Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Motivasi Bergerak, Tetapi Tidak Berdampak
Motivasi

Bergerak, Tetapi Tidak Berdampak

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
24 Jun, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Maman El Hakiem
(Sahabat Tanah Ribath Media)

TanahRibathMedia.Com—Kadang kita merasa sudah berjalan jauh dalam dakwah. Sibuk ke sana-kemari, hadir di banyak agenda, aktif di berbagai grup, tak henti membuat konten dan diskusi.

Namun, pernahkah kita jujur bertanya pada diri sendiri: Apakah dakwah ini benar-benar bergerak, atau hanya terlihat sibuk? Apakah ada perubahan nyata, atau hanya sekadar mengisi waktu?

Seperti orang yang berjalan di atas treadmill—langkahnya banyak, keringatnya keluar, tapi tetap di tempat. Hari berganti, tetapi posisi tak berubah. Ada aktivitas, tetapi tak berdampak. Ada gerakan, tetapi tak menumbuhkan. Dakwahnya ramai, tetapi tak membumi. Sibuk, tetapi tak memandirikan umat.

Bukan karena kurang semangat, tetapi karena kehilangan arah. Terjebak rutinitas yang nyaman. Fokus pada acara, lupa pada perubahan. Padahal, dakwah bukan hanya soal hadir dan aktif, tetapi tentang membawa perubahan nyata. Menyentuh hati, menggugah pikiran, dan mengajak pada kebenaran.

Lalu,  bagaimana agar dakwah ini melejit, menggerakkan, dan berdampak?
Pertama, jaga keikhlasan. Dakwah bukan untuk eksistensi diri. Dakwah adalah aktivitas mulia seruan dari pemilik alam semesta, bukan sekadar panggung dunia. 

Allah berfirman:
“Dan tidaklah mereka diperintahkan kecuali agar mereka menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya dalam (menjalankan) agama...” (TQS. Al-Bayyinah: 5)

Kedua,  sadari bahwa dakwah bukan sekadar pengembangan diri, tetapi jalan untuk memberdayakan umat. Bukan hanya membuat kita lebih baik, tetapi menjadikan umat ini lebih kuat dalam iman, ilmu, dan perjuangan. Dakwah harus hadir di tengah masalah umat, bukan sekadar menjadi rutinitas mingguan yang terputus dari realita.

Ketiga,  ambil ibrah dari dakwahnya para Nabi. Misalnya, dakwahnya Nabi Nuh yang tak kenal  lelah selama 950 tahun, meskipun hanya sedikit yang mengikuti. Pun dakwahnya Nabi Muhammad ï·º yang membangun peradaban hanya dalam waktu 23 tahun, bukan karena beliau sekadar aktif, tapi karena dakwahnya punya arah, strategi, dan tujuan yang jelas: menegakkan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Sabda Rasulullah ï·º: “Sungguh, satu orang mendapatkan hidayah melalui dirimu lebih baik bagimu daripada unta merah (harta terbaik saat itu).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Keempat, kembalikan arah dakwah pada tujuan hakiki: menolong agama Allah, membebaskan umat dari kezaliman sistem, melanjutkan kehidupan Islam, dan membangun kehidupan yang diridai-Nya.

Jangan sampai kita terjebak jadi aktivis yang lelah, tetapi  tidak kontributif. Sibuk, tetapi tidak menumbuhkan. Aktif, tetapi tidak menguatkan perjuangan.

Saatnya dakwah kita punya arah.
Punya tujuan yang jelas.
Bukan sekadar banyak kegiatan, tapi banyak kebaikan yang tumbuh.
Bukan sekadar ramai, tapi benar-benar menggugah dan mengubah.

Sebabnya, dakwah bukan soal terlihat bergerak, tapi seberapa jauh kita membawa umat mendekat pada Allah dan syariat-Nya.

Wallahu'alam bish Shawwab.
Via Motivasi
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

Tanah Ribath Media- April 29, 2026 0
Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji
Oleh: Alfira Khairunnisa  [Muslimah Peduli Umat dan Aktivis Idari (Ikatan Daiyah Riau)]  TanahRibathMedia.Com— Tanggal 17 April bukan sekadar tangg…

Most Popular

Anak Menghabisi Ibu Kandung akibat Kecanduan Judol: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Anak Menghabisi Ibu Kandung akibat Kecanduan Judol: Siapa yang Bertanggung Jawab?

April 26, 2026
Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

April 24, 2026
Demi Penghematan BBM, WFH Diberlakukan, Solusikah?

Demi Penghematan BBM, WFH Diberlakukan, Solusikah?

April 26, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Anak Menghabisi Ibu Kandung akibat Kecanduan Judol: Siapa yang Bertanggung Jawab?

Anak Menghabisi Ibu Kandung akibat Kecanduan Judol: Siapa yang Bertanggung Jawab?

April 26, 2026
Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

Melampaui Batas Nasionalisme, Melawan Hegemoni Global; Sebuah Pelajaran dari Perang Iran melawan AS

April 24, 2026
Demi Penghematan BBM, WFH Diberlakukan, Solusikah?

Demi Penghematan BBM, WFH Diberlakukan, Solusikah?

April 26, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us