Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Puisi Luka Tanpa Suara
Puisi

Luka Tanpa Suara

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
02 Agu, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp


Oleh: Maman El Hakiem

TanahRibathMedia.Com—Di sudut sepi malam yang hening,
ia duduk diam, memeluk bayang.
Tak ada suara,
hanya sesak yang menjalar perlahan dari dada,
menyusup hingga ke kelopak mata.

Semua yang ada di sampingnya—
pernah ia percaya,
pernah ia harap bisa jadi pelipur luka,
namun berulang kali,
mereka justru menusuk
dengan kata yang tak diucap,
dengan sikap yang dingin dan tajam.

Ia tak lagi bertanya,
mengapa manusia sering tak mampu setia.
Ia hanya diam,
mencatat luka-luka yang tak tampak
oleh mata dunia.

Tapi ketika ia mendongak ke atas,
ada langit yang luas tak bertepi,
ada Allah yang Maha Mengerti.
Tak perlu suara untuk mengadu,
tak perlu air mata untuk dipahami.
Cukuplah hening itu menjadi bahasa,
dan doanya menjadi jembatan,
menuju tempat di mana kecewa tak pernah tinggal.

"Hasbiyallahu, laa ilaaha illa Huwa…"
bisiknya dalam lirih yang tegas.
(Cukuplah Allah menjadi penolongku…)

Ia memilih percaya,
bukan pada yang berdiri di samping,
tapi pada Yang Maha Menopang dari atas langit.

Ia tahu,
tak ada sandaran lebih kuat dari Dia.
Tak ada cinta lebih utuh dari cinta-Nya.
Dan meski luka itu belum sembuh,
meski kata maaf tak kunjung datang,
ia tetap berdiri,
dengan dada penuh pasrah,
dengan jiwa penuh yakin:
bahwa Allah tak akan pernah mengecewakan,
meski semua yang lain telah pergi.

"Dan cukuplah Allah menjadi penolongmu dan Allah adalah sebaik-baik pelindung." (TQS. Al-Anfal: 40)

Kota Angin, 29.7.2025
Via Puisi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan

Tanah Ribath Media- Maret 13, 2026 0
Ironi 1.000 Ton Impor Beras di Tengah Janji Swasembada Pangan
Oleh: Nurhy Niha (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Besar pasak daripada tiang, begitulah cara kita memaknai kedaulatan pangan hari…

Most Popular

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023
Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Terhubung tapi Terasing: Mengungkap Kesepian akibat Media Sosial di Era Kapitalisme Liberalisme

Oktober 02, 2025

Popular Post

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat dan Suburnya Ketidakadilan, Dampak Sistem Sekuler

Maret 10, 2026
Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Aneh, MBG tetap Jalan Meski di Bulan Ramadan

Maret 10, 2026
Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Kekerasan Aparat, Cermin Gagalnya Sistem Sekuler

Maret 08, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us