Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Straight News IJM: Keadilan di Indonesia Bisa Dikorupsi
Straight News

IJM: Keadilan di Indonesia Bisa Dikorupsi

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
08 Mei, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Direktur Indonesia Justice Monitor (IJM), Agung Wisnuwardana menilai keadilan di Indonesia bisa dikorupsi.

"Di Indonesia keadilan bisa dikorupsi," ulasnya dalam unggahan video bertajuk Hukum Rusak-Rusakan? Selasa (22-4-2025) di kanal YouTube Khilafah News.

Menurutnya korupsi bisa dilakukan di ruang sidang, dengan bukti yang bisa dibeli, keadilan bisa disewa, hakim bisa disuap. 

"Ini bukan sinetron, ini wajah hukum di negeri kita," ujarnya.

Agung memberikan ilustrasi anatomi korupsi peradilan, karena korupsi di pengadilan bukan soal satu dua oknum.

"Pelaku utama bisa hakim, panitra, jaksa atau pengacara. Mereka masuk dalam jaringan suap, modusnya suap vonis ringan, jual beli perkara atau delay putusan. Pemain belakangnya bisa pejabat, pengusaha atau mafia hukum. Semuanya kerja bareng bukan oknum. Ini kartel keadilan," bebernya.

Korupsi di peradilan ini rumit, kata Agung, dan masalahnya sistemik. Pelaku hukumnya termasuk hakim, lemah imannya. Kemudian masyarakatnya permisif, sementara negaranya sistemnya sekuler. "Hukum jadi komoditas," cecarnya.

Agung menyesalkan, hukuman korupsi tidak memberikan efek jera, karena hukumannya ringan, tidak ada pembuktian terbalik, perampasan aset nggak jalan sama sekali. Sedangkan, KPK makin lemah setelah revisi Undang-Undang KPK. 

"Korupsi ini seperti kaya investasi. High risk, high reward," ucapnya.

Islam Memberikan Keadilan 

Agung juga menyampaikan, jika Islam tidak main-main soal keadilan. "Dalam Islam hakim adalah amanah. Berat di dunia, berat di akhirat," terangnya. 

Agung juga menjelaskan bahwa Islam memberikan solusi perkara korupsi mulai dari akarnya dengan membentuk individu bertakwa sejak dini.

"Satu, individu harus bertakwa. Hakim bukan cuma cerdas, tapi harus takut pada hisab Allah. Dia sadar keputusannya ditulis malaikat, diadili oleh Allah Swt.. Hal ini membutuhkan sistem pendidikan yang komprehensif, penuh ketakwaan sejak tingkat usia dini, tingkat dasar sampai tingkat tinggi," jelasnya.

Yang kedua, imbuhnya, masyarakat harus dibangun ekosistem amar makruf nahi mungkar, sehingga menjadi muhasabah terhadap sistem peradilan yang berjalan. 

Yang terakhir, negara harus memakai sistem Islam yang kafah, menerapkan pembuktian terbalik seperti pada masa Amirul Mukminin Umar bin Khattab, harta hasil korupsi harus berani diambil. Kemudian sanksi takzir bagi pelaku korupsi bisa pemecatan, pengasingan sampai penerapan hukuman mati. 

"Teman-teman sekalian, terkait hal ini enggak cukup hanya ganti orang, harus ganti sistem. Kita enggak cukup superhero baru. Kita butuh sistem yang adil dari Allah Subhanahu wa taala," pungkasnya.[] Novita Ratnasari
Via Straight News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Mei 05, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us