PUISI
Buku Tulis yang Tak Pernah Sampai
Oleh: Ilma Nafiah
TanahRibathMedia.Com—Seorang anak tumbang sebelum dewasa
usia kecil dipaksa mengerti derita
bukan perang, bukan amukan alam semata
hanya buku tulis yang tak mampu dibeli dari negara
Sekolah menjanjikan masa depan bahagia
namun rumah mengajarkan arti papa
mimpi dilipat bersama rasa kecewa
karena kemiskinan diwariskan tanpa jeda
Negara berteriak pendidikan terbuka
namun biaya datang tanpa rasa bersalah
buku, pulpen, seragam, jadi syarat utama
gratis berubah dusta yang dilegalkan bahasa
Anak belajar dalam tekanan jiwa
takut salah takut dimarahi tanpa dosa
bukan malas bukan menolak cita
namun hidup menindih kepala belia
Kemiskinan dijaga sebagai warisan lama
mengalir dari kebijakan ke tubuh manusia
negara menunggu sampai nyawa sirna
baru datang membawa simpati kosong makna
Islam memandang ilmu cahaya mulia
hak anak yang wajib dijaga negara
bukan diserahkan pada orang tua papa
atau dibiarkan mati oleh sistem yang kejam nyata
Sejarah mencatat baitul mal bekerja
menjamin hidup pelajar tanpa cela
anak disokong sejak usia muda
agar belajar tak berakhir luka
Umar menetapkan tunjangan keluarga
agar miskin tak memakan jiwa
negara hadir sebelum air mata
bukan setelah jasad dibungkus duka
Selama ilmu diperdagangkan harga
dan miskin dipersalahkan terus menerus saja
anak-akan terus jadi korban senyap bernama data
hingga negara berhenti membunuh lewat kelalaian kuasa
Via
PUISI
Posting Komentar