Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Bencana Terus Terjadi Akibat Kebijakan Pembangunan Kapitalistik
Opini

Bencana Terus Terjadi Akibat Kebijakan Pembangunan Kapitalistik

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
14 Feb, 2024 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ismi Balza Azizatul Hasanah 
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Miris. Bencana banjir yang melanda Riau beberapa waktu lalu telah mengakibatkan 4 korban meninggal dunia. Mereka yang mengungsi berasal dari kabupaten Rokan Hilir, Kepulauan Meranti dan Kota Dumai. BPBD mencatat jumlah pengungsi terbanyak adalah warga Kabupaten Rokan Hilir, yaitu sebanyak 3.992 orang dikarenakan rumah mereka terendam air.

Sungguh, dengan adanya bencana banjir yang terus terjadi di negeri ini seharusnya dapat menjadi peringatan keras bahwa ada salah tata kelola lingkungan dan alam yang dilakukan manusia. Sebab hujan diturunkan oleh Allah sebagai sebuah anugerah bagi manusia untuk kehidupan bukan sebagai musibah atau bencana.

Meskipun di saat yang sama, orang beriman juga akan memandang bencana banjir yang terjadi di setiap tahun ini sebagai bagian dari qadha Allah yang tidak bisa ditolak. Kesabaran dan keridaan pun menjadi dua sikap yang harus dipilih dalam menghadapi kondisi ini. Sebab sikap demikian akan mengantarkan pada terhapusnya dosa.

Selain itu, bagi orang beriman, musibah banjir tentu akan makin menyadarkan mereka, betapa lemahnya manusia di dunia, hingga tidak mampu menolak ketentuan-Nya dan betapa manusia butuh terhadap pertolongan Allah kapan pun dan di mana pun. 

Tidak ada yang dapat disombongkan manusia di dunia ini. Namun, sikap rida itu harus dibarengi dengan tindakan dan aksi ke depan demi membangun kehidupan yang lebih baik, termasuk mengurangi potensi terjadinya bencana dan meminimalkan atau meringankan dampaknya.

Allah Swt. berfirman dalam (QS asy-Syura [42]: 30) yang artinya, “Musibah apa saja yang menimpa kalian itu adalah akibat perbuatan kalian sendiri. Allah memaafkan sebagian besar (dosa-dosa kalian).”

Hal itu terlihat jelas dalam kasus musibah banjir. Banjir disebabkan oleh naiknya neraca air permukaan. Neraca air ditentukan oleh empat faktor, yaitu curah hujan, air limpahan dari wilayah sekitar, air yang diserap tanah dan ditampung oleh penampung air, dan air yang dapat dibuat atau dilimpahkan keluar. 

Dari keempat itu hanya curah hujan yang tidak bisa kita kendalikan. Tiga faktor lainnya sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia, termasuk kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh penguasa.

Sebagaimana yang disampaikan Walhi tentang kebijakan defortasi yang boleh dilakukan pihak korporasi secara massif menjadi penyebab utama berkurangnya daerah resapan air hingga berdampak mudahnya terjadi banjir saat musim hujan. 

Kebijakan yang sejatinya hanya menguntungkan pemilik modal dan merugikan rakyat tersebut adalah buah dari penerapan sistem bobrok sekuler kapitalisme. Negara dalam sistem ini hanya bertindak sebagai regulator yang pro oligarki, bukan pengurus dan pelindung rakyat. Berbagai produk regulasi yang dihasilkan nyata telah merusak alam dan merampas ruang hidup masyarakat.

Oleh karena itu, kunci untuk mengakhiri segala musibah, termasuk banjir tidak lain dengan beralih dari  sistem sekuler kapitalisme menuju yang diridai Allah yaitu sistem Islam. 

Penerapan sistem Islam dalam segala aspek kehidupan hanya dapat terwujud dalam institusi Khilafah Islamiyah. Khilafah akan melakukan pengelolaan tanah/lahan, sesuai dengan syariat Islam. 

Khil4f4h dalam Islam berfungsi sebagai junnah atau pelindung. Oleh karena itu, Khil4f4h akan melakukan upaya preventif dalam mengatasi bencana banjir. Demikian pula upaya kuratif dan rehabilitatif terbaik jika musibah banjir terjadi. Upaya preventif dilakukan khil4f4h dengan menetapkan kebijakan pembangunan yang ramah lingkungan.

Khil4f4h akan memprioritaskan pembangunan infrastruktur dalam mencegah bencana seperti bendungan, kanal, pemecah ombak, tanggul, reboisasi. Pemanfaatan SDA dalam Khil4f4h tidak akan diserahkan kepada korporasi, tetapi dikelola negara untuk kemaslahatan umat manusia saja.

Khil4f4h juga menetapkan daerah-daerah tertentu sebagai cagar alam, hutan lindung, dan kawasan buffer atau disebut kawasan himma. Kawasan tersebut tidak boleh dimanfaatkan oleh siapa pun dalam hal pengelolaan tanah atau lahan.

Islam juga mendorong kaum Muslimin menghidupkan tanah mati. Hal ini akan menjadi buffer lingkungan yang kokoh. Khil4f4h juga akan memberlakukan sistem sanksi tegas pada siapa pun yang mencemari dan berupaya merusak lingkungan. 

Dengan demikian, tidak ada hal yang bisa kita lakukan selain terus berjuang menyadarkan umat agar kembali kepada Allah Swt. dengan menerapkan syariat Islam secara kaffah dalam bingkai khil4f4h. 

Waallahu A'lam Bish Shawwab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Urgensi Pelabelan Halal dalam Menjaga Akidah Umat

Urgensi Pelabelan Halal dalam Menjaga Akidah Umat

Maret 08, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Penyesatan Opini di Balik Topeng BoP

Maret 13, 2026
Urgensi Pelabelan Halal dalam Menjaga Akidah Umat

Urgensi Pelabelan Halal dalam Menjaga Akidah Umat

Maret 08, 2026
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Maret 13, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us