Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Sahabat Suka Duka Selamanya
Opini

Sahabat Suka Duka Selamanya

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
06 Apr, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Umi Hanifah
(Aktivis Muslimah Jember).

TanahRibathMedia.Com—Suami istri ibarat sahabat, suka duka di jalani bersama, tempat curhat yang menyenangkan, saling membantu, menyayangi satu sama lain serta ada ketenangan ketika berada disisinya. Allah Swt. telah menggambarkan hal tersebut dalam surat Ar-Rum ayat 21:

“Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”

Ketenangan akan melahirkan kebahagiaan, sehingga suami istri bisa menjalani peran masing-masing dengan maksimal. Ayah akan semangat mencari nafkah dan melindungi keluarganya dari bahaya fisik maupun arus lingkungan yang merusak. Ayah juga memastikan kalau anak-anaknya taat kepada Allah Swt. kapanpun dan di manapun. Tentu ia akan memberikan keteladanan dalam kesehariannya, sebelum memerintahkan taat.

Ibu juga akan mengurusi kebutuhan anak-anak dengan bahagia agar mereka sehat, dan mudah untuk di ajak dalam ketaatan karena kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi. Ayah dan ibu bekerjasama dalam mendidik anak-anaknya, tidak ada yang merasa lebih banyak jasanya karena mereka sadar akan peran masing-masing kelak ada pertanggungjawaban disisi Allah Swt.. 

Tentu saja anak-anak akan tumbuh baik dan kuat, karena mereka mendapatkan kasih sayang dan keteladanan dari rumah. Rumah yang hangat akan membuat penghuninya betah berada di dalamnya, ibaratnya rumahku adalah surgaku. 

Ada beberapa kunci rumah tangga sakinah dan membuat suami istri bak sahabat:

Pertama, paham bahwa menjalani rumah tangga adalah ibadah terlama. Suami istri sadar akan kewajiban dan hak masing-masing. Mereka akan menjalaninya dengan optimal karena ibadah adalah bentuk ketundukan kepada Allah Swt.. Ketika suami bekerja keras mencari nafkah maka ia paham hal itu adalah akan mendatangkan rida Allah. Istri, ketika menjalani perannya mengurusi anak-anak dan suami juga atas landasan kesadaran bahwa itu adalah perintah Allah.

Kedua, bersabar atas ujian yang diberikan Allah, misalnya terkait ekonomi yang sulit karena harga berbagai kebutuhan melonjak sedang pendapatan suami kurang mencukupi maka istri tetap bersabar atas qadha Allah. Kesabaran istri akan memberikan ketenangan suami untuk tetap istikamah, sebaliknya ketika istri menuntut nafkah yang di luar kemampuannya maka bisa jadi suami akan melakukan kecurangan demi menyenangkan istri.

Ketiga, suami dan istri saling menyadari bahwa  pasangannya adalah manusia biasa, bisa jadi punya kelebihan dan juga kekurangan. Ketika terjadi  salah paham maka istri atau suami akan mendiskusikannya demi solusi terbaik, tidak saling menyudutkan bahkan menyalahkan. Mereka sama-sama paham ketika ada kerikil dalam rumah tangga, harus dikomunikasikan dengan baik maka semuanya akan tuntas.

Keempat, hadirnya negara dalam mengurusi kebutuhan rakyatnya menjadikan kehidupan rumah tangga berjalan dengan baik. Ketika kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi maka emosi mudah dikendalikan, bisa berpikir dengan jernih sehingga ketika ada masalah tidak berlarut-larut. 

Sungguh indah kehidupan rumah tangga yang di landasi iman dan mencari rido Allah Swt. semata. Pemimpin melayani dengan baik, maka rumah tangga masyarakatnya akan bisa berjalan dengan tenang.

Namun dalam sistem sekularisme kapitalis saat ini, kehidupan suami istri sering seperti atasan bawahan, mencurigai satu sama lain, persaingan, dan pertengkaran kerap terjadi hanya karena masalah sepele. Mereka membangun rumah tangga hanya karena landasan cinta, harta, sering juga karena hamil yang tidak diinginkan. Mereka juga tidak punya tujuan dalam menjalaninya. Sistem yang mengabaikan agama dalam mengatur kehidupan membuat manusia jauh dari panduan, akhirnya salah jalan, tersesat dan sengsara.

Fakta menyesakkan, suami membunuh istri, ibu membunuh buah hatinya, dan KDRT sering menghiasi kehidupan rumah tangga hari ini. Jangankan ketenangan, kehidupan rumah tangga justru menjadi sarang kekerasan dan baku hantam akibatnya rumah bak neraka. Ketika terjadi perceraian, anak-anak menjadi korban ego orang tuanya, pergaulan bebas, narkoba, keras kepala, tawuran, bullying adalah dampak dari masalah orang tuanya.

Sungguh penerapan sistem sekularisme kapitalis menciptakan bencana bagi rumah tangga, dan hanya dengan penerapan Islam sajalah kehidupan rumah tangga mendatangkan ketenangan dan kebahagiaan.

Allahu a’lam
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026
Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Normalisasi Gaul Bebas, Bikin Kebablasan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us