Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda SP MBG: Program Gizi atau Sekadar Proyek?
SP

MBG: Program Gizi atau Sekadar Proyek?

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
11 Mar, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


TanahRibathMedia—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan publik. Sejumlah orang tua murid di Batam mengeluhkan menu yang diberikan kepada anak-anak mereka. Alih-alih makanan bergizi yang layak, sebagian siswa justru menerima camilan sederhana dengan nilai sekitar Rp6.000. Bahkan ada orang tua yang menyebut menu tersebut mirip dengan makanan di penjara (Batamnews.co.id, 24 Februari 2026).

Keluhan ini menunjukkan bahwa sebagian besar menu MBG masih jauh dari standar gizi yang seharusnya dipenuhi oleh program tersebut. Program yang digadang-gadang untuk meningkatkan kesehatan dan kecukupan gizi anak justru dipertanyakan kualitasnya oleh masyarakat. Kondisi ini menimbulkan keraguan mengenai keseriusan negara dalam memastikan manfaat program benar-benar dirasakan oleh penerima.

Fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari cara kerja sistem pemerintahan yang berlaku saat ini. Dalam sistem sekuler, negara sering kali hanya berperan sebagai regulator atau pembuat kebijakan di tingkat pusat. Sementara implementasi teknisnya diserahkan kepada pemerintah daerah atau pihak lain. Akibatnya, kualitas pelaksanaan program menjadi tidak merata dan sulit dikontrol secara optimal.

Tidak sedikit pula yang menilai bahwa MBG lebih menyerupai proyek daripada program pelayanan publik yang sungguh-sungguh. Ketika sebuah kebijakan dijalankan dengan orientasi proyek, maka yang sering menjadi prioritas bukanlah kualitas pelayanan, melainkan bagaimana program tersebut tetap berjalan sesuai target administrasi. Dalam situasi seperti ini, potensi keuntungan bagi pihak tertentu bisa lebih dominan dibandingkan kepentingan masyarakat luas.

Padahal, jika ditinjau dari perspektif pelayanan publik, pemenuhan kebutuhan gizi anak merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Program seperti ini seharusnya benar-benar dirancang untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, bukan sekadar menjadi komoditas kebijakan yang bersifat administratif atau politis.

Dalam Islam, negara memiliki tanggung jawab langsung untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok masyarakat. Pangan, sandang, dan papan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipastikan terpenuhi bagi setiap individu rakyat. Negara tidak boleh lepas tangan terhadap kualitas pemenuhan kebutuhan tersebut.

Selain itu, kebijakan yang ditetapkan oleh seorang pemimpin dalam sistem pemerintahan Islam berlaku untuk seluruh wilayah secara merata. Pelaksanaannya tidak diserahkan begitu saja kepada pihak lain tanpa pengawasan, tetapi dijalankan oleh negara dengan mekanisme yang jelas agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Karena itu, ketika negara menetapkan sebuah kebijakan atau program, orientasinya harus benar-benar didasarkan pada kebutuhan rakyat. Kebijakan tidak boleh sekadar menjadi proyek yang bersifat formalitas, tetapi harus menjadi solusi nyata yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Kasus keluhan menu MBG di Batam dan daerah lainnya seharusnya menjadi pengingat bahwa program yang baik tidak cukup hanya dengan nama dan tujuan yang mulia. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kebijakan tersebut dijalankan secara amanah, berkualitas, dan benar-benar berpihak kepada kebutuhan rakyat.

Ilma Nafiah
(Sahabat Tanah Ribath Media)

Via SP
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Romansa Ditolak, Nyawa Terancam: Potret Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler

Tanah Ribath Media- Maret 11, 2026 0
Romansa Ditolak, Nyawa Terancam: Potret Gagalnya Sistem Pendidikan Sekuler
TanahRibathMedia.Com— Lagi-lagi, terjadi kekerasan remaja di lingkungan pendidikan. Kali ini ada di UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang melibatkan se…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us