Puisi
Meraih Mimpi Bersama si Biru Abadi
Oleh: Lana Atthiyah Inara
TanahRibathMedia.Com—Dulu, tanah enggan kusentuh
Setiap pijak, setiap itu pula aku rapuh
Saat kupaksa, saat itu pula aku terjatuh
Dulu, tanah enggan bersahabat denganku.
Langkah tertatih, dipeluk kaku.
Nanar, kutatap tanah membeku
Aku teriak…
"Wahai tanah, mengapa engkau membenciku?"
Aku diam...
Jauh di sudut ruang hati kusimpan ambisi.
Jika tanah enggan kujadikan kanvas lukisan harga diri.
Kan kurayu air untuk mengukir prestasi.
Ragu, ku gapai si biru dengan debar.
Takut, ia membenciku seperti tanah yang kasar.
Pelan, kaki kukibas berteman gemulai.
Aku tak percaya, ternyata si biru memeluk, membelai.
Di kolam, tak lagi kutemukan retakan.
Yang kudapat, hanyalah pelukan.
Aku, Lana Atthiyah Inara!
Yang tak lagi takut terjatuh
Karena si biru memelukku utuh.
Yang tak lagi takut retak
Karena si biru, menyambutku dengan riak.
Kini, di atas air tanganku menari
Di atas air kakiku membelah sepi.
Ya Rabb...
Izinkan aku meraih mimpi bersama si biru abadi
Banyu Biru, 20 April 2026
Via
Puisi
Posting Komentar