SP
Zionis Merancang Pengusiran Warga Gaza
TanahRibathMedia.Com—Rencana relokasi warga Gaza hari ini bukan saja di cetuskan oleh Israel tapi jauh sebelumnya yang telah di tanda tangani oleh Trump sebagai pemimpin negara Amerika Serikat dalam 20 poin. Awalnya ditargetkan hanya untuk 200.000 orang di tahun pertama, kemudian meningkat menjadi 1,11 juta orang dalam tiga tahun dan 1,86 juta orang dalam tujuh tahun. Itamar Ben-Gvir telah merencanakan hal ini selama berbulan-bulan untuk membangunnya dengan perkiraan investasi sebesar USD3,3 miliar hingga USD16,6miliar.
Masih ada sekitar 2,13 juta warga palestina yang tinggal di Gaza, dengan 70 persennya telah menguasai Israel, yang telah menghitung 73.000 warga yang sebagian besar adalah anak-anak dan perempuan, dan telah melukai 174.000 orang sejak oktober 2023. Korban jiwa bahkan diperkirakan lebih dari itu sekitar 200.000 orang (Metrotvnews.com, 4-9-2026).
Itamar Ben-Gvir Menteri keamanan Nasional Israel sekaligus pemimpin sayap kanan dari Jewish Power, kembali menerobos masuk ke Komplek Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki. Dan dibangun untuk membangun kuil Yahudi di lokasi tersebut. Dia juga mengungkapkan rencana untuk mengeluarkan 1.86 juta warga Palestina dari Gaza dalam waktu tujuh tahun dengan dalih “Migrasi Sukarela”.
Rencana tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah Israel. Menteri Pertahanan Israel, Katz,mengungkapkan bahwa pemerintahnya telah menyiapkan transfer warga Palestina dari Jalur Gaza, namun masih menunggu persetujuan dari Amerika Serikat. Di Tepi barat, pemukim Zionis menerobos dan membakar sebuah masjid serta mencoretkan slogan bernada rasis dan ancaman terhadap warga Palestina.
Intensitas logistik ini terjadi akibat sistem negara bangsa yang dan tidak adanya otoritas politik Islam yang akan menyatukan kaum muslimin untuk segera mengusir penjajah Zionis. Bahkan hukum internasional modern adalah produk negara imperialis Barat yang justru menormalisasikan penjajahan melalui istilah-istilah halus seperti “migrasi sukarela.” Tentu saja Israel menunggu keputusan daripada Amerika Serikat yang akan menyetujui dan menunjuknya untuk melakukan proyek kolonial dengan sponsor terkuatnya, bukan hanya sebuah entitas berdaulat independen.
“Sesungguhnya seorang pemimpin itu laksanakan perisai, di mana orang-orang akan berada di belakangnya dan melindunginya”. (HR. Bukhari dan Muslim)
Terbentuknya kembali Khilafah sebagai perisai yang akan melindungi setiap jiwa dan setiap jengkal tanah kaum muslimin adalah solusi paling mendasar atas permasalahan Palestina. Sedangkan jihad adalah metode baku dari politik luar negeri negara Islam untuk bisa memerdekakan tanah yang dijajah dan mengemban Islam ke seluruh dunia, semua itu hanya bisa dilakukan oleh negara memalui tentara resmi Khilafah.
Khilafah sebagai satu kekuatan mandiri, ini akan memutus secara total ketergantungan ekonomi dan politik dengan negara-negara yang disponsori oleh Zionis dan mengonsolidasikan sumber daya yang termasuk kepemilikan umum seperti minyak dan gas di seluruh dunia Islam sebagai dasar kekuatan militer dan ekonomi independen untuk mendukung persyaratan Palestina. Maka umat wajib mengambil bagian dalam perjuangan besar ini untuk mengembalikan kehidupan Islam di bawah naungan Khilafah sesuai dengan metode perjuangan Rasulullah saw. Wallahu'alam.
Zhiya Kelana
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar