksi-naratif)

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
17 Jul, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Maman El Hakiem
(Pegiat Literasi) 

TanahRibathMedia.Com—Pagi itu, udara terasa bersih, menyegarkan. Sinar mentari Muharram menyelinap lembut ke halaman sebuah ruang pertemuan. Di layar monitor terbaca tulisan sederhana: “Spirit Muharram Hijrah, Merajut Ukhuwah, Merangkai Peradaban Islam Kaffah.”
Empat orang sahabat kembali bertemu. Wajah mereka tak asing satu sama lain, walau waktu telah memisahkan mereka sekian lama. Seorang pengusaha, seorang dokter, seorang akademisi, dan seorang aktivis Islam masing-masing dengan jalan hidup yang berbeda, tapi satu tujuan: ingin berbuat lebih bagi umat.
Mereka duduk berdampingan, mengikuti kajian pagi. Sang ustaz menyampaikan makna hijrah dengan suara tenang tapi menghujam:

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (TQS. Al-Baqarah: 218)

Hening. Keempatnya saling berpandangan. Seolah ayat itu menjawab kegelisahan yang selama ini bersemayam di dada mereka. Bahwa hijrah bukan hanya tentang berpindah tempat, tetapi berpindah orientasi hidup dari sekadar mengejar dunia menjadi pelayan misi langit.

Seusai acara, diskusi kecil mereka bergulir. Mereka berbicara tentang ukhuwah yang bukan hanya basa-basi silaturahmi, tapi pertautan jiwa dalam satu cita besar: kebangkitan Islam. Bahwa peran mereka di masyarakat tidak boleh sekadar rutinitas, tapi harus menjadi bagian dari perubahan.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai..." (TQS. Ali Imran: 103)

Salah satu dari mereka berkata, “Kita ini ibarat potongan-potongan kecil. Tapi jika disatukan dalam satu arah perjuangan, kita bisa membentuk sesuatu yang besar.”

Yang lain menjawab, “Kita tidak bisa terus menunggu. Umat butuh solusi. Dan Islam telah membawa sistem itu. Tinggal siapa yang mau memperjuangkannya.”

Mereka pun bersepakat. Bahwa masing-masing akan mengambil perannya. Menjadi penggerak, penguat, penyambung, dan penyeru. Bukan demi nama, bukan demi pujian. Tapi demi janji Allah bahwa Islam akan kembali berjaya di muka bumi.

"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi seperti Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa." (QS. An-Nur: 55)

Hari itu, empat sahabat itu tak hanya pulang dengan semangat baru, tapi dengan ikatan yang lebih kokoh: ukhuwah dalam perjuangan. Mereka bukan siapa-siapa. Tapi mereka yakin, jika Allah rida, maka langkah mereka akan menjadi bagian dari terwujudnya peradaban Islam yang kaffah.

Wallahu'alam bish Shawwab.

Via IBRAH
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler

Tanah Ribath Media- Juli 23, 2026 0
Muhasabah lil Hukkam Bukan Membangkang: Meluruskan Distorsi Dalil Ketaatan di Era Sekuler
Oleh: Prayudisti SP (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Panggung politik tanah air belakangan ini kerap diwarnai oleh benturan naras…

Most Popular

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Juli 18, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Juli 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Ustazah AI, Antara Inovasi Teknologi dan Urgensi Negara dalam Penjagaan Hukum Islam

Juli 18, 2026
Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Ketika Isu LGBT Kembali menjadi Perbincangan Publik

Juli 18, 2026
Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Ustaz AI Tidak Bisa menjadi Rujukan Agama

Juli 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us