Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda OPINI Makna Rajab dan Isra Mikraj
OPINI

Makna Rajab dan Isra Mikraj

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
27 Jan, 2026 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Sofi Kamelia
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Peringatan Isra Mikraj menjadi momen penting bagi umat Islam untuk merenungkan kembali makna mendalam dari peristiwa agung yang dialami Nabi Muhammad saw. Pada Jumat (16 Januari 2026) yang bertepatan dengan 27 Rajab 1447 Hijriyah, momen spiritual luar biasa ini akan diperingati.

Momen ini mengandung nilai-nilai spiritual yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan di era modern saat ini. Hikmah Isra Mikraj dimaknai tidak hanya sebatas mengingat peristiwa sejarah, tetapi juga bagaimana kita menerapkan pelajaran itu dalam kehidupan sehari-hari (Liputan 6.com, 10-01-2026).

Walaupun sudah di penghujung bulan Rajab, tapi bulan Rajab terutama momen Isra Mikraj masih banyak diperingati oleh umat Islam secara istimewa. Rajab adalah salah satu bulan haram di antara empat bulan haram yaitu Rajab, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Bulan haram adalah bulan suci yang Allah Swt. sebutkan di dalam QS At Taubah: 36 yang artinya:

"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah 12 bulan, sebagaimana ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram."

Bulan haram adalah bulan yang dimuliakan. Allah Swt. mengkhususkan bulan-bulan ini karena di dalamnya terdapat banyak keutamaan yaitu jika berbuat kebaikan maka pahalanya akan  lebih besar, begitu pun sebaliknya, jika berbuat dosa maka dosanya akan lebih besar. Karena itu, dianjurkan untuk memperbanyak zikir, puasa sunnah, sholat sunnah, tilawah dan lain lain. Salah satu yang istimewa di bulan Rajab adalah Isra Mikraj yaitu perjalanan nabi Muhammad saw. ke langit untuk menerima perintah shalat 5 waktu. Setelah peristiwa Isra Mikraj, tidak lama kemudian diikuti dengan momen Baiat Aqabah Kedua. 

Isra Mikraj bukanlah sekedar momentum spiritual, tapi juga gerbang menuju perubahan politik umat secara ideologis. Pasca runtuhnya Khilafah, selama 105 tahun umat Islam tidak bisa menerapkan hukum syariat Islam secara kaffah di seluruh penjuru bumi. Umat Islam terpecah-belah menjadi  banyak negara dan banyak ikatan.

Isra Mikraj saat ini hanya diperingati sebagai seremonial saja, tapi melupakan makna dan hikmah Isra Mikraj itu sendiri. Isra Mikraj baru dimaknai sebagai perintah ibadah shalat sebagai ibadah mahdhah saja. Padahal salat adalah kinayah yang dipakai dalam hadits larangan memerangi Imam selama masih menegakkan shalat. Makna menegakkan shalat adalah menegakkan hukum Allah. Umat belum menyadari bahwa ditetapkannya sistem sekuler demokrasi secara global adalah penentangan terhadap hukum hukum Allah (syariat Islam).

Ditinggalkannya syariat Islam akan membawa bencana bagi umat. Umat Islam menjadi terpuruk dan menjadi sasaran penindasan seperti yang terjadi di Palestina, Rohingya, Sudan, dan negara Islam lainnya. Umat pun terjebak dalam berbagai persoalan, krisis multidimensi, ekonomi struktural, politik, moral, agama, bencana sosial kemanusiaan, dan bencana alam. Dunia menderita di bawah kepemimpinan kapitalisme global setelah runtuhnya Khilafah 105 tahun yang lalu. Ini adalah bencana besar bagi umat. Maka menjadi urgen menegakkan kembali kepemimpinan Islam atas dunia sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah. 

Karena itu, Rajab dan Isra Mikraj adalah momen membumikan kembali hukum Allah dari langit, yaitu dengan cara mencampakkan hukum sekuler kapitalisme dan menegakkan syariat Islam Kaffah. Baitul Maqdis di Palestina, tempat perjalanan Isra Mikraj Rasulullah saw. yang telah jatuh ke tangan entitas Yahudi harus dibebaskan. Begitu juga negeri-negeri muslim yang terpecah belah harus disatukan kembali. Kezaliman penguasa kafir pada minoritas muslim di Rohingya, Uighur, India, Rusia, Filipina selatan harus dihentikan. Menyerukan kepada tentara muslim untuk membebaskan Palestina dan menegakkan Khilafah Rasyidah. Umat Islam, umat Rasulullah, pasti mampu mengembalikan kemuliaan Islam. Tegaknya Khilafah Islam akan mengembalikan kemuliaan Islam dan kemuliaan umat Islam. Partai Islam ideologis terus berjuang dengan sungguh-sungguh memimpin dan membimbing umat agar dapat melanjutkan kembali kehidupan Islam.

Wallahu 'alam bishawab.
Via OPINI
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us