Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Darurat Keamanan di Dunia Pendidikan: Negara Lalai akan Jaminan Keamanan
OPINI

Darurat Keamanan di Dunia Pendidikan: Negara Lalai akan Jaminan Keamanan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
29 Apr, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Najwa Fikriya
(Sahabat Tanah Ribath Media) 

TanahRibathMedia.Com—Keamanan merupakan salah satu jaminan negara bagi rakyatnya. Namun berbeda halnya dengan kondisi negara saat ini. kehormatan hingga nyawa rakyat layaknya tidak bernilai, sangat mudah sekali direndahkan, bahkan dilenyapkan. Salah satu fakta yang dikutip dari MUI.or.id (17-04-2026) terkait ungkapan dari ketua MUI bidang perempuan remaja dan keluarga (PRK) Dr. Siti Ma’rifah atas rasa prihatin terhadap kasus pelecehan seksual yang dilakukan 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI). Menurutnya faktor pendorong terjadinya kasus pelecehan yakni pengaruh pornografi yang masih beredar, namun negara sudah menetapkan UU NO 44 tahun 2008 tentang bahaya pornografi. Dari pihak UI bertindak terhadap para pelaku dengan menonaktifkan status mereka dari mahasiswa FK-UI, serta meninvestigasikan penyebab, kronologis, serta akibat dari aksi pelecehan yang dilakukan. Siti Ma’rifah menghasung dalam sisitem pendidikan di Indonesia untuk lebih ditekankan dalam pembinaan secara mental, spiritual, juga disertai kurikulum berintegrasi budaya dan akhlak, terutama diperguruan tinggi diharapkan agar para mahasiswa tidak hanya berintegritas, namun juga menjaga jiwa yang sehat serta martabat dan nama baik dirinya serta orang lain. 

Kasus pelecehan yang terjadi di dunia pendidikan terlebih lagi di perguruan tinggi memberikan alarm kepada negara bahwa institusi pendidikan bagi pelajar tidak memberikan lingkungan yang aman dan nyaman, justru menjadi titik maraknya kasus pelecehan  dengan lingkungan yang mencekam dan tak terlindungi lagi. Sebab, telah hilang peran sekolah ataupun perguruan tinggi bagi pelajar-pelajarnya karena diberlakukannya sistem yang bobrok di setiap bidang termasuk pendididikan, sehingga menghasilkan kurikulum yang bobrok pula dalam mengatur arah jalannya pendidikan generasi yang nanti akan mengantarkan pada kegagalan institusi pendidikan  dalam membentuk karaktergenerasi yang cerdas dan berakhlak terpuji.

Menuntaskan problem masyarakat tidak akan usai, jika tidak dituntaskan hingga akar permasalahan. Telah jelas bahwa problem seperti ini pasti terjadi selama sistem kufur masih diterapkan. Sistem kapitais sekuler menjadi biangkerok kerusakan yang terjadi dalam lini kehidupan masyarakat dengan pengaturannya yang menuhankan kebebasan dalam segala aspek baik dalam kehidupan individu maupun sosial, sehingga masyarakat pun menjadi bebas dalam tindak-tanduknya sehingga kemaksiatan pun merajalela termasuk maraknya pelecehan seksual.

Ketiadabatasan dalam berperilaku menjadikan masyarakat tidak memiliki kendali dalam dirinya serta ketiadaan sanksi yang jera bagi pelaku dan masyarakat pun minim bahkan tidak dibekali dalam pendidikannya, pengajaran agama ataupun penguatan akidah sehingga mudah sekali menerjang aturan Islam. Semakin dibuat miris, pelecehan seksual ditargetkan kepada kaum hawa. Dalam pandangan laki-laki berideologi sekuler, perempuan hanya sebagai alat pemuas hawa nafsunya yang dipandang sebagai objektfitas untuk melampiaskan hasratnya sajabahkan tidak dipandang sebagai manusia yang layak dijaga mertabatnya. Karakter laki-laki seperti ini tercetak hanya disistem kapitalisme yang mementingkan keuntungan dan kepuasan dirinya semata. 

Mengamati kasus ini yang telah lama terjadi, namun baru ditindak ketika kasus tersebut viral. Justru hal ini semakin menunjukkan kelonggaran hukum dan kemanan negara bagi rakyatnya yang tidak menjamin, dan peran negara sebagai pelindung rakyanya sirna dengan lepas tangannya mereka dalam mengatasi problematika rakyat
Kasus seperti ini tidak akan mungkin terjadi jika negara menerapkan peraturan islam disetiap lini kehidupan terutama dalam mengatur segala aspek kehidupan rakyatnya. Pemimpin menjadikan syariat islam sebagai patokan dalam memutuskan UU-nya sehingga ketika ada kemaksiatan seperti ini dapat dicegah termasuk pelecehan seksual, baik secara verbal maupun non-verbal. Sebab negara telah membatasi dan melarang tersebarnya tontonan maupun konten-konten yang dapat menjerumuskan masyarakat kedalam kemaksiatan. Namun negara tak hanya membatasi tapi juga membekali pemahaman Islam kepada masyarakat, bahwa setiap perbuatan seorang muslim harus sesuai syari’at. Sehingga masyrakat paham bahwa setiap perilakunya harus diisi dengan berbuat kabaikan mengharapkan ridho Alllah semata.

Kasus pelecehan merupakan termasuk tindakan kekerasan, yang seharusnya seorang muslim tidak patut berbuat seperti kepada muslim lainnya. Bagi pelakunya harus ditindak tegas agar jera serta memberikan pelajaran bagi masyarakat lainnya agar ada rasa takut dalam bertindak demikian. Baik tindakan dilakukan secara verbal maupun non-verbal harus dicegah agar tidak ada pelaku ataupun korban selanjutnya yang mengalami serupa.
Adapun kewajiban negara yakni harus membatasi pergaulan serta interaksi antara laki-laki dan perempuan, agar pebuatan-perbuatan yang mendekati zina dapat dihindari. Bahkan dalam syari’at Islam interaksi antara laki-laki dan perempuan diperbolehkan hanya dalam beberapa aktivitas, seperti; kesehatan, pendidikan, muamalah saja untuk menghindari adanya fitnah di antara keduanya.

Maka dari itu sistem pergaulan pun harus berdasarkan syari’at dan pengaturan seperti ini hanya negara yang menerapkan sistem Islam dalam pengaturannya. Menjadi tugas kita saat ini sebagai seorang muslim, untuk menyadarkan umat betapa urgentnya kabangkitan Islam dalam diri kaum muslim yang telah lama hilang. Dengan mempelajari dan memahami Islam secara komprehensif kemudian menyampaikan kepada umat dengan berdiskusi terkait kebobrokan sistem yang diterapkan saat ini dan sudah waktunya kaum muslim bersatu untuk bangkit menegakkan kembali agama Allah beserta aturanya. Bersama berjuang diterapkanya sistem Islam di muka bumi ini. Allahu Akbar! 
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

Tanah Ribath Media- April 29, 2026 0
Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji
Oleh: Alfira Khairunnisa  [Muslimah Peduli Umat dan Aktivis Idari (Ikatan Daiyah Riau)]  TanahRibathMedia.Com— Tanggal 17 April bukan sekadar tangg…

Most Popular

Anak Menghabisi Ibu Kandung akibat Kecanduan Judol: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Anak Menghabisi Ibu Kandung akibat Kecanduan Judol: Siapa yang Bertanggung Jawab?

April 26, 2026
Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

April 24, 2026
Demi Penghematan BBM, WFH Diberlakukan, Solusikah?

Demi Penghematan BBM, WFH Diberlakukan, Solusikah?

April 26, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Anak Menghabisi Ibu Kandung akibat Kecanduan Judol: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Anak Menghabisi Ibu Kandung akibat Kecanduan Judol: Siapa yang Bertanggung Jawab?

April 26, 2026
Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

April 24, 2026
Demi Penghematan BBM, WFH Diberlakukan, Solusikah?

Demi Penghematan BBM, WFH Diberlakukan, Solusikah?

April 26, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us