Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Beranda SP Kapitalisme Pelihara Judol, Hidup Semakin Dongkol
SP

Kapitalisme Pelihara Judol, Hidup Semakin Dongkol

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
25 Sep, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



TanahRibathMedia.Com—Saat ini, judi online (judol) sangat diminati di kalangan masyarakat, tak terkecuali Aparatur Sipil Negara (ASN). Dilansir dari kompas.com, 27-8-2026, Temuan 1.066 ASN yang berdomisili di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terindikasi judi online sepanjang tahun 2025 mendapat sorotan tajam dari DPRD Kabupaten Bandung. Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan tahun sebelumnya; pada 2024 terdapat 613 ASN yang melakukan aktivitas judi online, sedangkan pada 2025 melonjak menjadi 1.066 orang atau naik sekitar 73,90%. Tentu saja di tahun-tahun berikutnya tidak menutup kemungkinan jumlahnya akan terus bertambah jika sistem di negeri ini masih berpijak pada kapitalisme dan sekularisme.

Judi online ini bukan sekadar persoalan yang terjadi di kalangan ASN saja, tetapi telah meluas di tengah masyarakat biasa yang juga tak lepas dari jerat penyakit sosial ini.
ASN sejatinya bukanlah kelompok yang kekurangan dalam hal penerimaan gaji, tetapi banyak yang salah mengelola keuangannya dengan bermain dalam hal-hal haram seperti judol. Hal ini terjadi akibat cara pandang kapitalisme dan sistem sekularisme yang menganggap harta sebagai satu-satunya tujuan hidup. Mereka ingin mendapatkan harta dengan cara yang mudah dan instan guna memenuhi gaya hidup hedonis tanpa mempedulikan batasan halal dan haram.

Kebiasaan buruk berjudi yang kian berkembang di kalangan ASN ini menunjukkan bahwa negara gagal menutup ruang bagi suburnya kemaksiatan. Sungguh disayangkan, pihak yang semestinya menjadi pegawai negara untuk menjalankan amanah membantu administrasi negara dan mengurus rakyat ini malah memberi contoh yang buruk. Seharusnya mereka menyadari bahwa amanah ini kelak akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah Swt. di akhirat.

Pemahaman Islam yang sangat dangkal di tengah masyarakat akan memicu perbuatan dosa yang dianggap biasa. Terlebih lagi, judol semakin mudah diakses hanya dengan sekali klik, kapan saja dan di mana saja. Allah Swt.  berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 268:

“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedangkan Allah menjanjikan untukmu ampunan dan karunia dari-Nya.”

Ayat ini menegaskan bahwa ketakutan finansial sering kali diseret oleh sistem batil untuk menghalalkan cara instan, padahal Islam telah menjamin pengaturan rezeki yang mulia. Oleh karena itu, solusi yang paling dibutuhkan saat ini adalah solusi Islam secara menyeluruh, yakni dengan membangun ketakwaan individu, menjaga keluarga, serta melindungi masyarakat dari hal-hal yang menjurus pada kemaksiatan.

Negara pun seharusnya menjadi pilar terdepan ketika keresahan ini mengancam keutuhan masyarakat. Bukan sekadar memblokir situs-situsnya, ikhtiar yang jauh lebih fundamental adalah membongkar sindikat judol hingga ke akar-akarnya. Menghadirkan negara yang tegas dalam menerapkan hukum syariat adalah sebuah kewajiban. Sistem Islam akan melindungi rakyatnya dari aktivitas yang merusak karena kesejahteraan masyarakatnya dijamin mutlak.

Di dalam sistem Islam, pengelolaan kekayaan alam seperti tambang, laut, dan hutan dikelola sepenuhnya oleh negara demi kesejahteraan rakyat, dan rakyat tidak dibebani dengan pungutan pajak yang mencekik. Masyarakat pasti akan hidup sejahtera, dan seluruh aktivitas sosial akan terkontrol dengan baik; siapa pun yang bermaksiat akan mendapatkan teguran langsung serta sanksi yang berat apabila terus melakukannya.
Wallahu’alam bishshawab.

Cucu Komariah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Birokrasi Membunuh: Ketika Prosedur Menumbalkan Nyawa Korban Bencana

Tanah Ribath Media- September 25, 2026 0
Birokrasi Membunuh: Ketika Prosedur Menumbalkan Nyawa Korban Bencana
TanahRibathMedia.Com— Pernyataan Kementerian Keuangan terkait masih tersedianya Dana Siap Pakai (DSP) BNPB sebesar Rp950 miliar dari total pagu Rp5…

Most Popular

‎Keracunan Massal MBG, Ketika Urusan Perut Rakyat Dijadikan Ladang Cuan

‎Keracunan Massal MBG, Ketika Urusan Perut Rakyat Dijadikan Ladang Cuan

September 18, 2026
AI Canggih, Birokrasi Lumpuh: Bobrok Kapitalisme Sekuler Gagal Disembuhkan Teknologi

AI Canggih, Birokrasi Lumpuh: Bobrok Kapitalisme Sekuler Gagal Disembuhkan Teknologi

September 18, 2026
Ketika Gaji Negara Tak Mampu Membendung Godaan Judi

Ketika Gaji Negara Tak Mampu Membendung Godaan Judi

September 18, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Anak Terjerat Prostitusi Online, Dimana Perlindungan Negara?

Agustus 06, 2024
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

‎Keracunan Massal MBG, Ketika Urusan Perut Rakyat Dijadikan Ladang Cuan

‎Keracunan Massal MBG, Ketika Urusan Perut Rakyat Dijadikan Ladang Cuan

September 18, 2026
AI Canggih, Birokrasi Lumpuh: Bobrok Kapitalisme Sekuler Gagal Disembuhkan Teknologi

AI Canggih, Birokrasi Lumpuh: Bobrok Kapitalisme Sekuler Gagal Disembuhkan Teknologi

September 18, 2026
Ketika Gaji Negara Tak Mampu Membendung Godaan Judi

Ketika Gaji Negara Tak Mampu Membendung Godaan Judi

September 18, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us