Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Nafsiah Apa Orientasi Hidup Kita?
Nafsiah

Apa Orientasi Hidup Kita?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Des, 2023 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Afifah 

TanahRibathMedia.Com— "Di dunia tipu-tipu. Kamu tempat aku bertumpu. Baik, jahat, abu-abu.Tapi warnamu putih untukku."

Ya, sejatinya dunia yang kita tinggali juga punya sisi yang penuh dengan kepalsuan. Allah pun sudah menegaskan dalam firman-Nya: "Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu." (QS Al-Hadid : 20).

Kehidupan dunia memang penuh kenikmatan dan perhiasan dunia (seperti keluarga, harta kekayaan, perdangan, tunggangan, dan lain-lain).  Bagi orang yang beriman, hal tersebut merupakan ujian. Ujian menjadi sarana atau wasilah menuju surga walaupun di dalamnya penuh dengan tipu-tipu, kesedihan dan kesusahan. Namun, bagi orang-orang kafir mereka tertipu dengan kesenangan dan kenikmatan yang ada, mereka menggunakannya untuk kemaksiatan. Mereka merasa seakan-akan dipakai di jalan ketaatan. 

Di dunia memang tempatnya senda gurau dan kenikmatan yang tampak. Namun, bagi orang yang beriman mereka akan fokus pada kenikmatan yang tidak tampak yaitu meraih rida Allah yang nantinya akan mengantarkan kepada pahala di akhirat dan mengantarkannya kepada surga. 

Dan meraih rida Allah bukanlah hal yang mudah butuh perjuangan dan kerja keras. Maka untuk mengetahui bagaimana meraih rida Allah kita wajib menuntut ilmu (tholabul ilmi). Supaya apa? agar kehidupan dunia yang sebentar itu bisa mengantarkan kita kelak kepada rida Allah. 

Imam Al Ghazali pernah berkata, "Ilmu itu seperti obor, iblis akan menggoda manusia untuk memadamkan semangatnya untuk mengejar ilmu." 

Begitulah tipu daya iblis. Membuat manusia agar memilih jalan ke arah manapun yang dia sukai, tanpa arah (maksiat) yang justru akan menjadi temannya di neraka. Namun, manusia yang memiliki ilmu, dia akan leluasa melakukan apa saja, yang pasti sesuai dengan aturannya Allah. 

"Barangsiapa yang menginginkan dunia, maka hendaklah ia menguasai ilmu. Barangsiapa menginginkan akhirat hendaklah ia menguasai ilmu, dan barangsiapa yang menginginkan keduanya (dunia dan akhirat) hendaklah ia menguasai ilmu." (HR Ahmad).

Tinggal kita nya mau atau tidak untuk melakukannya? Karena, modal dasar melakukan ketaatan adalah niat atau kemauan. Akan ada jalan ketika ada azzam, akan ada banyak alasan atas ketidakmauan.

So, kalo bukan sekarang kapan lagi?
Via Nafsiah
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Tanah Ribath Media- Mei 20, 2026 0
Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Tahun 2026 ekonomi semakin sulit, dolar melonjak ke angka Rp17.603, PHK massal …

Most Popular

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Mei 18, 2026
UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

Mei 18, 2026
Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Mei 15, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Dehumanisasi yang Dinormalisasi: Krisis Nurani terhadap Palestina dan Moralitas yang Terdegradasi

Mei 18, 2026
UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

UU PPRT: Harapan Baru atau Bukti Kegagalan Negara Menyejahterakan Perempuan?

Mei 18, 2026
Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Pelecehan Seksual di Pesantren: Buah dari Sistem yang Gagal Melindungi

Mei 15, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us