Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Straight News HILMI: Negara Wajib Memenuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat
Straight News

HILMI: Negara Wajib Memenuhi Kebutuhan Pokok Masyarakat

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
20 Jun, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Menyikapi program Tapera, Ketua HILMI (Perhimpunan Intelektual Muslim Indonesia) Dr. Julian Sigit menyatakan bahwa negara memiliki kewajiban memenuhi kebutuhan pokok masyarakatnya. 

"Rumah itu adalah kebutuhan pokok, sebenarnya negaralah yang memiliki kewajiban untuk menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok masyarakat, salah satunya adalah rumah tanpa mengumpulkan dana dari masyarakat," tuturnya kepada Tanah Ribath Media, Rabu (05-06-2024).

Kalau kita melihat, lanjutnya, dana yang dipungut ini mirip dengan BPJS maupun asuransi yang konon untuk saling menolong. 

“Jika demikian di mana peran pemerintah?” ujarnya retoris.

Menurutnya, diterapkannya sistem kapitalis ini peran pemerintah menjadi minim. 

"Fakta hari ini, karena sistemnya kapitalis, peran pemerintah itu diminimalisir. Justru yang kental adalah muatan ekonomi dan politik nya," jelasnya.

Banyak Mudaratnya 

Bung Julian, sapaan akrabnya juga menilai program Tapera ini banyak mudaratnya. 

"Program Tapera, jika kita analisa lebih banyak mudaratnya," tegasnya .

Maka, imbuhnya, sudah menjadi kewajiban kita untuk mengawal dan mengkritik kebijakan ini. Karena khawatir program ini jadi bagian dari program yang sudah berlanjut sebelumnya yakni bancakan dana yang dikorupsi dan hasilnya entah ke mana, menguap tidak jelas. 

Terakhir ia berharap kepada masyarakat agar lebih kritis terhadap setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. 

"Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk makin kritis terhadap program-program yang dicanangkan pemerintah," pungkasnya. []Nur Salamah
Via Straight News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us