SP
Kecanggihan AI, Antara Harapan dan Kekhawatiran
TanahRibathMedia.Com—Pada tahun 2023 Geoffrey Hinton atau yang sering disebut "Bapak AI" mengumumkan pengunduran dirinya dalam sebuah pernyataan kepada surat kabar New York Times. Ia berkata bahwa ia sekarang menyesali pekerjaannya.
"Sejauh ini yang saya tahu, mereka tidak lebih cerdas dari kita. Tapi saya pikir tak lama lagi mereka mungkin akan begitu (menjadi lebih cerdas dari manusia)". Para peneliti di bidang yang sama bahkan menerbitkan sebuah riset agar pemerintah bersiap menghadapi "ledakan kecerdasan AI" (bbc.com, 2 Mei 2023).
Perkembangan AI yang semakin pesat memang membawa dampak positif seperti meningkatkan produktivitas dan efisiensi, mendorong inovasi teknologi, mempermudah kemajuan dunia medis, mempermudah proses pembelajaran bahkan membantu aktivitas manusia lainnya. Namun "ledakan kecerdasan" ini membawa dampak yang tidak main-main diantaranya ancaman biologis dan siber, hilangnya kendali serta keterlibatan manusia dalam mengambil keputusan hingga memungkinkan perang antarnegara yang memanfaatkan teknologi AI.
Perkembangan teknologi AI pada dasarnya seperti koin yaitu memiliki dua sisi. Pada satu sisi, AI dapat membantu mempermudah pekerjaan yang sulit dikerjakan. Namun disisi yang lain, perkembangan tersebut dapat menimbulkan bahaya apabila digunakan untuk melakukan kejahatan seperti penipuan, serangan siber, penyebaran informasi palsu dan kejahatan lainnya.
Dalam Islam perkembangan teknologi tidak dilihat dari kecanggihannya saja tapi juga dari manfaat yang diberikan. Ledakan kecerdasan ini jika tidak dikendalikan oleh aturan dan sumber hukum yang jelas maka akan menjadi awal kehancuran umat manusia, untuk itulah dibutuhkan akidah dan syariat Islam yang memiliki hukum sempurna.
Akal menjadi penentu dimuliakannya manusia sebagai makhluk allah. Dengan akalnya, manusia dapat memahami berbagai tanda kekuasaan Allah, mengembangkan ilmu dan mengemban amanah sebagai Khalifah fiil ardhi (khalifah di bumi). Kemampuan berpikir dan mengembangkan teknologi merupakan bagian dari potensi yang diberikan Allah kepada manusia. Oleh karena itu tidak seharusnya kedudukan manusia sebagai hamba Allah dilupakan begitu saja.
Dalam Islam segala bentuk hasil pemikiran manusia ditetapkan dengan tegas menjadi Hadarah dan Madaniyah, dengan demikian tidak semua teknologi dipandang sama. Islam memberikan ruang terhadap teknologi yang tidak bertentangan dengan Syariat dan Akidah.
Sedangkan AI dikembangkan dengan memanfaatkan informasi, data, pemikiran serta intruksi dari manusia itu sendiri, yang diproses agar menghasilkan sebuah keputusan. Oleh karena itu dampak penggunaan AI berkaitan dengan bagaimana manusia itu mengatur dan menggunakannya.
Itulah mengapa AI ditangan manusia yang memiliki akidah yang kokoh dan tunduk pada syariat Islam akan membawa kemaslahatan bagi umat manusia. Namun jika berada di tangan orang-orang kafir yang tidak memiliki akidah yang benar maka akan terjadi kekacauan dan kerusakan.
Wallahu 'alam bishawab
Triany
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar