Telusuri
  • Pedoman Media
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • Form Pengaduan
Tanah Ribath Media
Pasang Iklan Murah
  • Home
  • Berita
    • Nasional
    • Lensa Daerah
    • Internasional
  • Afkar
    • Opini Tokoh
    • Opini Anda
    • Editorial
  • Remaja
    • Video
  • Sejarah
  • Analisa
    • Tsaqofah
    • Hukum
  • Featured
    • Keluarga
    • Pernikahan
    • Pendidikan Anak
    • Pendidikan Remaja
    • FiksiBaru
Tanah Ribath Media
Telusuri
Beranda Opini Program Makan Bergizi Gratis, Pajak Naik Drastis, Rakyat Makin Krisis
Opini

Program Makan Bergizi Gratis, Pajak Naik Drastis, Rakyat Makin Krisis

Tanah Ribath Media
Tanah Ribath Media
31 Des, 2025 0 0
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp

Oleh: Ummu Rosyid
(Aktivis muslimah Gresik)

TanahRibathMedia.Com—Baru-baru ini presiden Prabowo membuat kebijakan menaikkan pajak PPN menjadi 12 persen. Menurut Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan bahwa program prioritas presiden Prabowo, yakni program makan bergizi gratis menjadikan alasan untuk menaikkan pajak PPN resmi berlaku pada 1 Januari 2025.

Menurut Airlangga kenaikan pajak PPN 1 persen yang asalnya 11 persen menjadi 12 persen dinilai dapat meningkatkan pendapatan negara dan menunjang program presiden Prabowo pada bidang pangan dan energi (Beritasatu.com, 16-12-2024).

Walaupun pemerintah memberikan pajak PPN kepada barang tertentu. Akan tetapi prosedur tersebut masih membebani masyarakat. Pemerintah mengatasi beban masyarakat dengan memberikan bantuan berupa bansos, PKH, subsidi PLN ,dan lain-lain. Akan tetapi program tersebut tidak mengatasi penderitaan rakyat yang terus-menerus tak kunjung menemukan solusi.

Dari gambaran di atas menunjukkan kebijakan pemerintah tidak bisa menyelesaikan masalah perekonomian yang ada di negeri ini. Penguasa lebih memilih di pihak swasta elit dari pada masyarakat dengan alasan untuk kepentingan rakyat.

Pemerintah menganggap bahwa memberikan bantuan dan juga menentukan barang tertentu pajak yang terkena PPN itu sudah meringankan beban masyarakat. Padahal kebijakan tersebut masih membawa penderitaan pada masyarakat. Seperti protes masyarakat dalam bentuk petisi yang menolak kenaikan PPN masih diabaikan oleh pemerintah.

Padahal Islam menjadikan penguasa sebagai pelayan masyarakat raa'in dan junnah. Islam mengatur bahwa penguasa adalah pengurus rakyat. Yang menjamin kesehatan dan pangan untuk kesejahteraan umat. Islam melarang penguasa menzalimi umat dengan mempersulit membuat kebijakan yang membuat umatnya menderita.

Pajak akan dipungut dari orang-orang non muslim masih kuat yang berada di dalam wilayah daulah Islam. Adapun pemasukan negara adalah dari Baitul Mal dan khalifah tidak akan memungut pajak sepeser pun ketika Baitul Mal itu masih banyak dan itu pun bersumber dari SDA bukan seperti sekarang yang bersumber dari pajak rakyat sehingga membebani masyarakat.

Sebenarnya penarikan pajak atau jizyah boleh, ketika Baitul Mal benar-benar kosong. hal itu sangat minim terjadi, mengingat khalifah sangat adil terhadap umat dan keberkahan Negara Islam menjadikan SDA berlimpah. Seperti yang diterapkan pada masa Rasulullah kemudian diteruskan pada masa Khulafaur Rasyidin Dinasti Umayyah dan diteruskan pada Dinasti Abbasiyah.

Pajak dipungut bukan karena kepemilikan harta akan tetapi ada beban lain atas kaum muslim. Hasil pengumpulan pajak akan diperuntukkan membiayai keseluruhan kegiatan penyelenggaraan pemerintah.

Ketika Islam diterapkan oleh penguasa maka ada keselarasan antara pemerintah dengan umat menjadi pemikiran yang satu. Bertolak belakang ketika sistem kapitalis menjadi acuan pada saat ini pajak dijadikan sebagai bisnis dan pemasukan kantong-kantong para elit kapitalis. Hal ini membuat penarikan pajak menjadi haram karena untuk kepentingan segelintir kapitalis dan bertetangan dengan aturan Allah.

"Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka”. (HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7) 
Via Opini
Facebook
Twitter
Telegram
WhatsApp
Postingan Lama
Postingan Lebih Baru

Anda mungkin menyukai postingan ini

Posting Komentar

- Advertisment -
Pasang Iklan Murah
- Advertisment -
Pasang Iklan Murah

Featured Post

Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik

Tanah Ribath Media- Mei 05, 2026 0
Wibawa Guru Direndahkan: Buah Sistem Pendidikan Sekuler Kapitalistik
Oleh: Anggun Istiqomah (Sahabat Tanah Ribath Media) TanahRibathMedia.Com— Dunia pendidikan kembali tercoreng oleh peristiwa yang memprihatinkan. Se…

Most Popular

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Mei 01, 2026

Editor Post

Tak Habis Pikir

Tak Habis Pikir

Juni 11, 2023
Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Lebih dari 70 Muslimah Hadiri Talk Show Kajian Risalah Akhir Tahun 2023

Januari 01, 2024
Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Untuk Engkau yang Merindu Bahagia

Juni 09, 2023

Popular Post

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Tragedi Guru: Krisis Marwah dalam Sistem Pendidikan yang ‘Sakit’

Mei 01, 2026
Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Selat Hormuz Tutup Kembali, Geopolitik semakin Memanas

Mei 01, 2026
Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Hardiknas : Refleksi Dunia Pendidikan yang Makin Memprihatinkan

Mei 01, 2026

Populart Categoris

Tanah Ribath Media

Tentang Kami

Menebar opini Islam di tengah-tengah umat yang terkungkung sistem kehidupan sekuler.

Contact us: contact@gmail.com

Follow Us

Copyright © 2023 Tanah Ribath Media All Right Reserved
  • Disclaimer
  • Privacy
  • Advertisement
  • Contact Us