SP
Bencana Tiada Akhir
TanahRibathMedia.Com—Pemerintah Kabupaten Bandung menyiapkan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar Rp 50 miliar untuk tahun anggaran 2026. Upaya ini sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman bencana, terkhusus bencana hidrometeorologi yang intensitasnya tinggi di Kabupaten. Selain itu mengintruksikan kepada lembaga terkait untuk senantiasa siaga tanggap darurat dalam surat edaran Nomor 300.2.3/155/082/PK/BD tentang peringatan dini dan langkah-langkah kesiapsiagaan peran aktif aparatur kewilayahan hingga tingkat Desa dan Kelurahan. Mereka wajib menyusun kajian resiko mandiri dan memantau perkembangan cuaca secara real-time, program edukasi publik terutama masyarakat yang tinggal dikawasan rawan seperti di kaki gunung, lereng perbukitan hingga bantaran sungai diminta untuk lebih mawas diri, penyediaan "Tas Siaga Bencana" (Kompas.com, 27-01-2026).
Bencana yang terus berulang seperti banjir dan longsor di sejumlah desa di Kabupaten Bandung seakan sudah menjadi bencana rutinan yang hingga saat ini belum tuntas dengan solusi yang solutif. Penangannya belum optimal malah cenderung solusi sesaat saja. Kalau pun ada antisipasi atau mitigasi bencana seakan memindahkan persoalan ke daerah lain. Itu pun bertolak belakang dengan kebijakan lain, semisal kegiatan ekonomi dan pembangunan wilayah yang mana para pengusaha di bidang pariwisata dan perhotelan serta argobisnis melakukan pembukaan lahan di kawasan daerah resapan air bahkan di kawasan hutan lindung.
Hal ini dapat dipastikan terjadi selama penyelesaian masalah masih dalam paradigma kapitalis sekuler yang sarat dengan tarik menarik kepentingan. Alam semestinya diperuntukkan untuk kemaslahatan manusia tanpa mengesampingkan kelestariannya, tetapi dengan paradigma kapitalis semua diperuntukkan untuk keuntungan para pemilik modal sehingga alih fungsi lahan dilakukan secara serampangan dan cenderung mengabaikan kelestarian alam.
Maka dari itu kita membutuhkan solusi integral dan menyeluruh dengan paradigma Islam, alam akan dimanfaatkan namun di atas koridor syariat dan negara akan hadir sebagai raa'in dan junnah sehingga rakyat pun akan senantiasa diedukasi tentang mitigasi bencana, perumahan dan perusahaan akan ditata dan ditempatkan dengan senantiasa memperhatikan keamanan dan kenyamanan tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan dan ketika bencana sudah terjadi negara akan hadir mengatasi segera hingga kondisi pulih seperti semula.
Wallahu alam bissawab.
Ummu Sab'ah
(Sahabat Tanah Ribath Media)
Via
SP
Posting Komentar