Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Jalan-Jalan di Tengah Rakyat Kelaparan
Opini

Jalan-Jalan di Tengah Rakyat Kelaparan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
28 Feb, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Irianti Aminatun
(Ibu Rumah Tangga)

TanahRibathMedia.Com—”Sedih Bu! Ternyata banyak masyarakat yang tidak bisa makan,” tutur salah seorang pedagang di pasar Wahana Rancaekek Bandung saat saya berbelanja di kiosnya, Selasa (25-2-2025).

Tidak hanya itu yang dicurhatkan sang pedagang. Ia menceritakan, bagaimana Ibu-Ibu di kampung dekat situ merasa bahagia saat ada salah satu pedagang membawa rompesan (sisa-sisa) sayuran mentah, dibagikan secara gratis. Mereka bahagia karena ada yang bisa dimasak.

“Anak saya melihat tukang becak mengais sisa-sisa makanan kemudian ia makan,” imbuhnya dengan mimik sedih.

Kondisi di atas pasti hanyalah sepenggal kisah pilu tentang kelaparan, kemiskinan, dan susahnya masyarakat memenuhi kebutuhan primer, yang tidak menutup kemungkinan terjadi di wilayah-wilayah lain.

Di sisi lain beberapa hari lalu (17-19 Februari 2025) anggota DPRD Kabupaten Bandung justru melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah wilayah di Indonesia. Meski kunker dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pemerintahan dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Bandung, khususnya dalam hal optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD), namun hasilnya tentu amat sulit untuk diukur dan tidak bisa dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Seharusnya, yang dilakukan wakil rakyat bukan kunker tetapi turun lapangan melihat kondisi riil di tengah masyarakat sehingga bisa menyelesaikan masalah mereka. Alokasi dana jalan-jalan alias kunjungan kerja bisa dialihkan untuk membantu mereka. Bukankah setiap dana yang dikeluarkan kelak akan dimintakan pertanggungjawaban di hadapan Allah Swt.?

Namun, dalam sistem kapitalisme kemiskinan individu per individu memang sulit terdeteksi oleh negara, sebab yang menjadi ukuran kesejahteraan masyarakat adalah pendapatan rata-rata per kapita. Jika di suatu masyarakat pendapatan rata-rata per kapita sudah di atas garis kemiskinan maka dikatakan masyarakat tersebut sudah terbebas kemiskinan. Padahal pendapatan rata-rata per kapita sama sekali tidak mencerminkan kesejahteraan riil individu per individu di suatu wilayah.

Sistem Islam

Ini berbeda dengan ukuran kesejahteraan dalam sistem Islam. Sejahtera dalam pandangan Islam adalah terpenuhinya kebutuhan primer individu per individu baik kebutuhan pokok individual (sandang, pangan, papan) maupun kebutuhan pokok kolektif (pendidikan, kesehatan, keamanan), serta terpenuhinya kebutuhan sekunder-tersier.
Dengan standar pemenuhan seperti di atas, sebuah masyarakat dikatakan belum sejahtera jika masih ada satu saja individu yang kelaparan. Dalam mewujudkan kesejahteraan, Islam mengawalinya dengan sebuah keyakinan bahwa Allah Swt. menundukkan apa yang ada di langit dan bumi untuk manusia. Allah memerintahkan manusia untuk mengeksplorasi apa yang ditundukkan baginya untuk memakmurkan bumi dan apa yang menjadi tugas di dalamnya.

Secara implementatif kesejahteraan bisa diwujudkan dengan menerapkan politik ekonomi Islam. Politik ekonomi Islam adalah jaminan tercapainya pemenuhan semua kebutuhan primer per individu dengan pemenuhan secara menyeluruh, berikut kemungkinan tiap orang untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunder dan tersier sesuai dengan kadar kesanggupannya.

Mekanisme pemenuhannya juga dijalankan berdasarkan ketentuan syariat yaitu mewajibkan setiap laki-laki yang mampu bekerja untuk menafkahi diri dan keluarga yang menjadi tanggungannya. Jika tidak mampu, maka menjadi kewajiban negara untuk memenuhinya,dananya diambil dari kas negara.

Negara akan membuka lapangan kerja seluas-luasnya sehingga masyarakat mudah mendapatkan pekerjaan. Islam juga mewajibkan negara untuk memenuhi kebutuhan pokok kolektif yakni pendidikan, kesehatan, transportasi, dan keamanan.
Hukum-hukum yang menyangkut masalah ekonomi dibangun mengikuti kaidah kepemilikan, pengelolaan, dan distribusi. Negara berperan mengatur sesuai tuntunan syariat agar kesejahteraan merata di tengah masyarakat. Kesejahteraan, keberkahan, akan meliputi negeri jika Islam diterapkan secara kafah dan membawa rahmat untuk semua.
Karena itu selain turun lapangan melihat kondisi riil di tengah masyarakat, anggota dewan dan para punggawa negara seharusnya juga memahami konsep Islam dalam menyejahterakan masyarakat agar bisa diterapkan saat mengelola negara sehingga melahirkan kebahagiaan dunia akhirat.

Wallahu a’lam.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Romansa Ditolak, Nyawa Terancam: Potret Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler

Tanah Ribath Media- Maret 11, 2026 0
Romansa Ditolak, Nyawa Terancam: Potret Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler
TanahRibathMedia.Com— Lagi-lagi, terjadi kekerasan remaja di lingkungan pendidikan. Kali ini ada di UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang melibatkan se…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us