Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda opini Pro Kontra Penambangan
opini

Pro Kontra Penambangan

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
05 Feb, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp



TanahRibathMedia.Com—Mengutip dari akun IG @sambungasa_id menyampaikan, ada perdebatan di kalangan  masyarakat sekarang ini mengenai penambangan sumber daya alam. Ada yang beranggapan bahwa penambangan itu hanyalah akan menimbulkan bencana dan kerugian saja. Di sisi lain beranggapan bahwa dengan adanya penambangan dapat menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar dengan adanya kompensasi dari perusahaan penambang terhadap masyarakat sekitar, seperti misalnya pembangunan infrastruktur, belum lagi dengan adanya lowongan kerja bagi masyarakat sekitar yang dapat memperbaiki pendapatannya. Apakah seperti itu?

Jika kita lihat fakta yang terjadi saat ini, para oligarki berlomba-lomba untuk membuka penambangan baik yang legal maupun ilegal. Ini menjadi bukti bahwa penambangan adalah sesuatu yang sangat menguntungkan bagi mereka. Pemerintah pun mendukung mereka karena ada pemasukan bagi kas negara. Tapi mereka melupakan efek yang ditimbulkan oleh penambangan itu sangat merusak lingkungan setempat dan jika tidak dibarengi dengan pemeliharaan lingkungan maka yang ada hanyalah bencana dan kesengsaraan bagi masyarakat.

Kita bisa berkaca dari Pulau Nauru, yaitu salah satu negara di Asia Pasifik yang memiliki banyak cadangan fosfat di tanah mereka. Negara ini pernah menjadi salah satu negara yang berkembang sangat pesat di era tahun 1970an. Karena penambangan fosfat sangatlah menguntungkan maka mereka memperluas daerah eksplorasinya hingga 1/3 wilayah pulau, alhasil Nauru menjadi negara kaya yang pendapatannya menyaingi negara adikuasa Amerika Serikat.

Tapi mereka melupakan pemeliharaan lingkungannya dan mereka juga melupakan bahwa fosfat bukan sumber daya terbarukan sehingga ketika fosfat itu habis kemudian lahan yang ditambang menjadi gersang dan tandus mengakibatkan rakyat tidak dapat lagi bercocok tanam. Maka negara tersebut hancur menjadi negara yang bergantung pada bahan impor.

Hal ini memperlihatkan pada kita bahwa jika hanya melihat manfaat dan keuntungannya saja tanpa memperhatikan dampak yang ditimbulkan maka bersiaplah dengan kehancuran. Dalam sistem kapitalisme sekarang ini yang ada dibenaknya hanyalah manfaat dan keuntungan sebesar-besarnya saja sekelompok orang.

Berbeda dengan Islam. Islam mengatur seluruh permasalahan kehidupan. 
Seperti kita ketahui dalam Hadist Rasulullah saw. bersabda bahwa “Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal yaitu air, padang rumput, dan api.” (HR Ibnu Majah).

Dinyatakan bahwa ketiga sumber tersebut tidak boleh dimiliki oleh individu, tetapi diurus dan dikelola oleh negara yang dalam hal ini adalah negara Islam (Khilafah). Semua hasil pengelolaan sumber-sumber tersebut dipergunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Wallahu a’lam bish shawab.

Oleh: Feby C
(Muslimah Baleendah) 

Via opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025
Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Februari 10, 2026
Puasa Berjalan, MBG Dipertahankan: Siapa yang Diutamakan?

Puasa Berjalan, MBG Dipertahankan: Siapa yang Diutamakan?

Februari 27, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024

Popular Post

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

Ekonomi Sulit, Rakyat Makin Terjepit

September 25, 2025
Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Potret Buram Pendidikan dalam Sistem yang Suram

Februari 10, 2026
Puasa Berjalan, MBG Dipertahankan: Siapa yang Diutamakan?

Puasa Berjalan, MBG Dipertahankan: Siapa yang Diutamakan?

Februari 27, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us