Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Straight News INDEF: Kondisi Ekonomi Indonesia Tidak Baik-baik Saja
Straight News

INDEF: Kondisi Ekonomi Indonesia Tidak Baik-baik Saja

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
13 Jan, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

TanahRibathMedia.Com—Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Rizal Taufiqurrahman menilai kondisi ekonomi Indonesia tidak baik-baik saja

"Jadi, siapkan sabuk pengaman, kencangkan ikat pinggang, perkuat daya tahan, karena kondisi ekonomi sedang tidak baik-baik saja, justru makin parah," tuturnya kepada Tanah Ribath Media, Selasa (07-01-2025).

Menurutnya, berdasarkan data yang dirilis oleh BI, sejak Bulan Maret tahun 2024, tingkat inflasi terus terjadi penurunan, hingga bulan November 2024. 

"Artinya sejak bulan Maret tersebut hingga November 2024 masih terjadi deflasi. Karena deflasi merupakan penurunan tingkat harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus dalam suatu perekonomian selama periode waktu tertentu," ujarnya.

Hasil proyeksi inflasi Bulan Desember 2024, kata Rizal, dengan menggunakan model ARIMA (2.1.2), berdasarkan perhitungan data series tingkat inflasi bulanan dari Bank Indonesia, inflasi pada Desember 2024 diproyeksikan sebesar 1.47%. 

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa angka tersebut menunjukkan penurunan inflasi yang berkelanjutan, yang didukung oleh daya beli masyarakat dan stabilisasi ekonomi.

"Angka tersebut lebih rendah dari inflasi bulan November 2024 (1.55%). Hasil ini menunjukkan penurunan inflasi yang berkelanjutan, yang didukung oleh daya beli masyarakat melandai, kebijakan stabilisasi ekonomi, meskipun ada tantangan musiman pada akhir tahun," terangnya.

Deflasi terjadi, imbuhnya, ketika tingkat inflasi menjadi negatif (tren menurun), yang berarti harga-harga secara keseluruhan turun dibandingkan periode sebelumnya

Sebagai ekonom, Rizal menyampaikan beberapa faktor utama yang melandasi proyeksi inflasi. "Faktor utama yang melandasi proyeksi ini meliputi pola musiman konsumsi, kondisi harga komoditas global, kebijakan moneter, serta distribusi barang," tandasnya.

Kenaikan harga pangan dan energi global, sambungnya kembali, dapat memperbesar tekanan inflasi. Sementara kebijakan moneter ketat oleh Bank Indonesia, seperti suku bunga tinggi, dapat menahan laju inflasi. Selain itu, gangguan distribusi menjelang akhir tahun juga menjadi faktor risiko yang dapat memengaruhi inflasi Desember.

Ia juga menyampaikan bahwa secara umum deflasi bisa berdampak negatif, yaitu terbagi dalam jangka pendek dan jangka panjang. 

"Dalam jangka pendek, apabila tidak diiringi kenaikan daya beli atau pendapatan (akibat dari penurunan keuntungan perusahaan), akan terjadi peningkatan pengangguran, dan juga penundaan konsumsi karena ekspektasi harga akan terus turun," bebernya.

Terakhir ia menegaskan bahwa dampak jangka panjang dari deflasi adalah memperlambat pertumbuhan ekonomi. "Sedangkan, dampak jangka panjang, deflasi dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.[] Novita Ratnasari
Via Straight News
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi

Tanah Ribath Media- Mei 25, 2026 0
Kontroversi yang Membuat Berbagai Reaksi dari Film Pesta Babi
Oleh: Amy Sarahza (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Pesta Babi, salah satu judul film dokumenter karya anak negeri Dandhy Dwi Laks…

Most Popular

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Mei 20, 2026
Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Mei 20, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Ketika Aksi Freestyle Game Online Berujung Maut

Mei 21, 2026
Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Lonjakan Pekerja Informal, Bukti Nyata Kegagalan Negara

Mei 20, 2026
Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Buruknya Pendidikan Saat Ini, Buah dari Sistem Kapitalisme

Mei 20, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us