Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda IBRAH Berani Jujur Itu, Hebat!
IBRAH

Berani Jujur Itu, Hebat!

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
09 Jul, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Kartika Soetarjo
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Dalam urusan belanja kebutuhan pokok, ibu-ibu ditantang untuk selalu pandai mendapatkan barang-barang yang bagus kualitasnya serta murah harganya. Agar uang dapat dihemat, dan masakan selalu nikmat.

Begitupun dengan sosok bu Fatimah, seorang ibu rumah tangga yang termasuk pandai dalam urusan berbelanja. Ia begitu apik mengatur keuangan dalam berbelanja, dengan menggunakan prinsip "belanja yang dibutuhkan, bukan yang diinginkan". Sebagai konsumen, bisa dipastikan semua pasti mempunyai pedagang langganan untuk berbelanja.

Seperti ibu-ibu yang lain, bu Fatimah pun mempunyai langganan dalam berbelanja, terutama dalam belanja sayuran. Kios sayuran langganan bu Fatimah selalu ramai, tidak pernah sepi dari pembeli. Selain kualitas sayurannya baik, sehat dan segar, harganya pun termasuk murah jika dibandingkan dengan harga sayuran di kios-kios lain yang pernah bu Fatimah kunjungi.

Tidak jauh dari kios langganan Bu Fatimah berbelanja, ada satu kios sayuran yang selalu sepi dari pembeli. Tak jarang pedagangnya bengong sendiri sambil melihat kios tetangganya yang selalu laris. 

Karena merasa iba melihat pedagang yang selalu sepi pembeli tersebut, suatu hari bu Fatimah mencoba membeli beberapa jenis sayuran yang sudah dikemas dengan plastik dari pedagang tersebut, dan ternyata harganya pun sedikit lebih mahal dari pedagang langganannya. 

"Hemmm..., lumayan mahal harganya," gumam bu Fatimah.

Setelah membayar sayuran, bu Fatimah pun pulang.

Sasampainya di rumah, bu Fatimah langsung membuka kemasan sayuran tersebut. Betapa terkejutnya ia, karena ada beberapa jenis sayuran yang sudah busuk dalam kemasan tersebut. Ia pun terdiam sambil bergumam, "Ooo pantesan sepi, selain harganya yang mahal, kualitas barangnya pun jelek".

Ada pelajaran dalam kisah tersebut yaitu dalam berdagang tidak boleh mencampuradukkan barang yang segar dengan barang yang busuk.

Dalam Islam, menjual barang yang segar dicampur dengan barang yang sudah busuk atau barang yang tidak sesuai dengan deskripsi adalah bentuk penipuan dan dilarang. Karena menjual barang yang dicampur dapat merugikan pembeli.

Dalam hadis pun Rasulullah bersabda, "Barang siapa menipu, maka ia bukan dari golonganku".
Dalam hadis riwayat Muslim ini, menunjukan bahwa penipuan dalam jual beli adalah perbuatan yang sangat tercela.

Dalam Islam, jual beli yang mengandung penipuan dapat menyebabkan akad menjadi batal, dan pembeli berhak menuntut pengembalian uang atau barang.

Begitupun dalam kehidupan sehari-hari, kejujuran adalah hal yang harus diutamakan, contohnya kejujuran dalam membawa amanah. Kejujuran dalam dalam membawa amanah merupakan landasan penting dalam menjalankan kehidupan, baik dalam konteks pribadi, sosial, atau profesional. Kejujuran yang berarti kesesuaian dalam perkataan dan perbuatan menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan dan hubungan yang harmonis.

Kejujuran adalah dasar dari segala bentuk amanah. Tanpa kejujuran, amanah akan mudah dikhianati, dan kepercayaan akan hilang. Oleh karenanya, janganlah sekali-kali berlaku tidak jujur atau curang! Karena sekali saja berkhianat, maka selamanya kepecayaan itu tidak akan didapat. Jujurlah! Karena berani jujur itu, hebat!

Wallahu alam bisshawwab.
Via IBRAH
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us