Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Reportase Syariat Islam Kaffah, Solusi Atasi Perilaku Seks Bebas
Reportase

Syariat Islam Kaffah, Solusi Atasi Perilaku Seks Bebas

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
16 Okt, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Ketua Forum Tokoh Muslimah Depok (FTMD) dr. Alik Munfaidah menegaskan untuk mengatasi perilaku seks bebas solusinya dengan menerapkan syariat Islam kaffah.

 “Syariat Islam kaffah atasi perikaku seks bebas,” ungkapnya dalam kajian bulanan yang diselenggarakan Majelis Qur’an Ummahat, Ahad (15-09-2024) di Masjid Al Khairiyah Kalimulya Depok. 

Untuk mengatasi perilaku seks bebas, tambahnya, Islam mengajarkan kepada umatnya untuk menjauhkan fakta-fakta yang terindera dan pikiran yang mengundang hasrat seksual, memerintahkan menutup aurat, melarang pria dan wanita berkhalwat, melarang memandang lawan jenis dengan pandangan birahi.

“Ditambah pula dengan membatasi pemikiran dan ransangan seksual, membatasi hubungan pria dan wanita hanya ketka ada kebutuhan yang dizinkan syara, dan Islam memandang tidak terpenuhinya naluri hanya menimbulkan kegelisahan,” jelasnya di hadapan 200 jemaah yang hadir.

Ia pun menegaskan, dalam Islam negaralah yang bertanggung jawab dan melindungi generasi sehingga perilaku maksiat minim, kesehatan reproduksi sesuai syariat, pemahaman yang benar tentang naluri, lingkungan Islami, edukasi, kontrol sosial tinggi, dan jaminan kebutuhan pokok.

Fakta Perilaku Seks Bebas

Tak hanya itu, dr.Alik pun membeberkan fakta perilaku seks bebas. 

“Indonesia pada saat ini sudah masuk dalam kondisi darurat seks bebas, informasi dari kepala BKKBN bahwa sekitar 60 persen dari remaja putri dari usia 16 -17 tahun sudah pernah melakukan seks pranikah sehingga banyak terjadi kehamilan pada usia tersebut,” jelasnya.

Ia pun berargumen, mungkin inilah yang menjadi latar belakang pemerintah mengeluarkan PP yang di dalamnya ada sebuah aturan yang membolehkan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan berupa alat kontrasepsi berupa kondom yang bisa terhindar dari kehamilan dan penyakit menular. 

Tak hanya itu, menurutnya, untuk mengatasi kondisi darurat seks, pemerintah mencanangkan untuk memberikan penyuluhan berupa kesehatan reproduksi seksual untuk para remaja di sekolah-sekolah. 

“Tapi sayangnya hanya dalam perspektif kesehatan seks aman tidak sampai hamil dan tidak menularkan penyakit seksual,” terangnya.

Isu kesehatan reproduksi, ternyata lanjut dr. Alik, semata-mata bukan hanya persoalan kesehatan atau sains tapi ada paradigma ide sekularisme-liberalisme-kapitalisme. 

“Yaitu, pandangan yang keliru tentang naluri seksual dan cara pemenuhannya, dan Barat memandang hubungan laki-laki perempuan adalah hubungan seksual semata dan harus dipenuhi jika tidak dipenuhi akan mengakibatkan pada kematian, pemisahan agama dari kehidupan, pemisahan agama dari negara, ruang kehidupan kering dari spiritualitas. Hal ini melahirkan kerusakan dan peradaban yang rendah,” pungkasnya. []Nusroh
Via Reportase
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Mei 01, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Mei 01, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us