Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Lagi-Lagi Penembakan Pekerja Migran Indonesia, Butuh Solusi Tuntas
Opini

Lagi-Lagi Penembakan Pekerja Migran Indonesia, Butuh Solusi Tuntas

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
10 Feb, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ratna Kurniawati, SAB 
(Muslimah Gresik)

TanahRibathMedia.Com—Sungguh miris, terjadi penembakan terhadap warga negara Indonesia yang berprofesi sebagai pekerja migran Indonesia di perairan Tanjung Rhu, Selangor Malaysia hari Jumat 24-1-2025 dini hari.  Ada pun penembakan tersebut dilakukan oleh Agensi Penguat kuasa Maritim Malaysia ketika sedang berpatroli yang mendapati kapal berisi lima PMI yang diduga ilegal sedang melintas perairan tersebut. APMM mengejar dan sempat bertabrakan sebanyak empat kali. 

Dari kejadian tersebut tercatat dua orang dari lima korban penembakan meninggal dunia. Menurut Judha Nugraha selaku Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI korban pertama meninggal berinisial B telah dikebumikan di Pulau Rupat, Kabupaten Tenggalis Riau dan korban kedua sempat dalam kondisi kritis kemudian menghembuskan nafas terakhir pada Selasa 4-2-2025 kemarin (Suarasurabaya.net, 5-2-2025).

Tidak hanya sekali atau dua kali peristiwa penembakan maupun penganiayaan menimpa pekerja migran Indonesia. Ini menunjukkan minimnya perlindungan dari negara. Migrant Care telah mencatat sejumlah 75 kasus penembakan oleh otoritas bersenjata Malaysia terhadap pekerja migran Indonesia dalam kurun 20 tahun terakhir. Namun sungguh disayangkan pemerintah hanya melakukan business as usual sekadar nota protes diplomatik dan tidak mengawal penyelesaian secara tuntas sehingga warga Indonesia diperlakukan seenaknya oleh negara lain (Kompas.id, 29-1-2025).

Menjadi seorang pekerja migran yang selalu dielukan sebagai pahlawan devisa negara namun negara tidak menjamin keselamatan mereka. Berbagai resiko dan tantangan yang dialami oleh pekerja migran seperti diskriminasi dan ketidakadilan, terjadi eksploitasi oleh majikan dengan bayaran rendah ataupun tidak dibayar, kekerasan dan pelecehan terhadap pekerja migran terutama yang perempuan, jam kerja yang panjang, belum apabila terjerat masalah hukum mereka tidak tahu kemana harus mencari perlindungan.

Fakta di atas merupakan resiko dan tantangan menjadi pekerja migran tetapi anehnya masih tetap diminati. Hal tersebut karena perbedaan upah yang sangat mencolok dari negara tujuan dengan negara asal, angka kemiskinan yang tidak sehingga mereka terpaksa keluar negeri untuk mengadu nasib mereka. Banyaknya kasus yang dialami pekerja migran menunjukkan bahwa negara gagal menjamin kesejahteraan dan melindungi keselamatan rakyat. Tidak tersedianya lapangan pekerjaan yang cukup di dalam negeri mengakibatkan mereka harus mengadu nasib ke luar negeri dengan resiko tinggi. 

Perlindungan terhadap pekerja migran tidak cukup hanya pemulangan dan pedampingan hukum semata namun harus diselesaikan problem yang mendasar yakni tersedianya lapangan pekerjaan dalam negeri, pengelolaan ekonomi, sindikat perdagangan manusia serta liberalisasi ketenagakerjaan. 

Negara dengan sistem kapitalis mengakibatkan kekayaan alam dikuasai segelintir orang sehingga rakyat semakin miskin. Belum lagi kurang tersedianya lapangan pekerjaan sehingga memaksa mereka harus keluar negeri. Upah dalam negeri tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.  Lemahnya supremasi hukum di Indonesia sehingga rawan pada sindikat perdagangan manusia. 

Adanya Omnibuslaw dan UU Cipta kerja menjadi peluang untuk liberalisasi pekerja dan minimnya kesejahteraan pekerja. 

Negara yang harusnya melindungi rakyat dengan memperketat pengiriman migran ke luar negeri namun tidak dilakukan. Negara tetap mengirim pekerja migran semakin banyak demi mengejar pertumbuhan ekonomi karena mendapatkan pemasukan dari devisa tanpa memperdulikan bagaimana keselamatan rakyatnya. Negara harusnya melindungi rakyat bukan malah menjadikan aset yang menguntungkan. 

Beginilah gambaran negara dalam sistem kapitalis yang sangat berbeda dengan Islam. Negara dalam sistem Islam adalah pengurus rakyat, melindungi secara total baik harta maupun jiwanya sebagaimana sabda Rasulullah saw., "Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya." (HR Bukhari).

Selain itu, Islam juga mewajibkan bagi negara untuk melindungi nyawa rakyatnya sebagaimana sabda Rasulullah Saw, "Hilangnya dunia lebih ringan daripada terbunuhnya seorang mukmin tanpa hak." (HR Nasai 3987, Tirmidzi 1455).

Wallahualam bishawab.
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

April 29, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

Hari Tahanan, Bukti Genosida Berlangsung di Balik Jeruji

April 29, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us