Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Nafsiah Hikmah Ramadan: "Perjalanan Menyenangkan"
Nafsiah

Hikmah Ramadan: "Perjalanan Menyenangkan"

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
17 Mar, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Maman El Hakiem
(Sahabat Tanah Ribath Media) 

Hari Kelima Ramadan

TanahRibathMedia.Com—Ramadan, bulan suci dalam agama Islam, sering kali dianggap sebagai perjalanan yang membawa seorang muslim menuju kedekatan dengan Allah Swt. berupa ketakwaan, "La‘allakum tattaqÅ«n” (QS Al Baqarah:183). 

Hakikat berpuasa bukan sekadar menahan lapar dan haus dari fajar hingga senja, Ramadan menyajikan sejumlah hikmah yang dalam ketika dikaitkan dengan konsep perjalanan dalam berbagai makna, termasuk proses meraih derajat ketakwaan. Pun bisa dijadikan pemahaman bagaimana  konsep safar (perjalanan) dalam syariat Islam. Boleh jadi saat dalam perjalanan banyak yang melupakan aturan syariat Islam, baik menyangkut persoalan fikih ibadah semisal salat, maupun adab dan ketentuan mahram dalam perjalanan.

Perjalanan Beragam Dimensi

Ramadan adalah perjalanan spiritual yang mendalam bagi umat Islam. Selama bulan ini, umat muslim diundang untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki hubungan dengan Allah, dan memperdalam pemahaman tentang ajaran Islam. Seperti dalam sebuah perjalanan spiritual, setiap individu berusaha mencapai tujuannya dengan menemukan kedamaian dan kedekatan dengan Sang Pencipta.

Dalam Ramadan, umat Islam berupaya meningkatkan amal ibadah dan menjauhi perbuatan dosa. Setiap langkah yang diambil selama bulan suci ini menjadi bagian dari perjalanan menuju kesempurnaan diri. Analoginya mirip dengan perjalanan fisik menuju tujuan akhir yang tidak hanya tentang mencapai titik akhir, tetapi juga tentang menghargai setiap langkah di sepanjang perjalanan. Harus selalu diingat aturan syariat melekat pada setiap langkah hidup manusia yang masih diberikan akal yang sehat.

Seperti perjalanan bersama, Ramadan membawa umat Islam bersama-sama dalam pengalaman kolektif. Dari sahur hingga berbuka, umat Islam berbagi momen, saling mendukung, dan merayakan kemenangan kecil sepanjang perjalanan ini. Ini mengingatkan pada pentingnya solidaritas dan persatuan dalam mencapai tujuan bersama.

Meskipun Ramadan adalah tentang perjalanan spiritual, namun ada juga aspek fisiknya. Menahan diri dari makan, minum, dan aktivitas lainnya selama puasa mengajarkan kesabaran, disiplin, dan pengendalian diri. Ini seperti melakukan perjalanan fisik yang menuntut ketahanan dan kekuatan untuk menyelesaikan perjalanan dengan sukses.

Dakwah Perjalanan Menyenangkan

Dalam syariat Islam, safar (perjalanan) memiliki konsep dan aturan yang diatur dengan baik. Di dalam Ramadan, konsep safar bisa diterapkan dalam perjalanan /fisik yang melibatkan bepergian jauh atau dalam perjalanan spiritual menuju pemahaman yang lebih dalam tentang ajaran agama. Adapun hukum-hukum khusus terkait safar selama Ramadan termasuk adanya pengecualian dari puasa bagi mereka yang melakukan perjalanan yang melelahkan atau yang memiliki risiko kesehatan. Mereka yang sedang safar boleh tidak berpuasa, hanya saja harus diganti pada hari setelah Ramadan.

Dengan demikian, Ramadan bukan hanya tentang menahan diri dari makan dan minum, tetapi lebih dari itu, adalah tentang perjalanan spiritual dan fisik yang membawa umat Islam menuju kesempurnaan diri dan kedekatan dengan Allah Swt. Dengan memahami konsep perjalanan ini, setiap langkah selama Ramadan bisa diisi dengan makna yang mendalam dan hikmah yang tak ternilai. Misalnya saja,  aktivitas dakwah menyeru umat untuk menerapkan syariat Islam secara kaffah.

Selamat menikmati perjalanan Ramadan yang menyenangkan, nikmati dengan penuh kesabaran untuk meraih derajat ketakwaan.

Wallahu'alam bish-Shawwab.
Via Nafsiah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Remaja: yang Muda yang Berkarya, Lindungi dari Malapetaka Narkoba

Tanah Ribath Media- November 28, 2025 0
Remaja: yang Muda yang Berkarya, Lindungi dari Malapetaka Narkoba
Oleh: Tri W  (Aktivis Muslimah) TanahRibathMedia.Com— Miris, prihatin, sedih, gemas dan entah apa lagi kata yang bisa mewakili kondisi ini. Surabay…

Most Popular

Darurat Narkoba pada Anak, Buah Sistem Rusak

Darurat Narkoba pada Anak, Buah Sistem Rusak

November 25, 2025
Remaja dan Narkoba, Malapetaka Sistem Cela

Remaja dan Narkoba, Malapetaka Sistem Cela

November 25, 2025
Perundungan harus Dihilangkan

Perundungan harus Dihilangkan

November 24, 2025

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024

Popular Post

Darurat Narkoba pada Anak, Buah Sistem Rusak

Darurat Narkoba pada Anak, Buah Sistem Rusak

November 25, 2025
Remaja dan Narkoba, Malapetaka Sistem Cela

Remaja dan Narkoba, Malapetaka Sistem Cela

November 25, 2025
Perundungan harus Dihilangkan

Perundungan harus Dihilangkan

November 24, 2025

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us